<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511</id><updated>2012-02-16T07:22:02.957-08:00</updated><category term='JBDK PROJECT'/><category term='Tayangan TV JBDK'/><category term='Kampanye JBDK'/><category term='banjir Solo 2007'/><title type='text'>JAFEK-ONLINE</title><subtitle type='html'>Jaringan Alumni Fakultas Ekonomi UNS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7129621063528905922</id><published>2010-02-07T22:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T23:03:02.223-08:00</updated><title type='text'>Tokoh 2010</title><content type='html'>DR Yudi Prasetyo Djojokusumo&lt;br /&gt;Dari Professional menjadi Entrepreneur &amp; Pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin Jafek Volume 4.2 edisi Januari 2010 menokohkan salah satu alumni terbaiknya yang beken paling tidak bagi angkatan 1980 yaitu DR Yudi Prasetyo. Tidak begitu jelas nama keluarga  Djojokusumo belakangan setelah lulus nempel di nama beken Yudi (maaf- dahulu waktu kuliah sepertinya tidak ada yang mengetahuinya).  Yudi begitu panggilan akrabnya, setelah lulus dari SMAN 5 Surabaya 1980 merantau &amp; masuk bangku perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas 11 Maret Surakarta. Di pertengahan 1980, Yudi memang menginginkan aktifitas di kampus dapat berjalan kaya warna. Oleh karena itu keseimbangan antara dunia ilmu, seni dan organisasi dijaganya agar dapat berjalan seiring dan membawa manfaat bagi pengembangan characternya.  Yudi menyelesaikan pendidikannya di UNS 11 Maret bulan Mei th 1985, dan segera meniti karir di Jakarta, sebagai professional di bidang finance.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perusahaan besar pernah dijajaginya untuk berkarir, antara lain Unilever, Barijambek &amp; Co, PT. Atlanta Arupadatu (Konsultan Bulog),  Partner dan pimpinan Djaka Surarso &amp; Co. Public Accontant, Tax dan management, Partner “Remy &amp; Darus”  Konsultan Hukum dan Bisnis, Direktur PT. Yudi Prameswari dan  Direktur MONAS KONSULTAN (sampai dengan sekarang) . Dari aktifitasnya yang tinggi sebagai professional itulah, Yudi mulai mengenal aktifitas organisasi  pengusaha (Kadin Indonesia), dan pada tahun 1988 s/d 1992 Yudi berkesempatan berangkat ke Amerika untuk mempertajam skill nya bidang Finance di North Carolina State University (S2) dan tahun 2001 di Universitas  yang sama menyelesaikan S3 di bidang  Human Resources Department -HRD.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujavascript:void(0)lang ke Indonesia di awal 1992, Yudi memutuskan untuk beralih sebagai Pengusaha. Pengalaman sebagai professional, dan networking yang dibangunnya sejak masih di Amerika digunakannya sebagai modal dasar aktifitasnya di dunia usaha. Dibentuklah MONAS Konsultan &amp; PT Yudi Prameswari, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang general trading dan export/import . Pada tahun 2004 Yudi melirik ke aktifitas politik diwujudkan sebagai Balon DPD dan Caleg DPRD DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudi lahir di Surabaya 9 Oktober 1960, pada pertengahan 1990, Yudi menikah dengan RA Sumarah Hartati Kusumastuti, atau lebih dikenal sebagai Ira Fisipol, atau Ira yang menjadi tetangga kampus, karena berkuliah di Fisipol UNS 11 Maret, angkatan tahun 1982.  Dari perkawinan ini, mereka di karunia 4 anak :&lt;br /&gt;1. Ajeng Cita Prameswari Dj, saat ini kuliah di Trisakti , Jakarta&lt;br /&gt;2. Erick Manggala Dj, kuliah di Atmajaya, Jakarta&lt;br /&gt;3. Andre Prakoso Dj, Klas II SMAN 61 Jakarta Timur dan&lt;br /&gt;4. Chaya Edita Anggraeni Dj, Klas II SDSN 03 pagi Pondok Kelapa Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pendidikan informal yang pernah diikuti Yudi  antara lain:&lt;br /&gt;• Negotiation To Win di AMA (American Management Association)- New York tahun 1989&lt;br /&gt;• Internatioanal Trading di AMA (American Management Association)-New York tahun 1990&lt;br /&gt;• BPC Human Resource Development Program (PASE) – AOTS, Osaka – Tokyo Japan tahun 1997&lt;br /&gt;• Lokakarya Restrkturisasi Kredit, Institut Banking Indonesia (IBI) -2000&lt;br /&gt;• Regional Autonomy &amp; Business Potential,  Depdagri – 2001&lt;br /&gt;• Work Shop on Improving  Basic Education in Indonesia – Through Future Search Conference  by UNICEF  - 2003&lt;br /&gt;• West Java Institutional Development Project – Indonesia Australia Partner Ship for Skill Development (IAPSD)  AUSAID - 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif sebagai Pengusaha, Yudi mulai aktif juga di organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kota Jakarta Timur.  Selama 2 periode berturut-turut  jabatan sebagai Ketua Umum Kadin Kota Jakarta Timur, dipegangnya dengan prestasi yang dapat dibanggakan:&lt;br /&gt;o Mendapatkan Penghargaan The Best Executive Award. &lt;br /&gt;o Business Indonesian Award th 2002&lt;br /&gt;o The Best Dressed Man th 2001&lt;br /&gt;Aktifitas lain yang saat ini meramaikan hari-hari ayah 4 anak ini adalah Dunia Pendidikan, selain sebagai Lektor STIMA IMMI &amp; Dosen Lepas di berbagai Universitas Swasta, Yudi juga merupakan Ketua GNOTA untuk Jakarta Timur, anggota Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Dikmenti Jakarta, dan Pembicara di berbagai Seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobby seni musiknya kini menurun ke anak-anaknya yang aktif mempunyai Band masing-masing (laki) dan Balet serta menyanyi (cewek), yang laki-laki sering mengisi ke berbagai pentas seni di berbagai sekolah, sedangkan yang cewek sering melakukan pentas di gedung kesenian jakarta dan berbagai acara di mall atau perlombaan balet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudi tinggal bersama dengan keluarga di Jl. Lidi A19/14 Kav DKI Pondok Kelapa Jaktim.  Ketika dikonfirmasi melalui Hp 0817720013 untuk melengkapi data yang diburu rekan Oon Nusihono di Jakarta sekaligus minta masukan untuk Buletin Jafek, Yudi   memberikan masukan antara lain: Pertama dari sisi alokasi pembiayaan,  menurutnya sebaiknya ada iuran rutin anggota, yang bisa digunakan untuk operasional kegiatan. Iuran tersebut diupayakan tidak memberatkan anggota, namun harus ada kedisiplinan untuk penyetorannya dan transparansi dalam pengelolaannya. Misalnya ditetapkan setiap hari 1,000,-, jadi sebulan 30,000,- setahun 365,000,- apabila mau dibulatkan, bisa saja sebulan 50,000,- dan setahun 400,000,-. Anggota diberi kebebasan untuk metode pembayaran, mau bulanan atau tahunan. No rekening untuk setoran di tetapkan dan laporan pertumbuhan iuran disampaikan ke anggota melalui majalah jafek setiap awal bulan untuk bulan sebelumnya yang telah berjalan.  Disamping itu ada pembiayaan khusus untuk kegiatan tertentu yang memerlukan tambahan biaya yang sifatnya sukarela. SUSU TANTE, Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan. Misalnya diputuskan ada Reuni Temu Kangen, biaya yang diperlukan per pax 200,000,-, informasi di sampaikan ke anggota, apabila ada anggota yang mengirimkan Susu Tante 1,000,000,- padahal rencana datang sendiri saja, atau bahkan ada donatur membantu 5,000,000,- monggo kemawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua   dari sisi Komunikasi:&lt;br /&gt;• Mengaktifkan Blog, sebagai majalah virtual yang mudah diakses oleh semua anggota. Selain berisi informasi terkini tentang anggota yang berhasil di deteksi juga memberi kesempatan pada anggota untuk mengirimkan artikel yang menarik sesuai bidang keahlian masing-masing.&lt;br /&gt; Mengaktifkan milis sebagai alat komunikasi instant untuk semua anggota. Berita duka, berita pernikahan, berita kelahiran (putra/putri atau cucu) atau sekedar courtesy message (kabar kangen kangenan) monggo saja.&lt;br /&gt; Majalah Jafek, mungkin penampilan bisa dibuat lebih ”popular” dengan bahasa dan tampilan photo-photo sesuai artikel,  yang lebih santai, sehingga tidak terasa kaku dan formal.&lt;br /&gt; Up dating data base selalu aktif dan secara periodik, misalnya semi annually total database di ulang di muat kembali baik di Buletin Jafek maupun di Blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Tim Redaksi mengucapkan terima kasih atas semua masukan Pak Yudi sebagai penutup wawancara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7129621063528905922?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7129621063528905922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7129621063528905922&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7129621063528905922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7129621063528905922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2010/02/tokoh-2010.html' title='Tokoh 2010'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7732740976793934400</id><published>2009-11-24T17:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T17:56:13.628-08:00</updated><title type='text'>Foto Jadul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SwyOqigM0ZI/AAAAAAAAANY/ZizdzW7r5WE/s1600/4200_1137216559483_1499447935_367107_5503401_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SwyOqigM0ZI/AAAAAAAAANY/ZizdzW7r5WE/s400/4200_1137216559483_1499447935_367107_5503401_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407854114032636306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto Jadul..kiriman dari Sigit Widyawan 83..ada Hafid 81,,,,dan lihat wajah2 jadul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7732740976793934400?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7732740976793934400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7732740976793934400&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7732740976793934400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7732740976793934400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/11/foto-jadul.html' title='Foto Jadul'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SwyOqigM0ZI/AAAAAAAAANY/ZizdzW7r5WE/s72-c/4200_1137216559483_1499447935_367107_5503401_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5074186407888664743</id><published>2009-11-24T16:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T16:08:29.588-08:00</updated><title type='text'>Info Kampus</title><content type='html'>Melalui Pembantu Dekan I FE UNS Bapak Sutomo,  Redaksi dapat menurunkan berita kampus yang diringkas sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seminar Rutin Jurusan Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu tanggal 9 September 2009 bertempat di ruang sidang 2 FE UNS diadakan seminar rutin bulanan Jurusan EP. Presentasi diberikan oleh : Dra. Yunastiti Purwaningsih, MP. Topik utama yang dijadikan bahan kajian adalah : Analisis Ketahanan Pangan dan permintaan Pangan Rumah Tangga di Propinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2009 ( Kajian Disertasi S3 PPS UGM). Hadir pada acara tersebut adalah dosen Jurusan, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Alumni dan Purna Tugas dosen. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Topik tersebut dijadikan bahan kajian karena dewasa ini pangan sudah masuk ke isu global utama setelah energi minyak yang dahulu pernah mendominasi opini dunia. Kelangkaan pangan akan mempunyai dampak besar pada tata kehidupan manusia, maka perolehan pangan, akses pangan, ketersediaan pangan, harga pangan, pola konsumsi pangan hingga distribusi pangan kian menjadi isu terkini dan mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehnik analisis ketahanan pangan rumah tangga : regresi berganda model estimasi permintaan pangan : Ordered Probit, Linier Agregate (LA) / The Almost Ideal Demand System(AIDS), penyelesaian model menggunakan : Seemingly Unrelated Regresions (SUR), Eviews system. Model tersebut mendapat tanggapan beragam dari masukan guna kelengkapan analisis hingga estimasi terhadap banyaknya variabel penelitian, karena lebih dari 7000  responden yang menjadi sampel relatif besar sebagai hasil kajian disertasi kelak. Semoga Sukses dan lancar dalam menjalani studi !!. (Yst).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Budaya kerja Rektor&lt;br /&gt;Senin 14 September 2009 Rektor UNS Prof Syamsulhadi, Para Pembantu Rektor : Prof Rafik Karsidi, Adi Sulistyo, Dwi Tyanto serta Kepala Humas Widodo Muktyo berkunjung ke Fakultas Ekonomi UNS dalam rangka sosialisasi 10 budaya kerja UNS kepada para seluruh dosen dan karyawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara berlangsung sejak jam 9.30-11.00, diawali paparan Dekan FE UNS Prof Bambang Sutopo tentang capaian terkini FE UNS diantaranya sudah dipublikasikan di media Jafek beberapa waktu lalu. Selanjutnya, Rektor menyampaikan makalahnya dengan menekankan agar seluruh komponen fakultas agar kerja keras, cepat, cerdas, cermat, tangkas , tepat waktu dan team work selalu  dijaga.  Hal ini ditekankan karena untuk menuju UNS berkelas dunia seperti halnya telah masuknya ranking 1617  tingkat dunia versi webomatric, 39 di asia Tenggara,  4 besar PTN di Indonesia serta urutan 171 dari 200 PT besar di Asia versi THES, tentunya  harus lebih kerja keras lagi  agar  meningkat rankingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, rektor juga menekankan bahwa tugas utama dosen adalah mengajar, menilai, membimbing, meneliti dan mengabdi demi kepentingan lembaga , terutama untuk mahasiswa nantinya bisa memperoleh ilmu yang banyak , lulus tepat watu, indeks prestasi bagus dan masa tunggu kerjanya singkat. Karya ilmiah para dosen banyak disitasi oleh  masyarakat  dunia, temuan-temuan ilmiah diharapkan dapat dipatenkan dan bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi umpan balik antara staf pengajar dengan pihak rektorat terhadap semua masalah, cara menangani dan cara pandang tidak semata kepada orientasi materi atau sumberdana saja, tetapi diharapkan pendekatan akademik atau keilmuan yang lebih ditonjolkan, saat rektor menepis pemikiran salahsatu dosen FE UNS yang merisaukan seandainya suatu saat program s1 transfer swadana dan Diploma 3 ditutup. Diperlukan cara lain untuk mengatasi kemungkinan pendanaan melalui perencanaan yang lebih elegan dan segera akan ditindaklanjuti dalam penyusunan rengis maupun progja mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5074186407888664743?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5074186407888664743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5074186407888664743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5074186407888664743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5074186407888664743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/11/info-kampus.html' title='Info Kampus'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6534051077302345861</id><published>2009-11-24T15:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T15:59:49.313-08:00</updated><title type='text'>ALLOYSIUS YOHANES WIDODO</title><content type='html'>Buletin Jafek edisi Oktober 2009 menokohkan alumni dari wilayah Solo dengan menerjunkan interviewer terdekat dari  AY Widodo  yaitu Yan Ardianto atau lebih akrab disapa  BABAHE dan beberapa pengamat  lepas yang sangat kredibel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AY Widodo Menikah tahun 1999 dengan Sri Hastuti dan langsung punya tiga anak yang sudah gede-gede, masing-masing  adalah Ucup (Alumni ITN Malang) yang sekarang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jababeka Cikarang. Kemudian Getty (Alumni Arsitektur UNS)  dan yang terakhir adalah Black ( masih menyelesaikan S1 di FE UNS).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Babahe, Sosok AY Widodo terlihat  santai karena hobi mancingnya sudah mendarah daging, terbukti pak Widodo ini juga menjadi ketua PEMALAS (Penggemar Mancing Laut Surakarta). Idenya memang agak nyleneh, menurutnya  nama pemalas biasanya identik dengan pandangan negative kebanyakan orang bahwa orang yang hobi mancing adalah orang yang malas.  Ternyata cap MALAS yang diberikan kepada pemancing tidak selamanya benar, terbukti klub yang digawanginya mulai unjuk gigi dengan banyaknya anggota yang berprofesi  jauh dari kesan malas, seperti Dokter Bedah, Dokter Gigi, Wartawan, Sales Manager,dll.  Mancing Laut menjadi prioritas utama selain sungai, rawa , waduk maupun kolam pancingan, jadualnya adalah  akhir minggu bila tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan. “Memancing menurutnya menjadi pelepas dahaga dari rutinitas keseharian sebagai Konsultan Pajak”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hampir semua sungai di Sumatra pernah dikunjunginya, setelah selesai urusan  pekerjaan”, tentunya. Pekerjaannya sebagai “Tukang Pajak” memang mengantarkannya ke berbagai daerah di Sumatera.  Konsep mancing bagi pak Widodo adalah sebuah proses, bukan hasilnya.”Karena kalau hasilnya kita dapat beli saja ikan di pasar!”. Seperti dalam kehidupan ini adalah proses, bukan hasil akhir. Hasil biasanya akan mengikuti prosesnya, bukan “sim salabim” dalam sekejab, tetapi  memang dalam hidup ternyata masih butuh keberuntungan dan nasib baik  seperti halnya memancing”. Menurutnya sarana bagus, kemampuan bagus ternyata tidak berarti apa-apa tanpa didukung KEBERUNTUNGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan kita yang satu ini memang terkenal agak nyleneh, ini terbukti dari nama panggilan atau nama akrabnya “ Deblenk “ yang bisa punya arti dan konotasi yang bermacam-macam. Pria kelahiran tahun 1961 dan lulusan Fakultas Ekonomi UNS tahun 1986 (F 0080180) memulai karirnya di Jakarta.  Karirnya sebagai karyawan perusahaan swasta tidak begitu menonjol atau boleh dibilang biasa-biasa saja sebelum akhirnya kembali ke Solo dan bergabung dengan teman-teman lain untuk mendirikan kantor konsultan pajak. Walau karir tidak begitu cemerlang hal itu tidak menghalangi pria ini untuk menekuni macam-macam hobinya yang beragam, selain menjadi ketua PEMALAS yang mewadahi para pehobi mancing laut di Surakarta, dia juga menjadi sekretaris klub motor 3993 (Lunga Ngolu) dimana yang menjadi anggotanya adalah motor yang mempunyai plat nomor 3993 yang tentu saja kegiatanya adalah 39 atau Lunga (pergi/dolan) dan 93 (Ngolu/Makan). Hobi Tanaman Hias dan lukisan ditekuninya bersama teman alumni yang lain yaitu Pak Sugeng Mulyanto (Pak Ilik). Walau dolan aja sudah kether (gak tahu bahasa Indonesianya) dia juga masih dipercaya menjadi  komisaris  salah satu perusahaan swasta (PT ROTEQ) di Batam yang bergerak di bidang Engineering, Flares and Compressors. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut Gunawan Sakti, Debleng ini juga punya keunikan yang lain, menurutnya, Deblenk punya foto kenangan berempat teman seangkatan 1980 di tempat kos yaitu Simon Kitabrahmana, Sugeng Kabul dan Widiatmo Isworo. Ketiga temannya ini  sudah tenang di surga, sementara tinggal AY Widodo yang masih ada di dunia gak jelas, makanya pak Gunawan ini mendesak tim redaksi untuk menokohkan AY Widodo agar panjang umur, Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Yayik Suryandari, rekan seangkatan ini punya ”kenangan” unik.  Dikisahkan pada  waktu pertama kali masuk FE  pas waktu mau membayar uang kuliah awal semester, waduuh antriannya panjang banget.  Deblenk yang baru dikenal Yayik, menurut pengakuannya disuruh duduk saja  dan dia yang antri  membayarkan.  Yayik ini menduga bahwa Deblenk ini mahasiswa Senirupa karena ngumpulnya dengan anak-anak seirupa e e ternyata mahasiswa FE juga setelah ketemu di fakultas.  Terima kasih ya Deblenk atas kebaikan kamu, jasamu tak terlupakan, katanye. (Tim Redaksi mengklarifikasi melalui HPnya  081365305508, dan hanya bisa berkomentar, Deblenk ini memang tajam penglihatannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir wawancara ini ada satu pertanyaan yang diajukan Babahe “Apakah yang dimaksud dengan sukses …?”  Menurut AY Widodo sukses adalah bukan berapa banyak yang sudah kita dapatkan/capai, tetapi bagimana kita menikmati apa yang sudah kita dapatkan. Terakhir, salam buat semua rekan-rekan Jafek… terus berjuang…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6534051077302345861?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6534051077302345861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6534051077302345861&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6534051077302345861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6534051077302345861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/11/alloysius-yohanes-widodo.html' title='ALLOYSIUS YOHANES WIDODO'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4659396352654647669</id><published>2009-03-01T16:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T16:28:04.088-08:00</updated><title type='text'>Republik Ponari</title><content type='html'>&lt;a href="http://republika.co.id/koran/28/34205/Republik_Ponari"&gt;Sumber : Republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 27 Februari 2009 pukul 08:43:00&lt;br /&gt;Republik Ponari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Zaim Uchrowi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun awal Masehi. Masyarakat Galilea-Palestina merasa menemukan harapan untuk keluar dari penderitaan. Sekitar 800 tahun sebelumnya, mereka masyarakat berjaya. Daud maupun Sulaiman adalah raja sekaligus Rasul Allah yang membangun kehidupan adil dan makmur. Tapi, di masa itu, keadilan dan kemakmuran tinggal menjadi kenangan. Yerusalem telah terjajah Romawi. Hasilnya, penderitaan mendalam bagi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan yang seperti tanpa jalan keluar sampai hadir Isa putra Maryam. Kematangan dan kesempurnaan pribadi Isa --kedamaian diturunkan baginya-- semestinya cukup menjadi jaminan bagi bangkitnya harapan. Beliau manusia sempurna utusan Tuhan. Tapi, di masa itu, kesempurnaan pribadi dianggap belum cukup meyakinkan. Rakyat perlu bukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat perlu mukjizat: Sesuatu di luar logika normal. Maka, hadirlah mukjizat. Berbicara saat bayi; menyembuhkan orang lepra; juga menghidupkan orang mati. Seolah mukjizat itu akan langsung mengatasi penderitaan umat manusia. Padahal, seperti diajarkan Isa, penderitaan akan teratasi bila manusia bersandar hanya pada Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ribu tahun setelah masa itu sudah berlalu. Ternyata, masyarakat tetap mengharap ada mukjizat. Termasuk masyarakat kita di tanah yang jauh dari Palestina ini. Mungkin cerita-cerita tentang 'mukjizat' Nabi dan 'karomah' Wali memang tertanam kuat di sini. Tapi, mungkin manusia memang tak berubah. Selalu perlu keajabiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu yang instan. Perlu mukjizat. Hari-hari ini, di negeri yang subur makmur ini, masyarakat merasa menemukan mukjizat itu pada Ponari.       Apa yang dapat dilakukan bocah sembilan tahun kelas 3 SD itu? Apakah Jombang, daerah penghasil tokoh-tokoh unik, seperti almarhum Asmuni, Gus Dur, hingga Ryan, menjadi faktor kelahiran fenomena Ponari? Kemungkinan besar tidak. Yang menjadi faktor kunci adalah batu asing yang bolak-balik 'mendatangi' Ponari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dianggap semacam mukjizat. Lalu, batu itu dipandang mempunyai kekuatan menyembuhkan. Maka berduyunlah orang ke tempat Ponari, mengharap air celupan batu itu buat berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pertunjukan, ini fenomena mengasyikkan. Juga, mengasyikkan buat melahirkan ide-ide liar. Seorang pemerhati pariwisata, misalnya, menyebut batu Ponari perlu dibeli buat dicelupkan ke berbagai danau di Indonesia. ''Biar orang-orang di seluruh dunia berbondong-bondong ke danau-danau di Indonesia,'' katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengumbar senyum tentu. Namun, selain menghasilkan seloroh yang menyenyumkan, fenomena Ponari juga menyodok-nyodok rasa keprihatinan. Fenomena Ponari menjadi tamparan pada seluruh sisi bangsa ini. Pada dunia pendidikan, kesehatan, hingga agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan macam apakah yang terselenggara selama ini hingga masyarakat kita tak mampu mengelola kesehatan sendiri? Bahkan, menjadi masyarakat yang tidak berakal sehat. Layanan kesehatan macam apakah yang ada selama ini hingga masyarakat kita tidak percaya atau tak mampu menjangkaunya, lalu memilih lari ke batu Ponari? Pengajaran agama macam apakah yang berkembang selama ini hingga prinsip 'sunatullah' sederhana pun tak kita pahami? Dengan kualitas masyarakat setingkat ini, politik serta kepemimpinan publik macam apa yang terbangun di negeri ini? Tanpa transformasi mendasar di seluruh sisi, apakah Republik Ponari dengan kualitas begini dapat menjadi bangsa yang sejahtera bagi seluruh rakyatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena Ponari semestinya membuka kesadaran bersama kita untuk berubah secara mendasar. Biarkan memang Republik ini tetap menjadi Republik Ponari. Tentu, bukan Ponari yang mengandalkan 'batu ajaib', tapi Ponari dengan moralitas kuat, cerdas, dan pekerja keras yang siap bersaing di era global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4659396352654647669?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4659396352654647669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4659396352654647669&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4659396352654647669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4659396352654647669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/03/republik-ponari.html' title='Republik Ponari'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7317624910813376041</id><published>2009-02-25T15:43:00.001-08:00</published><updated>2009-02-25T15:46:56.236-08:00</updated><title type='text'>Resonansi Republika</title><content type='html'>&lt;a href="http://republika.co.id/koran/28/29294/Remaja_itu_Bernama_Alanda_Karizi"&gt;Sumber Republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Remaja itu Bernama Alanda Karizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Asro Kamal Rokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemimpin partai lebih suka mencela lawan politik daripada bersama membangun bangsa, maka lihatlah apa yang dilakukan Alanda Kariza.  Remaja berusia 17 tahun ini menjadi wakil Indonesia di Guildford Forum Global Changemakers  di Inggris. Di dusun Horsley, Surrey, Inggris, Alanda yang diundang British Council --bersama 58 rekannya dari seluruh dunia, membahas berbagai topik dan membangun jejaring global. Dari sini, suara para remaja yang tergabung dalam forum pembuat perubahan itu dibawa ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swis, ketika para pemimpin dunia membahas krisis global.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama Alanda Kariza tidak sepopuler artis-artis sinetron apalagi dibanding nama-nama politisi. Namanya tidak ditulis di halaman depan media cetak dan tidak juga jadi berita penting televisi. Tapi di komunitasnya, di jaringan dunia maya,  puluhan ribu orang mengagumi putri pasangan Firman Maulana dan Arga Tirta Kirana ini. Alanda menjadi inspirasi segenerasinya generasi yang mungkin tidak terpikir oleh orang-orang dewasa. Generasi dengan ide-ide hebat dan penuh semangat. Pelajar SMA 82 Jakarta ini menulis cerita bersambung dan mempublikasikannya melalui media internet, bukan melalui media cetak seperti umumnya. Ia berinteraksi dengan pembacanya, yang terkadang marah dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita bersambung yang ditulisnya di blog bersama Fajar Nugros, berjudul Bunuh Diri Massal 2008, cukup menghebohkan. Pikirannya melompat dari usia dan pengalamannya. Namun Alanda sesungguhnya adalah pemberi semangat yang kuat. Ia memiliki tenaga yang mendorong pembaca untuk optimis dan iklhas. Demi hidup, nggak perlu harus mati. If you can't be the best, be the first! tulis Alanda di blog-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alanda menulis, bahwa mati bukanlah penyelesaian. Bahwa menjadi kuat adalah sesuatu yang harus kita lakukan apabila orang lain lemah. Bahwa memberi semangat adalah sesuatu yang harus kita lakukan apabila orang lain tidak mampu menyemangati kita. Bahwa semua harus dihadapi dengan tabah, dengan senyum, dengan ikhlas. Bukan dengan rasa ingin cepat-cepat mati, bukan dengan rasa ingin bunuh diri ... Bahwa sesulit apapun hidup kita, masih ada orang-orang yang menjalani hidup yang jauh lebih sulit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 14 tahun, Alanda menerbitkan novel pertamanya berjuduk  Mint Chocolate Chips. Selain menulis, remaja kreatif ini juga ikut mendirikan  komunitas sosial The Cure For Tomorrow,  wadah untuk menggalang kepedulian remaja Indonesia tentang lingkungan hidup. Wadah ini ia bentuk karena kecewa atas sebuah LSM yang menolaknya bergabung karena usianya masih belia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alanda juga aktif menulis di berbagai majalah remaja, termasuk Warta Al-Azhar, dan mengisi waktu luangnya dengan mengajar les adik-adik di SD, serta mengkampanyekan gerakan anti-rokok. Ia berencana mendirikan Youth Parliament agar suara remaja juga bisa terdengar di parlemen. ''Aku selalu berpikir bahwa sekecil apapun usaha atau semangat atau bahkan hanya niat, pasti membuahkan hasil,'' ujarnya kepada Zeynita Gibbons, wartawan Antara di London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alanda baru 17 tahun. Ia generasi yang bergerak dinamis di tengah kekhawatiran banyak orangtua tentang perilaku permisif remaja kota. Pesannya tentang kehidupan, ketabahan, senyum, dan keikhlasan, jauh lebih bermakna dari pidato pemimpin partai yang lebih pandai mencela.  Alanda memompakan harapan, optimisme, dan semangat --- tidak saja kepada remaja seusianya --  tapi juga kepada orang-orang tua yang merasa tahu segalanya. Dan, kita telah berbuat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7317624910813376041?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7317624910813376041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7317624910813376041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7317624910813376041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7317624910813376041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/02/resonansi-republika.html' title='Resonansi Republika'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-328637388455447941</id><published>2009-02-08T16:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T16:32:29.054-08:00</updated><title type='text'>Solo</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.rumahbeasiswa.com/" alt="Informasi Beasiswa S1, S2, S3"&gt;&lt;img src="http://www.rumahbeasiswa.com/contest/beasiswa/rumah-beasiswa-358x30-2.gif" title="Informasi Beasiswa S1, S2, S3" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="up" height="200" scrollamount="2" onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" width="100%" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguDuGVF1JI/AAAAAAAAAGc/tc4ljTjmJWk/s1600-h/Picture+006.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguDuGVF1JI/AAAAAAAAAGc/tc4ljTjmJWk/s400/Picture+006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047272635395069074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguDJmVF1II/AAAAAAAAAGU/f9JynIhw5Zg/s1600-h/DCP_0001.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguDJmVF1II/AAAAAAAAAGU/f9JynIhw5Zg/s400/DCP_0001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047272008329843842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguCimVF1HI/AAAAAAAAAGM/xa2gJxYCErI/s1600-h/Picture+003.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguCimVF1HI/AAAAAAAAAGM/xa2gJxYCErI/s400/Picture+003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047271338314945650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguB12VF1GI/AAAAAAAAAGE/hr9fzCaiLks/s1600-h/Picture+004.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguB12VF1GI/AAAAAAAAAGE/hr9fzCaiLks/s400/Picture+004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047270569515799650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/Rgtl22VF1EI/AAAAAAAAAF0/okVH_MFG8eE/s1600-h/Picture+002.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/Rgtl22VF1EI/AAAAAAAAAF0/okVH_MFG8eE/s400/Picture+002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047239800370091074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RgtlOmVF1DI/AAAAAAAAAFs/hzmOQlxbT_s/s1600-h/Picture+001.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RgtlOmVF1DI/AAAAAAAAAFs/hzmOQlxbT_s/s400/Picture+001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047239108880356402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RgtgMWVF1AI/AAAAAAAAAFU/rI_x-geryuo/s1600-h/Picture+006.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RgtgMWVF1AI/AAAAAAAAAFU/rI_x-geryuo/s400/Picture+006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047233572667511810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RZt_dU2NgOI/AAAAAAAAAFI/a3xemvb8F5k/s1600-h/laweyan-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5015742751796199650" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RZt_dU2NgOI/AAAAAAAAAFI/a3xemvb8F5k/s320/laweyan-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-328637388455447941?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/328637388455447941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=328637388455447941&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/328637388455447941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/328637388455447941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2009/02/solo.html' title='Solo'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OdViJsn5JDE/RguDuGVF1JI/AAAAAAAAAGc/tc4ljTjmJWk/s72-c/Picture+006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2865732244678091834</id><published>2008-11-27T14:41:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T16:29:32.518-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JBDK PROJECT'/><title type='text'>JBDK, Mbah Darmo dan OBama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SZIvTOtSw9I/AAAAAAAAAM8/v3gfEN6BEqk/s1600-h/obama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SZIvTOtSw9I/AAAAAAAAAM8/v3gfEN6BEqk/s200/obama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301351718780584914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8fxEBONNI/AAAAAAAAAxc/pwblf6LkkbA/s1600-h/obamasony.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 368px; height: 292px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8fxEBONNI/AAAAAAAAAxc/pwblf6LkkbA/s400/obamasony.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273468616427058386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JBDK, Mbah Darmo dan OBama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayak judul film saja waktu saya mencoba menuliskan posting ini. Tanggal 25 November 2008, saya dan teman-teman Srimulat bersiap melakukan latihan sebelum acara pementasan besok. Kebetulan kita diundang oleh XL Corporate untuk mengisi program nasional mereka yang bertajuk "XL Indonesia Berprestasi, Komputer untuk sekolah!". Sebelumnya, program ini diberi nama "OCOS : One Computer, One School - XL Berprestasi", tetapi, biar tetap melanjutkan semangat Sumpah Pemuda, akhirnya program tersebut dirubah menjadi lebih indonesiawi :).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8d4lcO0mI/AAAAAAAAAxU/tKcjj0J6c0Q/s1600-h/olah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 341px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8d4lcO0mI/AAAAAAAAAxU/tKcjj0J6c0Q/s400/olah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273466546634543714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 4 Sore, saya dan teman-teman, meeting di rumah Pak Tarzan Srimulat. Tentu saja sebagai senior Srimulat, beliau meminta kita untuk tetap menjunjung nama Srimulat dan bersiap diri dalam berbagai pementasan. Kita melakukan "script reading" dan beberapa improvisasi sebelum pentas, sesekali diselingi obrolan dagelan ala Srimulat, warisan adiluhung bertahun-tahun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8dDLWguRI/AAAAAAAAAxM/lyZzmpIdFAw/s1600-h/obama2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8dDLWguRI/AAAAAAAAAxM/lyZzmpIdFAw/s400/obama2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273465629098162450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 malam, kami diundang untuk datang di acara perayaan ulang tahun Metro TV. Met ulang tahun ya rekan-rekan Metro TV, sayangnya kita nggak bisa lama-lama, karena kebetulan kita janjian dengan Barrack Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8c5xkWSTI/AAAAAAAAAxE/3CCf-TalQg4/s1600-h/obama4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8c5xkWSTI/AAAAAAAAAxE/3CCf-TalQg4/s400/obama4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273465467558054194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barrack Obama? Presiden Ngamerika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya...kita sempat foto-fotoan bareng. Kebetulan Barrack Obama orangnya ramah banget. Kita datang menemuinya disebuah tempat yang dirahasiakan. Kami malah dipinjami Kamera untuk motret, karena nggak ada satupun dari kami yang bawa ...hahahah...baik banget tuh presiden. Akhirnya, kita bisa bikin foto-foto kenangan yang nggak bakal terlupakan. Terimakasih Pak Barrack Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8cdAYcxGI/AAAAAAAAAw0/ld1isBJc-Hg/s1600-h/DAROBAMA.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 336px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SS8cdAYcxGI/AAAAAAAAAw0/ld1isBJc-Hg/s400/DAROBAMA.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273464973318472802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang lebih asik lagi, Pak Obama mau mengenakan seragam batik "khas restoran padang" yang kami bawa malam itu. Sekedar mengenalkan kepada beliau tentang budaya dan khazanah kebudayaan Indonesia ...halah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan uniknya, batik tersebut klop dibadannya. Mungkin udah takdir ya...hehehehe...tapi kita senang banget bertemu dengan dia. Coba lihat gaya Mbah Darmo yang serius banget berfoto ria dengan sang presiden Ngamerika. Nikmati aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/"&gt;http://tvlab.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2865732244678091834?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://tvlab.blogspot.com' title='JBDK, Mbah Darmo dan OBama'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2865732244678091834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2865732244678091834&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2865732244678091834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2865732244678091834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/11/jbdk-mbah-darmo-dan-obama.html' title='JBDK, Mbah Darmo dan OBama'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SZIvTOtSw9I/AAAAAAAAAM8/v3gfEN6BEqk/s72-c/obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1116620135797850371</id><published>2008-11-13T17:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T15:41:20.548-08:00</updated><title type='text'>Obama Saja Bisa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wmubAWhKTMU/SRzY4z5eKDI/AAAAAAAAAHc/AjHodUS8HWE/s1600-h/republika_logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 30px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wmubAWhKTMU/SRzY4z5eKDI/AAAAAAAAAHc/AjHodUS8HWE/s200/republika_logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268324134632171570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 14 November 2008 pukul 07:20:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Zaim  Uchrowi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepekan membuat tercengang dunia, apalagi yang dapat dipercakapkan soal Obama? Pelajaran apa yang dapat ditarik dari sosok Amerika yang berdarah setengah Afrika ini? "Ada," kata seorang rekan. "Obama baca buku Balai Pustaka. Balai Pustaka ikut berperan untuk menjadikan Obama seperti sekarang." Apa maksudnya? Belum selesai saya mengunyah pernyataan itu, ia berkata lagi. "Kan Obama sekolah di SD Negeri di Menteng, Jakarta. Buku pelajaran di SD itu dulu terbitan Balai Pustaka semua. Jadi, dia pasti baca buku Balai Pustaka."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ucapan buat menghibur saya yang kini menakhodai perusahaan penerbitan bersejarah milik negara ini. Seorang lain berkomentar. "Kalau Obama bisa, kita semua pasti bisa." Apakah ini menyangkut mengejar harapan yang seolah tak mungkin? Atau soal lainnya? "Obama yang cuma empat tahun di Indonesia saja bisa mengubah dunia. Kita yang seumur-umur tinggal di Indonesia semestinya bisa melakukan hal yang lebih hebat lagi," ucapnya sambil melempar senyum, yang mudah-mudahan bukan isyarat tak percaya diri, melainkan ekspresi dari sikap percaya diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang dapat dipercakapkan tentang Obama. Banyak pula pelajaran darinya yang telah dibahas. Tapi, tak sedikit dari pelajaran itu yang baik untuk diulang-ulang dan digarisbawahi bagi bangsa ini. Di antara sekian banyak pelajaran yang dapat diambil, setidaknya terdapat tiga nilai yang sebaiknya diadopsi bangsa ini. Pertama, kesadaran tentang perlunya perubahan. Secara umum, kesadaran ini masih sangat rendah pada bangsa ini. Taraf perekonomian masyarakat yang relatif masih rendah, tata lingkungan yang cenderung makin rusak, layanan publik yang jauh dari memadai, penegakan hukum yang dipandang masih belum tegak, banyaknya penyakit sosial yang belum teratasi, dan banyak realita lain semestinya telah cukup untuk membuka mata kesadaran bahwa bangsa ini harus segera berubah bila ingin menjadi bangsa yang adil makmur seperti yang dicita-citakan. Tapi, yang terjadi, kita cenderung takut pada perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya yang baru yang dikejar melalui perubahan dipandang mengandung ketidakpastian. Sedangkan ketidakpastian selalu mencemaskan. Itu yang acap kita hindari. Kita cenderung memilih sikap 'mapan', meskipun mapan dalam ketidaknyamanan. Kita biasa menyaman-nyamankan diri dalam ketidaknyamanan apa pun. Kita biasa menerima setiap keadaan sebagai 'takdir yang harus disyukuri'. Meskipun keadaan itu adalah ketidakberesan dan bahkan ketidakbenaran. Padahal, yang benar-benar meyakini takdir justru orang-orang yang paling siap menyongsong dan membuat perubahan. Orang yang paling bersyukur justru yang bekerja keras. Fenomena Obama mengingatkan: ayo berubah bila ingin benar-benar makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keberanian untuk bercita-cita. Seorang yang dianggap hitam dari kalangan biasa yang lahir dan besar di Hawaii di atas kertas mustahil menjadi elite kepemimpinan Amerika. Kepemimpinan yang selama ini dianggap jatah tokoh Putih-Anglo Saxon-Protestan (WASP). Obama menunjukkan tidak ada yang mustahil bagi seorang yang punya cita-cita dan harapan yang sangat kuat buat menggapai cita-cita dan harapannya. Sebagai bangsa yang lama terjajah, terkungkung budaya feodal, dan gampang melempar tanggung jawab pada takdir, kita sering tak berani bercita-cita. Padahal, bercita-cita itu gratis. Tanpa modal apa pun. Kalau membuat yang gratis saja tak mampu apakah layak bila berharap makmur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, senantiasa bersikap positif. Obama bukan seorang yang suka berkeluh kesah, dan mengkritik kiri-kanan. Sebaliknya ia selalu bersikap positif, dan mengajak secara positif bangsanya buat melangkah ke depan secara lebih baik. Energi positif Obama yang membuat dunia kini menatap Amerika. Energi positif seperti itulah yang perlu terus kita kembangbiakkan di dalam setiap diri kita masing-masing hingga bangsa ini menjadi bangsa yang berjaya dan bermartabat. Obama saja bisa. Mengapa kita tidak? (*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1116620135797850371?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1116620135797850371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1116620135797850371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1116620135797850371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1116620135797850371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/11/obama-saja-bisa.html' title='Obama Saja Bisa'/><author><name>Nain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_wmubAWhKTMU/R_HdM-5H5iI/AAAAAAAAAEc/NA5WQZL3EVQ/S220/aiz150.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wmubAWhKTMU/SRzY4z5eKDI/AAAAAAAAAHc/AjHodUS8HWE/s72-c/republika_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2739346244778857908</id><published>2008-10-23T17:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T17:22:00.777-07:00</updated><title type='text'>Wimboh Santoso</title><content type='html'>PELAJARAN KASUS NOTRHTERN ROCK&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Wimboh Santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidak percayaan kreditur pemberi pinjaman jangka pendek pada bank yang mengalami liquidity mismatch serta lambatnya respon otoritas dalam mengambil keputusan dan  kurang efektifnya koordinasi dapat memicu krisis likuiditas dan bank runs. Meskipun perbankan Indonesia tidak ada yang “bermain” housing mortgage, namun kasus Nothern Rock Bank menjadi pelajaran berharga bagi bank dan otoritas (Depkeu dan BI) di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Company Profile&lt;br /&gt;Northern Rock Bank (NRB) adalah merupakan hasil merger antara Northern Counties Permanent Building Society dan Rock Building Society (1965). Bank mencatatkan saham pada London Stock Exchange (1997) dan menjadi bank terbesar north-east England dan tercatat sebagai 5 terbesar lembaga penyalur kredit property di UK.&lt;br /&gt;Fokus bank adalah kredit perumahan (hunian) yang mencapai 90% dari portfolio kreditnya. Sumber NRB umumnya bukan dari deposito dan tabungan tetapi dari wholesale credit market (pinjaman pasar uang) yang mencapai 75% funding bank. Dengan struktur dana tersebut, sehingga Northern Rock memang memiliki kerentanan terhadap liquidity mismatch.&lt;br /&gt;NERACA SINGKAT NORTHERN ROCK BANK&lt;br /&gt;31 Desember 2006 (dlm Jutaan GBP)&lt;br /&gt;Total Assets&lt;br /&gt;101.010&lt;br /&gt;Pinjaman kepada nasabah&lt;br /&gt;86.361&lt;br /&gt;Pinjaman antar bank&lt;br /&gt;5.621&lt;br /&gt;Assets lainnya &lt;br /&gt;9.028&lt;br /&gt;Liabilities&lt;br /&gt;101.010&lt;br /&gt;Simpanan nasabah&lt;br /&gt;26.868&lt;br /&gt;Kewajiban antar bank&lt;br /&gt;2.136&lt;br /&gt;Hutang surat berharga (didominasi jangka pendek)&lt;br /&gt;64.294&lt;br /&gt;Hutang lainnya&lt;br /&gt;4.502&lt;br /&gt;Equity&lt;br /&gt;3.210&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber dapat diperoleh informasi bahwa pada posisi terakhir penjamannya kepada nasabah sudah mencapai GBP 113 milyar yang terdiri dari 800.000 debitur serta deposito sebesar GBP 24 milyar dari 1.5 juta deposan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;Pertumbuhan NRB cukup aggresif yang ditunjukkan dengan pangsa kredit baru yang mencapai 18,9% dari total kredit baru di UK. Total gross lending mencapai £33,0 miliar atau meningkat 23% dari tahun sebelumnya dan 87,9% diantaranya adalah residential mortgage yang selama 2006 meningkat 23% dan pada tahun 2007 meningkat lebih tajam sebesar 43%.&lt;br /&gt;Namun, kualitas kredit NRB dilaporkan cukup baik dimana NPL hanya sekitar 0,42%, atau kurang dari setengah rata-rata NPLs industri.&lt;br /&gt;Sumber dana NRB meningkat £18,8 miliar, dimana pangsa terbesar (45%) berasal dari funding stock dan wholesale funding serta retail funding masing-masing 25% dan 24% dari total funding stock. Dengan struktur demikian, NRB terekspose pada risiko likuiditas yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;Dengan merebaknya krisis sub prime mortgage, beberapa building society dan bank di UK mengalami kesulitan likuiditas dan mendapatkan normal funding fasility dari BoE, mengingat  telah terjadi kelangkaan pinjaman antar bank secara global, namun belum menimbulkan gejolak bank runs. Sementara NRB dilanda bank runs mengingat NRB sudah mengalami kesulitas untuk mencari sumber bana jangka pendek di pasar uang sebagai dampak adanya global credit crunch sejak merebaknya subprime mortgage di USA. NRB mengalami kesulitan likuiditas yang serius, sehingga pada tanggal 13 September NRB terpaksa mengajukan bantuan likuiditas darurat (dalam skeme di Indonesia disebut Fasilitas Pinjaman Darurat atau FPD) ke BoE. Bank runs tersebut dipicu oleh persepsi negatif dari investor bahwa NRB mengalami kerugian sebagai dampak kasus SPN di US yang pada kenyataannya tidak demikian sebab portolio utama NRB bukan pada secondary market mortgage securities.&lt;br /&gt;Response Otoritas&lt;br /&gt;Negosiasi dengan BoE telah dilakukan selama sepuluh hari sebelum pada akhirnya diputuskan untuk diberikan pinjaman likuiditas darurat yang menggunakan uang pembayar pajak. Pada awalnya, BoE tampaknya enggan memberikan fasilitas likuiditas darurat, tetapi hanya bersedia memberikan bantuan likuiditas dalam kondisi normal (dalam skeme di Indonesia disebut Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek atau FPJP) dengan jaminan bernilai tinggi dan dikenakan penalty rate. Hal tersebut tersirat dari surat Gubernur BoE (Marvyn King) kepada Treasury Committee mengenai kelemahan dan permasalahan injeksi dana terhadap perbankan. “Pemberian bantuan likuiditas darurat tersebut dapat mendorong bank kurang berhati-hati sehingga  secara tidak langsung pinjaman darurat ini melindungi bank terhadap perilaku yang beresiko tinggi. Hal itu, mendorong excessive risk taking dan menebarkan bibit krisis keuangan dimasa yang akan datang” tulis King.&lt;br /&gt;Namun permasalahan semakin memburuk, dimana sampai tanggal 15 September 2007, telah terjadi penarikan dana sekitar $2 miliar dan akhirnya BoE terpaksa memberikan fasilitas likuiditas darurat berdasarkan persetujuan dari Menteri Keuangan Inggris dengan mendasarkan rekomendasi BoE dan FSA.  Dari berbagai sumber diperkirakan NR telah meminjam sebesar GBP 3 milyar pada hari pertama kena rush.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang menjadi pertimbangan otoritas terkait menyetujui pemberian bantuan likuiditas kepada NRB sbb:&lt;br /&gt;1.Permasalahan Northern Bank adalah kesulitan likuiditas dan bukan solvabilitas. Rasio permodalan bank tercatat sebesar 12,3% dengan tier 1 rasio sebesar 7,7% (2005).&lt;br /&gt;2.Dengan total loan sebesar 86.361 GBP million (2006) dan 90% nya adalah mortgage loan, NRB menguasai 22%1 dari pangsa mortgage loan di UK yang mencapai 346.000 million GBP2. Oleh karena itu permasalahan likuiditas Northern Bank dapat memicu dampak contagion terhadap bank-bank yang memiliki kesamaan bisnis. Hal ini juga didukung fakta bahwa pinjaman antar bank dari NRB juga cukup besar. Dibandingkan dengan krisis Baring Bank (1995), yang tidak ditolong leh BoE karena dinilai tidak menimbulkan dampak sistemik. Disamping itu Barings Bank sudah dalam kondisi insolvent dan kegagalannya disebabkan oleh fraud.&lt;br /&gt;Namun demikian, pengumuman Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa kondisi NRB solvent dan BoE akan menjamin seluruh simpanan nasabah tidak berhasil meredam bank run. Hal ini dikarenakan persepsi negatif yang berkembang karena masyarakat dan pasar belum dapat mengetahui seberapa luas permasalahan akibat krisis SPM terhadap sektor keuangan dan perbankan yang telah merebak secara global.&lt;br /&gt;Dampak terhadap pasar&lt;br /&gt;Permintaan bantuan likuiditas kepada BoE menyebabkan harga saham NRB jatuh 32%. Hal itu juga berimbas pada harga saham bank sejenis, seperti Paragon turun 17% dan Alliance &amp;amp; Leicester turun 7%. Disamping itu bank run berpotensi terjadi pada kedua bank dimaksud dan bank lain sejenis apabila masyarakat dan kreditur di pasar uang masih merasa belum yakin tentang keamanan simpnanan dan investasinya di perbankan dan pasar uang.&lt;br /&gt;Mengingat dampak kerugian atas permasalahan sub-prime ini sulit diketahui secara pasti, maka akan dapat menimbulkan kekhawatiran para kreditur pada lembaga-lembaga keuangan internasional. Sehingga dapat menarik simpanannya terhadap lembaga-lembaga keuangan yang diperkirakan terkena imbas kasus subprime mortgage ini. Sampai berapa lama kekhawatiran ini mereda tergantung hasil laporan keuangan yang diaudit dan dipublikasikan akhir tahun ini. Berbagai sumber mengatakan bahwa dampak secara luas kasus subprime mortgage ini terhadap perekonomian akan cukup lama mengingat terdapat beberapa lembaga keuangan yang beroperasi secara global mengalami kerugian cukup besar dan besarnya kerugian akan masih belum jelas sampai dengan ditirbitkannya laporan keuangan yang di audit untuk posisi akhir tahun 2007.&lt;br /&gt;Lesson Learnt&lt;br /&gt;Dengan pengalaman kasus NRB di UK tersebut maka kita dapat mengambil hikmah dan sebagai pelajaran bagi kita di Indonesia. Jelaskan pelajaran apa yang kita peroleh dari kasus NRB tersebut yang berkaitan dengan penerapan risk managment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2739346244778857908?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2739346244778857908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2739346244778857908&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2739346244778857908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2739346244778857908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/10/wimboh-santoso.html' title='Wimboh Santoso'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7506623928818201231</id><published>2008-10-23T17:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T17:14:53.277-07:00</updated><title type='text'>Tokoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SQETcMndF_I/AAAAAAAAAKA/qyKbjw0TPlU/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SQETcMndF_I/AAAAAAAAAKA/qyKbjw0TPlU/s200/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260507214889424882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tulus Haryono, MEk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buletin Jafek Volome 3 Nomor 1 Edisi Oktober 2008 menokohkan salah satu alumni tebaiknya yaitu Prof. Dr. Tulus Haryono, MEk.  Pak Tulus demikian sapaan akrabnya, saat Fakultas Ekonomi membuka program Doktor Ilmu Ekonomi (S3) dipercaya menjadi Direkturya.  Lulus S1 Fakultas Ekonomi UNS, NIM F0276229 pada 31 Juli 1980 Jurusan Manajemen, kemudian  melanjutkan S2 Pascasarjana di UGM lulus tahun 1989. Menyelesaikan Program S3 Pascasarjana di Universitas Brawijaya Malang lulus tahun 2005 bidang ilmu ekonomi, minat manejemen.  Putra dari Bapak Toredjo (Alm) dan ibu Dinah dan dua-duanya buta huruf ini menyandang Professor pada tanggal 23 Desember 2006, di depan sidang senat terbuka UNS dengan pidato pengukuhan jabatan guru besar ilmu manajemen pemasaran pada FE UNS dengan judul “TELAAH PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN JASA SERTA PENERAPANNYA DI SEKTOR PUBLIK DALAM MEMASUKI ERA REFORMASI”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melalui koresponden Solo, Hardo Samudro yang dikawal Gunawan Sakti, Redaksi mendapatkan laporan hasil wawancara dengan Pak Tulus antara lain menuturkan bahwa  kedua  Orang tuanya rela mengorbankan harta benda yang dimiliki untuk biaya sekolah, karena petuah orang tuanya adalah membekali anak dengan kepandaian / ilmu tidak akan ada habisnya dan akan  lebih menjamin masa depan dibandingkan dengan membekali harta benda, karena harta benda akan habis. Sewaktu mudanya Pak Tulus juga ikut membantu ayahnya sebagai petani dan mempunyai motto hidup yang sangat sederhana yaitu bagaikan air mengalir, tidak perlu ambisius, karena dengan ambisius apabila tidak tercapai akan bisa frustasi. Karena semua tergantung dengan yang menata kehidupan di atas. Setelah kita berusaha dengan semangat, ulet, nekat dan selanjutnya kita serahkan pada Yang Maha Kuasa. Dana bukan satu-satunya untuk memperoleh kesuksesan, karena kalau tanpa ada semangat, keuletan dan kenekatan semua akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Dosen, Pak Tulus memiliki banyak karya dalam bidang Tri Dharma PT. Dalam Bidang Pendidikan sudah 15 buku yang ditulis utamanya Ekonomi Mikro dan belakangan buku pemasaran bahkan satu buku yang masih dalam proses penulisan adalah Manajemen Promosi.    Dalam Bidang Penelitian sudah 30 judul yang dihasilkan baik sebagai ketua peneliti maupun sebagai anggota.  Sedangkan dalam Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan yang merupakan kerja sama dengan institusi lain.  Pria yang pernah mendapat penghargaan antara lain sebagai Man &amp;amp; Woman of Year 2000 dari Yayasan PWI Jateng, Top Executive Award tahun 2002 dari Anugerah Prestasi Indonesia Jakarta (sedikitnya telah menerima 15 jenis penghargaan baik dari Pemerintah maupun lembaga swasta) ini pernah menjabat Direktur Akademi Akuntansi dan Perpajakan Bentara Indonesia Surakarta juga produktif dalam  publikasi karya ilmiah baik di majalah dan jurnal terakreditasi maupun koran.  Pak Tulus juga menjadi Anggota Team Assesor BAN PT Pusat sejak tahun 2005 hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof  Tulus Haryono  lahir di Boyolali, 1 Agustus 1955 dan menikah dengan Dra. Sabar Mariati, MSi dan telah dikaruniai 2 anak yaitu Bambang Setyo Haryono, ST yang sekarang menjadi karyawan Bank Niaga di Jakarta dan Novita Haryono sekarang masih kuliah semester 7 di  FISIP Atmadjaya.  Tinggal bersama keluarga di  Jl. Kartika I/06 Perum Wahyu Utomo, Palur, Karanganyar  Telp (0271)8253535 dan HP 08122983520 serta E-mail: tulusfeuns@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diminta tanggapan terhadap keberadaan Buletin Jafek, masukannya antara lain  perlu adanya optimalisasi dengan pengurus masing-masing wilayah serta kerjasama dengan Fakultas. Buletin ini sangat baik untuk ajang komunikasi antar alumni maupun untuk alumni dengan Fakultas. Dengan terciptanya komunikasi ini diharapkan kesinambungan yang baik antar keduanya dan mungkin lebih ditingkatkan lagi dengan adanya usaha-usaha untuk menjadikan kebanggaan bagi para alumni.  Selamat berkarya Pak tulus dalam mengemban Jabatan baru sebagai Direktur Program S3 FE UNS, semoga Tuhan selalu memberikan petunjuk dan bimbingan agar para alumni tambah bangga atas prestasi yang akan diraih–amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7506623928818201231?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7506623928818201231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7506623928818201231&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7506623928818201231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7506623928818201231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/10/tokoh.html' title='Tokoh'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SQETcMndF_I/AAAAAAAAAKA/qyKbjw0TPlU/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2986723949090788643</id><published>2008-10-18T17:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T17:26:42.757-07:00</updated><title type='text'>Iseng ke Puncak Lawu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SPqI6Aavw4I/AAAAAAAAAJ4/wDNT0FfvsTA/s1600-h/puncak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SPqI6Aavw4I/AAAAAAAAAJ4/wDNT0FfvsTA/s200/puncak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258666045034447746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Catatan Perjalanan  iseng ke Puncak Lawu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sumarwoto (Alumni FE 82)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posko pendakian ke puncak lawu baik di cemoro kandang (jateng) maupun cemoro sewu (jatim) sering kulewati, ketika melakukan perjalanan ke Ponorogo. Kalau melewati tempat tersebut dalam hati terbersit keinginan untuk sekedar  iseng jalan-jalan mendaki. Keinginan tersebut akhirnya kesampaian juga, ketika aku mengantar fahmi (anak saya yang mondok di Gontor). Ayo  mi …mampir mendaki gunung sebentar...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa bekal apapun, sekedar mengenakan baju perjalanan naik motor,  motor ku masukkan ke posko cemoro sewu.. Mas mau jalan-jalan sebentar..! Aku bilang pada petugas posko pendakian. Aku dan Fahmi melakukan perjalanan kira-kira sampai mendekati pos 1(tadinya saya kira sudah pos 1, kuketahui kemudian ketika malakukan pendakian hari berikutnya). Kaki rasanya sudah gemetar… Karena tidakt membawa bekal apapun, akhirnya kami putuskan untuk berhenti dan kembali turun. Sampai di perkebunan wortel (bekas lahan kebakaran yang dimanfaatkan pendukuk), Penduduk yang kebetulan sedang memanen wortel mengatakan “Lho..kok mandap pak…nek pun dugi  nginggil sekeco lho…kathah tiyang sadean…(pikiranku saat itu kenapa tidak kuteruskan saja, toh ada yang jualan). Saya bertanya pada mereka, pinten jam malih pak nggih…Mereka dengan entengnya menjawab “nek tiyang mriki paling 1,5 jam.(pikiran saya..wah cukup dekat..saya pasti bisa.. karena  badan saya ringan..kurus he..he). Tetapi karena  hari itu harus daftar ulang ke Gontor, Aku katakan pada Fahmi, besok bapak akan naik ke lawu, dengan fahmi nanti di kesempatan lain atau liburan semester depan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Esok harinya 10 Oktober2008 , setelah mengantar kembali fahmi ke Pondok, sekitar jam 7.15, Aku pulang kembali menuju Solo. Belum ada rencana  lewat  wonogiri atau tawangmangu. Mengikuti insting tangan yang memegang stang kemudi akhirnya motor membawaku menuju arah tawangmangu..&lt;br /&gt;Di Perjalanan, Aku membuat rencana  mampir ke daerah bekonang..solo menemui teman-teman lama yang siapa tahu mereka aktif di PAN…untuk membantu Thoriq..teman SMP yang menjadi caleg DPR RI no 2 untuk wilayah Sukoharjo. Tetapi terbersit juga keinginan untuk mampir mendaki ke gunung lawu. Sampai mendekati pos pendakian, masih lebih besar keinginan untuk mampir di daerah bekonang, dengan pertimbangan akan Lebih produktif daripada sekedar iseng naik ke lawu,&lt;br /&gt;Ketika akhirnya sampai di depan posko cemoro sewu..lagi-lagi insting yang bicara (bukan karena keinginan yang kuat).  Kebetulan saat itu sepi ..tak ada motor atau mobil di tempat parkir, yang berarti tak ada yang mendaki, karena mungkin hari jum’at, tabu untuk bepergian.&lt;br /&gt;Ditengah keraguan antara mendaki atau tidak, Mas penjaga posko yang kukenal hari sebelumya..teriak-teriak dari  seberang jalan…mas masukkan saja motornya… Akhirnya  motor ku masukkan..beli aqua ..di warung depan..(baru dibuka karena saat itu sekitar pukul 8.00).  Hanya beli aqua saja..toh  di atas  ada yang jualan. Padahal pagi itu aku hanya makan sedikit saja untuk sekedar menghormati mertua yang sudah menyiapkan makanan (Aku tidak terbiasa  makan pagi).&lt;br /&gt;Dengan hanya berbekal sebotol aqua, jam 8.10 Aku mulai melakukan pendakian.  Dari Posko sampai Pos 2, (sekitar 4 km), Aku berjalan cepat (karena ingin segera kembali turun). Karena berjalan cepat  nafas sudah hampir habis. Aku  mulai merasa ragu-ragu,  karena hari itu hanya saya sendiri yang melakukan pendakian.&lt;br /&gt;Dari posko awal sampai pos 2 kira-kira saya tempuh dalam waktu 1,45 menit. Di Pos 2, aku ketemu dengan 2 pendaki muda (yang nanti akhirnya menjadi teman perjalanan), dimana mereka telah berangkat mendakijam 3 pagi, tetapi karena hujan akhirnya menunda perjalanan dan menginap di Pos 1. Merasa masih punya tenaga dan karena saya harus turun hari itu juga, Aku mendahului perjalanan menuju pos selanjutnya yaitu Pos 3, yang jaraknya menurut peta  kira-kira 800 meter.&lt;br /&gt;Perjalanan mulai terasa berat..jarak 800 meter Aku  tempuh hampir 1 jam…teman pendaki muda yang dibawah sudah melewatiku. Jam 10.12  ketemu pendaki yang turun, rombongan anak-anak STM dari bekasi Jakarta. Perjalanan mulai saat itu menjadi terasa berat sekali…haus tidak masalah karena bawa aqua..tetapi terasa sangaat lapar luar biasa (belum pernah aku selapar itu). Tidak ada orang yang lewat, satu-satunya yang terasa nikmat adalah merebahkan badan. Berbaring ditengah jalan bebatuan sambil menetap langit…yang biru bersih tak ada awan sedikitpun..terasa nyaman..dan rasa takut, jika nanti tiba-tiba kabut dan hujan. Akhirnya kupaksakan melanjutkan perjalanan, dengan terseok-seok naik keatas selangkah ..tergeletak lagi..selangkah tergeletak lagi…sambil membayangkan diatas nanti makan indomie panas..(alangkah nikmatnya). Sampai jam 10.53 saat itu aku  benar-benar merasa sudah tidak kuat lagi…sehingga saya sempat tertidur kurang lebih 15 menit..betul-betul tidak kuat,..karena  kebanyakan minum mulut sudah terasa kecut,,kepikiran.. saya tampaknya harus di evakuasi..sudah terbersit dalam hati..siapa yang harus saya hubungi…musyofi (Mantan MEPA UNS), Emon (bakorlak Solo). Sampai kemudian terdenganr suara sayup-sayup azan sholat jum’at ( Wah saya meninggalkan sholat jum’at, sehingga balasaannya seperti ini. Walaupun sudah saya niati karena saya nusyafir..maka sholatnya nanti bisa dijamak).&lt;br /&gt;Pada kondisi kritis tersebut, saya sempat sms minta pulsa..dan memberitahu teman-teman yang kebetulan hari-hari itu sering kontak, (teman-teman tenis sabtu pagi.. bahwa saya mendaki lawu…biar mereka tidak bertanya-tanya  kenapa saya tidak datang tenis besoknya). Kenapa saya mengirim sms, pada hal daerah cemoro sewu tidak ada sinyal..(karena saat itu ada sms masuk, bahkan sampai dua kali).&lt;br /&gt;Lapar luar biasa…belum pernah saya merasakaan selapar itu…sehingga kalau saya tidak dapat makanan pada saat itu minimal saya pasti pingsan…ditemukan orang (kalau kebetulan ada) dan di gotong ke bawah. Alhamdulillah sekitar jam 12.40  sudah hampir 2 jam… ada rombongan pendaki turun dari puncak. Aku harus menjadi peminta-minta kalau mau selamat, sehingga kukatakan pada mereka (Dik..ada makanan tidak..saya  ganti uang..saya belinya…saya sudah tidak kuat lagi). Mereka berkata, wah kami sudah turun..bekal kami sudah habis..tinggal sayur-sayuran,. Saya memaksa mereka…(sayurannya apa…mentimun..yaa sudah mentimun juga ndak masalah). Akhirnya saya dapatkan 2 buah mentimun dari pendaki asal Surabaya, Satu potong roti, dari pendaki asal UMS SOLO (psikologi), Sebuah madu rasa (pendaki dari Bekasi), Vitacimin (pendaki dari Bekasi) dan sebungkus roti kering dari pendaki lainnya, (Makanan-makan tersebut saya dokumnetasikan ketika sampai di rumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan mentimun, mengisap madu rasa…wah luar biasa nikmatnya dan langsung memberikan enegi baru .(Baru kali ini saya makan dan merasa langsung berenergi). Disini saya diberitahu mereka, nanti lurus saja ke argo dalem, disana  ada penjual makanan dan tempat menginap. Saat itu baru aku menyadari kenapa anak-anak pecinta alam itu solidaritasnya luar biasa. Tidak ada cuek-cuekan sedikitpun ketika kita bertemu di jalan.&lt;br /&gt;Perjalanan masih ½  pendakian lagi. Karena sudah kemasukan makanan,  naik ke pos 4 yang sangat tajam..tidak masalah lagi. Di perjalana ke pos 4 ini, ketemu rombongan dari Ponorogo, ada putrinya..ada yang tua, ada yang muda  campur. Melihat penampilan, mereka kelihatannya bukan pendaki (ketika sampai diatas ada cerita,  mereka itu berangkat malam dari arah cemoro kandang, karena salah satu pingsan di jalan mereka nginap di POS IV, mungkin karena mereka belum pernah mendaki lawu sebelumnya..karena pos IV dengan hargo dalem sebenarnya sudah relatif dekat). Mereka nampaknya  membawa misi dari partai..karena mereka memasang bendera PAN di salah satu jalur pendakian cemoro kandang, (kutemukan bendera tersebut keesokan harinya ketika turun). Mereka tampak sehat-sehat dan cepat (mungkin karena turun)…Kusapa dan kutanya mereka.. apakah  masih jauh …ketemu pendaki yang diatas tidak…Mereka mengatakan, ketemu pendaki (yang mendahului saya di pos 3), sudah  sampai  di batu kapur (jarak relative sudah berdekatan dengan saya, karena batu kapur sudah kelihatan dan tidak jauh).&lt;br /&gt;Aku naik lagi, ketika dari jauh kulihat nampak  dua pendaki dari Surabaya, yang mendahului saya tadi , aku jadi tambah bersemangat .tenaga tidak masalah lagi…sesudah melewati sumur Jolotunda (sumur yang terletak didalam gua dengan kedalaman hampir 200 meter) jalan sudah mendatar berbatu dengan pandangan  terbuka. Jalan itu menuju ke arah dibalik gunung. Disini saya sudah berhasil menyusul teman pendaki Surabaya. Ditempat ini pulsa permintaan saya masuk (berarti di tempat ini ada sinyal).&lt;br /&gt;Kemudian dari jauh kulihat seorang   ibu dengan mengenakan pakaian serba merah..kalau sendirian saya pasti takut. Ternyata ibu itu dikenal dengan nama mbok To…pemilik warung di sendang drajat..Pesan Indomi Rebus disitu..sekaligus menghangatkan badan di depan tungku..sholat lohor dan ashar di jamak di bebatuan didepan sendang..ambil air wudhu…airnya masuk sampai menusuk tulang jari tangan ,sehingga terasa menjadi kaku. Ketika mau melanjutkan perjalanan ke hargo dalem…bangkit dari perapian di depan tungku kaki saya kram dua-duanya. Sakitnya luar biasa. Kaki tidak bisa di tekuk..sehingga saya harus dibaringkan dengan disangga kedua teman pendaki. Untung kramnya tidak dijalan tadi ketika sendirian.&lt;br /&gt;Perjalan dari posko awal jam 8.10 dan sampai di sendang drajat jam 2.10 menit,  jadi perjalananku memerlukan waktu 6 jam.(ketika saya cerita di posko, katanya itu waktu tempuh normal). Disini saya ketemu teman-teman pendaki dari Jakarta, yang akan mendirikan camp di sekitar sendang derajat.(mereka yang cerita kondisi pendaki yang dari ponorogo, saya tidak bisa membayangkan kondisi mereka di pagi berikutnya, karena pagi berikutnya di puncak terjadi badai, dengan hembusan angin yang kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya meneruskan perjalanan memutar kearah dibalik puncak gunung,  menuju hargo dalem( disitu ada penghuninya, mbok Yem). Sampai di rumah mbok yem (Mbok yem sudah 20 tahun tinggal di puncak), langsung minta foto bersama (seperti foto dengan artis, karena mbok yem pernah masuk tv7 dalam program jelajah), terus masuk saja ke bedengya (kira-kira mampu memuat 100 pendaki. Bedeng ini punya fasilitas lengkap listrik dengan tenaga jenset, bisa untuk charge HP, WC, Kamar mandi dan yang pasti tungku). Rencananya menginap semalam dan besok paginya naik ke puncak sekitar jam 4 pagi dan terus pulang. Di situ saya ketemu mas Andi asal Mojokerto, tinggal di tangerang, sudah beberapa hari tinggal disitu (pendaki ritual), dan mas Mu’is asal Kediri yang sudah tinggal beberapa bulan.&lt;br /&gt;Tipe-tipe pendaki lawu itu ada beberapa macam. Pertama, pendaki dari pecinta alam…biasanya persiapannya cukup lengkap…dengan tas  punggung yang besar..siap membuka tenda dimana saja..., kedua, pendaki penduduk setempat, yang  seperti mbok To,  karena jualan…. Ketiga pendaki Ritual…yang ini biasanya agak ekstrim..bersandal jepit, bekal ala kadarnya,..dan jalan di malam hari…bisa dalam kondisi hujan..lewat cemoro kandang lagi (jalur ini menurut saya jalur ekstrim..terkesan angker, lha wong kita berjalan dijalan setapak yang licin  dibibir jurang pangurip-urip yang kedalamannya seolaah tanpa batas. Mereka biasanya beberapa hari diatas  dengan menjalani ritual tertentu di hargo dalem (konon tempat pertapaan Prabu Brawijaya (pantas universitas brawijaya sakti)., sambil puasa, atau minimal mutih. Mereke biasanya bersamadi dimalam hari. Kemudian tipe pendaki yang terkhir adalah tipe pendaki Iseng seperti saya,  tanpa persiapan, tanpa bekal , hanya baju seragam ala naik motor..menganggaap enteng ,,,namanya juga iseng..syukur-syukur sampai..kalau  tidak yang turun lagi. Ternyata- iseng-iseng itu sangat berisiko …kalau kita sudah sampai ditengah jalan…naik dan turun sama saja resikonya…tidak kuat..dan bisa mati di jalan. AKu ambil hikmah dari perjalanan itu, semakin tergesa-gesa jarak tempuh terasa semakin jauh, dan ketika  berjalan santai sambil menunduk..langkah terasa ringan dan jarak terasa semakin dekat.&lt;br /&gt;Alhamdulillah , minimal sudah sampai pos aman, sholat maghrib dan isya di jamak, tayammum. Dinginnya minta ampun…di warung mbok yem itu, pesan kopi susu..beli nasi pecel (nasinya dingin .. pedesnya pecel meyekak langit-langit mulut, sementara yang panas hanya telurnya) Beli penutup kepala, beli kaos tangan beli kaus kaki..dan tidak bisa tidur..karena otak terasa beku dingin sekali.&lt;br /&gt;Jam 2  pagi aku sudah terbangun (karena memang tidak bisa tidur), duduk-duduk didepan sentir, biar agak hangat. Persis jam setengah empat pagi, ayam jago berkokok, ayam di gunung belum terkena polusi barangkali, sehingga bangunnya tepat waktu. Keluar walau agak berkabut..tetapi bintang-bintang masih nampak dilangit. Jam empat dan seterusnya hembusan angin semakin kuat..terasa hendak merobohkan bedeng kami..Sholat subuh..jamak lagi..dingin luar biasa. Kabut tebal dan angin semakin  kencang..sehingga  rencana naik puncakpun di tunda. Jam enam pagi lewat rombongan lain dari Surabaya yang  mau turun,,,sebenarnya saya kepikiran mau ikut..tetapi tanggung belum naik ke puncak.&lt;br /&gt;Menunggu-nunggu matahari muncul..malah suasana semakin gelap..(Kata mbok Yem, Alam tidak usah dirasani, nanti malah akan semakin menjadi,  kalau sudah waktunya toh akan berhenti sendiri) ketika sudah mendekati jam 9, kuajak teman-teman naik ke puncak, ditengah terpaan angin yang luar biasa kami naik kepuncak, tidak jauh hanya butuh 30 menit. Tetapi terpaan angin  terasa menyiksa, membuat telinga sakit, mulut kejang dan lidah menjadi kelu.&lt;br /&gt;Sampai di puncak foto sebentar dan saya pamit turun duluan, karena teman-teman sedang merayakan keberhasilan menggapai puncak, sedang saya biasa saja(Ooo begini tho puncak gunung itu, hanya sebuah dataran kecil dengan sebuah tugu sederhana). Karena terpaan angin yang luar biasa saya putuskan turun duluan. Tetapi toh pada akhirnya aku tidak berani, (takut salah jalur dan kesasar). Aku menunggu mereka saja  yang tengah berbahagia, merayakan sebuah pencapaian.&lt;br /&gt;Kemudian setelah kurang lebih 15 menit, akhirnya turun juga dari puncak, kami mempersiapkan diri untuk turun melalui jalur cemoro kandang. Sebenarnya ngeri juga,. Karena ditengah cuaca seperti itu lewat cemoro kandang berbahaya disamping jaraknya juga lebih jauh. Tetapi Karena teman-teman sudah berniat melalui  jalur cemoro kandang sejak awal , akhirnya aku ikut saja. (Tadinya saya mau turun pagi-pagi sendirian lewat cemoro sewu, tetapi, ditimbang-timbang tidak berani).&lt;br /&gt;Jam 10.45 akhirnya kami turun..diperjalannya ternyata anginnya tidak sekuat di puncak..sehingga perjalanan relative aman. Walaupun secara logika  seharusnyya jalur itu langung diterpa angin, karena persis berjalan di bibir gunung berputar-putar. Menurut saya jalur cemoro kandang lebih cocok digunakan oleh para pendaki ritual..karena mereka sudah siap dengan resiko apa saja.termasuk tiba-tiba lenyap ke dalam jurang..atau bisa juga oleh pendaki pecinta alam dengan persiapaan matang..dan mereka memang mencari tantangan, sekaligus uji nyali. Tetapi jangan-sekali-kali digunakan oleh pendaki iseng semacam saya. Jalur ini jalur jalan setapak, dibibir jurang yang penuh dengan longsoran..dan menyeberangi dua bukit yang membelah jurang yang sangat dalam. Karena turun kami terus berjalan cepat tanpa  berhenti..jalur cemoro kandang pemandangananya hanya jurang yang sangat dalam, beda dengan cemoro sewu yang pemandangannya telaga sarangan.&lt;br /&gt;Kurang lebih setelah 3.5 Jam, kami sampai pos satu…karena saya sudah sangat rindu bertemu keluarga sehingga saya mendahului teman seperjalanan saya yang akhirnya kutahu bernama Ayub Mahasiswa UNESA Surabaya dan RERE yang masih SMA.  Berjalan sendiirian ditengah hutang, didepan saya ada ibu-ibu yang mengggendong kayu dengan jalan yang sangat cepat..yang tiba-tiba menghilang..saya mulai takut…jangan-jangan..dia sejenis jin. Ternyata karena dia berjalan sangat cepatnya sehingga ketika di tikungan jadi tidak kelihatan. Akhirnya saya berjalan semi berlari di belakangnya..dan saya minta izin untuk mengambil fotonya.dia mau di foto. Melihat seorang Ibu  menggendong kayu bakar dari atas gunung, pikiranku melayang ke hiruk-pikuk BEI, yang katanya menyebabkan banyak orang kekayaannya turun (Dari 10 M menjadi 6 M, he..he, dan menyikapi kondisi ini SBY bingung mengambil kangkah-langkah penyelamatan). Sementara Ibu itu hanya butuh uang barang Rp10.000 rupiah,  hanya Rp10.000 rupiah, ini terbukti ketika saya kasih uang sepuluh ribu rupiah..Ibu itu sangat bergembira sekali.&lt;br /&gt;Kemudian dia terus berjalan cepat,  tetapi menggunakan jalur yang berbeda..saya menjadi bingung..lho medal pundi buk…ternyata dia lewat jalan terabasan, saya mau mengikuti tidak diperbolehkan, sehingga saya sendirian lagi..tetapi kemudian dibawah terdengar suara orang sehingga agak ayem..ternyata mereka rombongan yang mau mendaki..sekitar 6 – 7 orang dari Sukoharjo (wah teman sekampung), satu orang pusing sudah hampir tidak kuat…padahal naik keatas masih diperlukan waktu lagi minimal 5 jam, dengan cuaca buruk lagi. Turun lagi ketemu rombongan dari bandung, kuberitahu mereka kondisi jalur dan cuaca buruk, mereka katanya mau bikin base camp di Pos 2. Tak terbayangkan bikin base Camp di pinggir  Jurang.&lt;br /&gt;Aku terus berjalan turun, tanpa tahu berapa jauh lagi, sampai Akhirnya aku merasa plong, sangat  lega  ketika jalan raya- Cemoro sewo sudah kelihatan..dengan sebersit  rasa bangga turun sendirian dari atas gunung lengkap dengan tongkat walau nampak loyo tetapi hati ini terasa gagah (he..he..). Di Pos persiapan pendakian bertemu dengan banyak  anak-anak muda dengan persiapan dan perbekalan  lengkap, bersiap-siap mau melakukan pendakian. Sementara saya naik gunung tanpa persiapan dan perbekalan dan hanya sekedar iseng..betul-betul hanya sekedar iseng, telah turun gunung…dengan tampilan lebih mirip tampilan pendaki ritual …atau penduduk desa yang sudah biasa naik-turun gunung.&lt;br /&gt;Kemudian aku mampir di warung depan cemoro kandang yang hari sebelumnya kusinggahi,..ketika kuceritakan perjalanan saya..mereka agak kaget juga..kok nekat banget.  Ketika jalan  ke cemoro sewu untuk ngambil motor,  salah seorang yang ada diposko yang kupamiti sehari sebelumnya,  mengenali saya dan saya dibonceng sampai ke posko. Mereka ternyata juga menanti-nanti kedatangan saya. Pamitnya cuma jalan-jalan kok sampai ke puncak. Rupanya teman-teman yang turun menceritakan kondisi saya ke petugas posko. Termasuk teman-teman yang turun pagi itu…yang cerita saya juga sudah mau turun.&lt;br /&gt;Perjalanan turun dari puncak jam 10.45, sampai di posko cemoro kandang jam 14.45, sehingga waktu yang diperlukan untuk turun gunung adalah 4 jam.  Mampir di Masjid untuk sholat Lohor dan ashar(dijamak) yang lokasinya di perjalanan turun agak bawah kearah tawangmangu..ketika sedang baca tulisan “HP mohon dimatikan”, SMS secara berondongan masuk…ternyata banyak yang mencari saya..heboh..katanya saya hilang, Ternyata peralatan komunikasi di satu sisi sangat menyesatkan, ketika saya tidak berhasil dihubungi maka dianggap saya hilang,.. di cemoro sewu memang tidak ada sinyal (hallo para penyedia jasa telekomunikasi,  cemoro sewu di pasang BTS dong ..! para  pendaki sangat memerlukan).&lt;br /&gt;Tips buat para pendaki Iseng :&lt;br /&gt;Mendaki gunung bisa dilakukan tanpa persiapan  yang berat . Cukup pakai baju hangat , sandal jepit ndak masalah, asal bawa banyak, soalnya putus dijalan.  Minum..dan jangan lupa Makanan untuk pengganjal perut, ini sangat penting.  Mendakilah  pagi hari, lihat dulu cuacanya cerah apa tidak. Kalau sore pasti sampeyan ndak berani  berjalan sendirian,  apalagi kalau hujan. Kalau naiknya  gunung lawu tidak usah bawa bekal banyak-banyak malah memberati punggung, karena diatas ada warung- dan penginapan gratis. Kalau turun sudah tidak perlu bekal lagi..tinggal lari saja.&lt;br /&gt;Terima kasih, kepada Ayub, Rere,  teman seperjalanan, teman-teman pendaki dari Surabaya, Bekasi, Solo yang telah rela memberikan bekal nya di saat-saat saya sedang kritis, Mbok To di Sendang Drajat, Mbok yem di Argo dalem , mas Andi Mas Moeis.&lt;br /&gt;Dokumentasi pendakian Iseng saya uploade flickr,com disamping dan di you tube..lengkap dengan tanggal dan jam peristiwa bisa di save image oleh siapa saja kalau mau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2986723949090788643?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2986723949090788643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2986723949090788643&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2986723949090788643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2986723949090788643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/10/iseng-ke-puncak-lawu.html' title='Iseng ke Puncak Lawu'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/SPqI6Aavw4I/AAAAAAAAAJ4/wDNT0FfvsTA/s72-c/puncak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2876056279357368134</id><published>2008-10-02T23:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-02T23:50:24.795-07:00</updated><title type='text'>Tokoh Alumni</title><content type='html'>&lt;a href="http://bundarully.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/Profill.gif" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2876056279357368134?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2876056279357368134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2876056279357368134&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2876056279357368134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2876056279357368134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/10/tokoh-alumni.html' title='Tokoh Alumni'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3918805988917402761</id><published>2008-09-20T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T19:16:28.191-07:00</updated><title type='text'>Mudik-mudik</title><content type='html'>&lt;a href="http://media.photobucket.com/image/idul%20fitri/den_ayune_album/01264.gif?o=25" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i472.photobucket.com/albums/rr83/den_ayune_album/01264.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3918805988917402761?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3918805988917402761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3918805988917402761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3918805988917402761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3918805988917402761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/09/mudik-mudik.html' title='Mudik-mudik'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6518749709573170884</id><published>2008-09-20T18:42:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T18:42:53.427-07:00</updated><title type='text'>Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;a href="http://media.photobucket.com/image/idul%20fitri/h4idar/idul-fitri-1.jpg?o=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i462.photobucket.com/albums/qq343/h4idar/idul-fitri-1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6518749709573170884?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6518749709573170884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6518749709573170884&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6518749709573170884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6518749709573170884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/09/idul-fitri.html' title='Idul Fitri'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4464840618347935256</id><published>2008-07-30T17:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T17:25:12.154-07:00</updated><title type='text'>TASIKA</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://s258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/?action=view&amp;current=tasika-2.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/tasika-2.gif" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4464840618347935256?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4464840618347935256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4464840618347935256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4464840618347935256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4464840618347935256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/07/tasika.html' title='TASIKA'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8377067671216853200</id><published>2008-07-30T17:07:00.001-07:00</published><updated>2008-08-02T01:51:46.743-07:00</updated><title type='text'>Mas Giyarto</title><content type='html'>&lt;a href="http://s258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/?action=view&amp;current=giarto.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/giarto.gif" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8377067671216853200?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8377067671216853200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8377067671216853200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8377067671216853200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8377067671216853200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/07/photobucket.html' title='Mas Giyarto'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5578144669449438531</id><published>2008-07-30T04:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T04:58:22.474-07:00</updated><title type='text'>“Risk Management</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Risk Management Driven Competition” di Industri Perbankan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Wimboh Santoso, PhD1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;I.Latar Belakang&lt;br /&gt;Kondisi perbankan di Indonesia telah mengalami evolusi yang relative drastis pada waktu diterapkan liberalisasi perbankan yang dituangkan dalam Paket Oktober 1988 (PAKTO 88). Semangat dari PAKTO pada dasarnya untuk lebih memberikan kelonggaran kepada bank-bank dalam menjalankan operasinya dan mengurangi secara bertahap intervensi Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berupa stimulus dalam operasi perbankan.  Dilain pihak, BI berkewajiban untuk mengeluarkan aturan prudential dalam rangka menjaga stabilitas perbankan agar kepentingan nasabah dapat terlindungi dan transmisi kebijakan moneter dapat berjalan dengan baik. Namun demikian aturan prudential yang ada belum secara simultan diberlakukan di Indonesia sampai dengan terjadinya krisis perbankan pada tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peraturan prudential yang seharusnya mutlak dilakukan agar dapat mengurangi moral hazard di perbankan paska liberalisasi, antara lain berupa pengawasan konsolidasi dengan perusahaan group terkait, penerapan risk based supervision, penyesuaian peratuan CAR yang memasukan market risk. Dalam penerapan aturan prudential dimaksud memerlukan prasarat bagi bank antara lain telah diterapkannya risk menejemen agar pelaksanaannya aturan prudential dimaksud dapat lebih effektip dan meminimalisir dampak negatip atau distorsi terhadap industri perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan risk menejemen di Industri perbankan mempunyai sasaran agar setiap potensi kerugian dimasa mendatang dapat di identifikasi oleh menejemen bank sebelum transaksi atau pemberian kredit dilakukan, sehingga keputusan untuk melakukan suatu transaksi  sudah benar-benar mempertimbankan potensi kerugian yang mungkin timbul dimasa mendatang serta rencana pengendalian dan mitigasi atas risiko yang ada. Namun demikian berbagai faktor baik internal maupun external dapat mempengaruhi besarnya risiko suatu bank, sehingga pengendalian atas risiko dimaksud akan bersifat dinamis sehingga sesuai dengan perubahan portoflio  bank dan variable risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, terdapat agenda berbagai ketentuan yang diterapkan di perbankan international dengan mengacu kepada 25 Basle Core Principle (BCP) dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah mempunyai komitmen untuk meningkatkan pendekatan pengawasan dan pengaturan perbankan sesuai dengan pendekatan international best practice. Penerapan berbagai prinsip dalam BCP dimaksud juga memerlukan prasyarat diterapkannya risk menejemen di perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai pertimbangan tersebut diatas maka BI merencanakan untuk menerapkan risk menejemen di perbankan Indonesia. Namun demikian penerapan risk menejemen dimaksud memerlukan keterlibatan top menejemen  dan komisaris di bank mengingat tanggung jawab akhir dari operasional bank akan berada di tangan menejemen bank yang telah mendapatkan persetujuan oleh dewan komisaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peper ini akan dibahas secara ringkas berbagai aspek risk menejemen di perbankan serta rencana penerapannya di Indonesia serta peran risk management dalam meningkatkan competitive advantages. Namun demikian perlu kiranya dalam paper ini juga akan dibahas sejauhmana peran komisaris dan direksi dalam penerapan risk menejemen di perbankan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Risk Menejemen di Perbankan&lt;br /&gt;Risiko merupakan potensi kerugian yang akan terjadi dimasa mendatang, dimana risiko dimaksud perlu dilakukan identifikasi, pengukuran pengendalian dan pemantauan oleh menejemen bank. Risiko disetiap bank tidak selalu sama dengan bank yang lain tergantung dari cakupan operasi bank masing-masing. Secara umum potensi kerugian dalam usaha perbankan dapat berasal dari:&lt;br /&gt;b.Risiko kredit sebagai akibat terdapat potensi bahwa klaim terhadap nasabah debitur tidak terbayar sebagian atau sepenuhnya.&lt;br /&gt;c.Risiko suku bunga dimana dapat terjadi apabila terdapat potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi suku bunga.&lt;br /&gt;d.Risiko nilai tukar dimana dapat terjadi apabila terdapat potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi nilai tukar.&lt;br /&gt;e.Risiko operational dimana dapat terjadi apabila terdapat potensi kerugian sebagai akibat system failure, human errors, dan kesalahan operational lainnya.&lt;br /&gt;f.Risiko-risiko lain seperti legal, likuiditas, reputational, strategy, compliance dimana dapat menyebabkan kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;Risiko-risiko dimaksud diperlukan pengendalian agar dapat diperkecil kemungkinan terjadinya serta dibatasi dampaknya terhadap kerugian bank. Risiko-risiko dimaksud pada dasarnya tidak dapat dihilangkan sama seklai, namun dapat diminimalisir dampaknya dengan menyediakan permodalan yang cukup untuk menyerap risiko dimaksud apabila benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerapkan menejemen risiko diperlukan beberapa prinsip pokok agar penerapannya dapat lebih effektip. Prinsip dimaksud antara lain meliputi:&lt;br /&gt;a.Organisasi menejemen risiko yang terpisah dari fungsi business dan kontrol&lt;br /&gt;b.Kejelasan dari tanggung jawab dan wewenang pada setiap jenjang jabatan yang terkait dengan pelaksanaan menejemen risiko termasuk Direksi dan Komisaris.&lt;br /&gt;c.Di dukung dengan sumber daya manusia yang mempunyai ketrampilan dan pengetahuan menejemen risiko terutama di risk menejemen unit.&lt;br /&gt;d.Terdapat kebijakan, prosedur dan penetapan limit yang jelas dalam proses menejemen risiko.&lt;br /&gt;e.Diterapkannya pendekatan identifikasi, pengukuran, pemantauan  dan pengendalian risiko serta didukung oleh sistim informasi yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menejemen risiko dimulai dari penentuan kebijakan menejemen risiko oleh menejemen bank yang memuat risiko apa dan besarnya berapa yang dapat ditolerir oleh bank. Kebijakan menejemen risiko ini tentunya dikaitkan dengan besarnya permodalan yang tersedia serta kebutuhan modal mimimum yang harus di pelihara oleh bank dengan harapan bahwa kebijakan menejemen risiko dimaksud dapat memberikan rambu-rambu kepada unit kerja business agar tidak hanya berorientasi kepada keuntungan tatapi juga mempertimbangkan risiko yang dihadapi. Kebijakan menejemen risiko ini akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan business plan agar risiko-risiko yang ada dalam implementasi business plan dimaksud masih sesuai dengan kebijakan risk menejemen dan permodalan bank masih dapat menyerap potensial kerugian yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menejemen di suatu bank dikatakan effektip apabila risiko bank rendah dengan trend yang menurun serta proses menejemen risiko diterapkan dengan konsisten. Efektivitas penerapannya dapat diukur dengan besarnya realisasi kerugian bila dibandingkan dengan yang diproyeksikan serta terjaganya kecukupan permodalan yang ada untuk menutup potensial keugian yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparansi kepada stakeholders juga merupakan salah satu prasyarat dalam penerapan menejemen risiko agar kinerjanya dapat dipertanggung jawabkan. Transparansi dimaksud berupa informasi kepada publik minimal satu tahun sekali yang berisi garis besar kebijakan menejemen risiko, serta mempublikasikan secara periodic (triwulanan) kinerja yang telah dicapai.  Dengan transparansi dimaksud akan mendorong menejemen untuk melakukan pengendalian risiko secara lebih efektip serta stakeholder dapat mengetahui kondisi bank dengan merujuk kepada kinerja yang dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.  Penerapan Risk Menejemen di Perbankan Indonesia&lt;br /&gt;Restrukturisasi industri perbankan paska krisis diantaranya dilakukan dengan penyempurnaan pendekatan pengawasan dan pengaturan perbankan dengan mengacu kepada international standard  atau 25 Basle Core Principles (BCP) for Effective Banking Supervision. Hal ini juga telah dituangkan dalam Letter of Intent dengan IMF. Rencana lebih rinci juga telah dituangkan dalam Master Plan Pengawasan Bank di BI sejak tahun 2000. Penerapan risk menejemen di perbankan Indonesia merupakan salah satu agenda dalam Master Plan  sebagai prasyarat akan diterapkannya:&lt;br /&gt;a.Perhitungan CAR untuk memasukan risiko-risiko lainnya selain risiko kredit,&lt;br /&gt;b.Pendekatan pengawasan bank berdasarkan risiko,&lt;br /&gt;c.Penyesuaiann CAMEL rating yang lebih berorientasi kepada risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BI telah membentuk Task Forces dalam rangka penerapan berbagai agenda dalam peningkatan pengawasan dan pengaturan bank yang bertugas melakukan pengkajian dan membuat draft pedoman serta mendiskusikan dengan para praktisi perbankan untuk mendapatkan input sebelum menjadi final draft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk risk menejemen, BI telah membuat pedoman minimal yang dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI). Berdasarkan PBI dan SE dimaksud, setiap bank diharuskan untuk membuat Pedoman Penerapan Risk Menejemen sebagai acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam penerapan risk menejemen di internal bank. Draft final dari isi pedoman minimal risk menejemen bagi bank-bank sudah  diskusikan dan diseminarkan beberapa kali dengan praktisi, dengan demikian darft ini sudah mengakomodasi kepentingan para praktisi perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan PBI dan SE dimaksud maka bank-bank akan membuat Pedoman Penerapan Risk Menejemen sebagai acuan intern di masing-masing bank. Dalam pedoman dimaksud diharapkan akan konsisten dengan agenda master plan, penerapan berbagai agenda peraturan dan perubahan pendekatan pengawasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan menejemen risiko terdiri dari empat pilar yaitu:&lt;br /&gt;1.Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi&lt;br /&gt;2.Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit&lt;br /&gt;3.Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian dan sistim informasi menejemen risiko&lt;br /&gt;4.Sistem pengendalian intern&lt;br /&gt;Namun demikian dalam paper ini hanya akan diulas khusus peran dewan komisaris sebagaimana dalam bahasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Peran Komisaris dan Direksi Dalam Penerapan Risk Menejemen di Perbankan Indonesia&lt;br /&gt;Keikutsertaan Dewan Komisaris dan Direksi dalam proses penerapan risk menejemen di bank mutlak diperlukan mengingat Dewan Komisaris akan berfungsi melakukan pengawasan kinerja Direksi atas pelaksanaan mandat yang diberikan oleh pemegang saham. Dalam melaksanakan mandat dimaksud, Direksi diharuskan oleh BI untuk menerapkan risk menejemen agar risiko yang dihadapai dimasa mendatang di identifikasi, diukur, dipantau dan dikendalikan dengan baik. Dengan demikian salah satu peran Dewan Komisaris diantaranya melakukan persetujuan, monitoring dan memberikan arahan bila diperlukan atas rencana dan penerapan risk menejemen di perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Dewan Komisaris dimaksud secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Dewan Komisaris diharuskan melakukan evaluasi atas kebijakan menejemen risiko bank sekurang-kurangnya 1 tahun sekali, namun demikian evaluasi dimaksud dapat dilakukan lebih dari satu tahun dalam kondisi bahwa terjadi permasalahan yang penting serta perlu mendapatkan arahan dari Dewan Komisaris.&lt;br /&gt;2.Melakukan evaluasi atas pertanggung jawaban Direksi berkaitan dengan pelaksanaan menejemen risiko sekurang-kurangnya setiap triwulan.&lt;br /&gt;3.Melakukan evaluasi dan memutuskan permohoan Direksi berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris terutama dalam aspek menejemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Direksi akan perperan active dalam penerapan risk menejemen baik dalam penyusunan kebijakan, melakukan evaluasi pelaksanaan dan memberikan arahan strategy yang diperlukan terutama apabila terdapat kondisi-kondisi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Disamping itu Direksi juga diwajibkan untuk melaporkan kepada Dewan Komisaris rencana kebijakan menejemen risiko sekurang-kurangnya satu tahun sekali serta wajib melaporkan hasil penerapan menejemen risiko sekurang-kurangnya setiap triwulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewenangan dan tanggung jawab Dewan Direksi secara rinci dapat dikemukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Menyusun kebijakan dan strategi menejemen risiko sekurang-kurangnya satu tahun sekali termasuk didalamnya limit portolio bank, per jenis risiko dan per aktivitas fungsional.&lt;br /&gt;2.Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan menejemen risiko dan eksposure risiko bank secara keseluruhan maupun per jenis risiko dan menyampaikan hasil pelaksanaan menejemen risiko kepada Dewan Komisaris sekurang-kurangnya setiap triwulan.&lt;br /&gt;3.Melakukan evaluasi dan memutuskan transaksi yang menjadi kewenangan Direksi.&lt;br /&gt;4.Mengembangkan nilai-nilai menejemen risiko disetiap jenjang organisasi agar dapat terjadi synergy di setiap unsur dalam organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan menejemen risiko.&lt;br /&gt;5.Memastikan adanya peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang terkait dengan proses menejemen risiko.&lt;br /&gt;6.Memastikan bahwa fungsi menejemen risiko telah beroperasi secara independen dari pengaruh kepentingan business unit serta terdapat fungsi monitoring oleh unit kerja pengendalian intern yang terpisah dari pelaksanaan fungsi menejemen risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab akhir pelaksanaan menejemen risiko berada di Direktur Utama dan setiap Direktur bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dimasing-masing bidangnya termasuk didalamnya mematuhi limit risiko yang telah dialokasikan sesuai fungsinya (a.l. kredit, treasury, operasi, dll). Sedangkan Direktur kepatuhan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan menejemen risiko ini sudah sejalan dengan ketentuan yang berlaku.  Dalam hal fungsi menejemen risiko di pimpin oleh seorang Direktur, maka direktur dimaksud bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan menejemen risiko di bank sedangkan tanggung jawab akhir tetap ada di Direktur Utama. Dalam hal pimpinan unit menejemen risiko dipimpin oleh bukan seorang direktur, maka tanggung jawab penuh di pejabat dimaksud dan tanggung jawab akhir ada pada di Direktur Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Peran Kantor Cabang dan Unit Kerja Lainnya.&lt;br /&gt;Di bank terdapat beberapa fungsi yang dijalankan oleh unit kerja termasuk kantor cabang untuk mendapatkan pendapatan atau fee dalam berbagai aktivitas antara lain kantor cabang, unit treasury, dan jasa perbankan lainnya. Terdepat kecenderungan bahwa unit usaha ini lebih mengutamakan keuntungan atau fee dan kurang memperhatikan risiko yang mungkin timbul. Dengan penerapan menejemen risiko maka berbagai aktivitas usaha ini diterapkan batas eksposure risiko yang dapat diterima oleh menejemen bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian peran aktivitas usaha ini berkewajiban untuk mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan dalam rangka penerapan menejemen risiko di bank, terutama mematuhi prosedure transaksi dan limit risiko yang telah ditetapkan oleh menejemen. Dalam kondisi tertentu, pelanggaran prosedur dan limit dapat saja dilakukan namun ada proses persetujuan dari pimpinan atau direksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor cabang/aktivitas usaha lainnya wajib melaporkan posisi keuangannya dan/atau risiko yang telah diterapkan kepada unit menejemen risiko sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, agar dapat dimonitor keseluruhan risiko dari bank dimaksud. Para pejabat dan seluruh jajaran di kantor cabang perlu memahami menejemen risiko secara umum serta kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh kantor pusatnya. Pimpinan kantor cabang berkewajiban untuk meningkatkan risk culture  di seluruh pajabat dan pegawai di kantor cabang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risk menejemen staf dapat ditempatkan di kantor cabang/unit kerja tertentu apabila dirasa kantor/unit kerja dimaksud mempunyai peranan penting dalam memberikan sumbangan terhadap kelangsungan usaha bank serta sistim informasi yang ada kurang dapat membantu secara efektip untuk monitoring pelaksanaan menejemen risiko di kantor cabang/aktivitas usaha tertentu, maka usaha dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.Risk management sebagai competitive advantages&lt;br /&gt;Meningkatkan shareholder value merupakan sasaran terkahir dari diterapkannya risk management. Hal ini hanya dapat dicapai apabila bank dapat menjalankan proses operasinya mendasarkan kepada prinsip-prinsip risk management baik mulai dari design kebijakan, keterlibatan secara aktif senor management dalam kegiatan risk management, identifikasi dan pengukuran serta pelaporan yang baik, dan terakhir kali yang harus ada berkaitan dengan internal control. Selama proses tersebut dilaksanakan maka potensi kerugian yang dihasilkan berkaitan dengan kredit risk, market risk, operasional risk maupun risiko lainnya dapat di kendalikan dengan baik dan biaya-biaya yang lebih effisien. Pada akhirnya setelah semua komponen dalam risk management telah berjalan dan menjadi culture dalam suatu perusahaan, maka secara otomatis shareholders value akan meningkat melalui laba yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan kompetisi, dengan proses risk management maka akan dapat secara cermat memberikan hasil analisis pricing yang lebih akurat berkaitan dengan berbagai komponen yang berkaitan dengan risk premium suatu produk. Banyak sekali pengalaman bahwa ketidka jelasan analisis terhadap conterpary, maka risk premium berkaitan dengan probability default counterpary akan digeneralisir dengan pendekatan yang conservative sehingga risk premium menjadi lebih tinggi dari yang sebenarnya. Risk management tools akan dapat memberikan gambaran risk premium counterparty yang benar sehingga dimungkin akan dapat memberikan pricing yang lebih murah. Dengan demikian dapat memberikan competitive advantages dalam price competition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan risk management bank juga dapat melakukan defrensiasi produknya meningat banyak sekali produk yang belum ditawarkan oleh perbankan hanya semata-mata ketidak pahaman bagaimana untuk melakukan risk dan price valuation. Dengan risk management diharapkan dapat melakukan differensiasi produk dalam competisinya atau sering disebut Product competition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu dengan risk management diharapkan bank akan dapat lebih transparent dengan public sehingaa dapat menaikan image bank tersebut. Hal ini dengan pertimbangan bahwa produk perbankan sangat berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat yang dapat dilakukan dengan memerlihara image yang baik. Dengan risk management maka transparansi berkaitan dengan potensi kerugian dimasa yang akan datang dapat diproyeksikan dan dipublikasikan agar masyarakat mengetahui sejauh mana kondisi bank kedepan mengingat uang masyarakat ditanamkan di bank untuk dalam waktu yang panjang sehingga public ingin meyakinkan bahwa dana mereka aman bukan hanya sekarang namun juga dimasa mendatang. Hanya dengan risk management maka bank dapat memproyeksikan potensi kerugian dan kondisi keuangan dimasa mendatang. Kompetisi ini akan meningkat image yang lebih baik dibandingkan dengan bank yang tidak bisa mentransparansikan kondisi keuangannya kedepan (Image Competition)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII.Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan beberapa poin sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penerapan menejemen risiko di perbankan akan bermanfaat baik bagi pemilik, pengurus dan pegawai bank, masyarakat yang berhubungan dengan bank dan BI sebagai lembaga yang berwenang mengawasi bank.&lt;br /&gt;2.Penerapan menejemen risiko juga merupakan upaya untuk mempersiapkan industri perbankan Indonesia dalam persaingan baik dalam industri domestic maupun international terutama dalam antisipasi penerapan pengelolaan bank yang sepadan dengan praktek di dunia international agar perbankan Indonesia dapat juga diterima di perbankan international dalam melakukan usahanya.&lt;br /&gt;3.Komisaris dan Direksi mempunyai peran dan tanggung jawab yang penting untuk mendukung penerapan menejemen risiko di  bank terutama dalam menyusun kebijakan dan monitoring pelaksanaannya.&lt;br /&gt;4.Penerapan menejemen risiko akan kurang effective tanpa dukungan dari seluruh lapisan pejabat dan pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5578144669449438531?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5578144669449438531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5578144669449438531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5578144669449438531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5578144669449438531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/07/risk-management.html' title='“Risk Management'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6284766866639331233</id><published>2008-05-25T18:59:00.001-07:00</published><updated>2008-05-25T18:59:53.544-07:00</updated><title type='text'>Children Song</title><content type='html'>&lt;object width="400" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/toO6BfISFZo&amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/toO6BfISFZo&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6284766866639331233?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6284766866639331233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6284766866639331233&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6284766866639331233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6284766866639331233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/05/children-song.html' title='Children Song'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2346267712326998062</id><published>2008-04-22T15:36:00.001-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:22.364-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>A Time to Kill</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SA5ncWEPmII/AAAAAAAAAbU/PQGN6efVPbo/s1600-h/MV5BNjg0MDA4MDMxOF5BMl5BanBnXkFtZTcwMzI5NDIyMQ%40%40._V1._CR0,0,299,299_SS80_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SA5ncWEPmII/AAAAAAAAAbU/PQGN6efVPbo/s400/MV5BNjg0MDA4MDMxOF5BMl5BanBnXkFtZTcwMzI5NDIyMQ%40%40._V1._CR0,0,299,299_SS80_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192201157062137986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah nonton film "A Time to Kill?", film yang dibintangi Sandra Bullock, Samuel E. Jackson dan dirilis tahun 1996. Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah yang nekat membunuh pemerkosa anaknya yang masih berumur 10 tahun. Film ini sarat dengan muatan rasisme, keadilan dan trauma korban anak yang disiksa dan diperkosa secara biadab oleh beberapa pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nggak nyangka, kejadian seperti film tersebut saya alami. Pada 20 april 2008, saya dihubungi Mas Rozy, beliau ini aktivis kemanusiaan dari yayasan Tikar. Telpon sore itu bunyinya singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bisa ketemu? Lagi di Jogja? Saya punya kasus perkosaan balita yang dilakukan 7 pelaku. Salah satu pelaku adalah orang dewasa berumur 30 tahun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah? oke mas, kita ketemuan. Kapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti malam saya jemput, kita diskusikan bersama!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik, telepon dimatikan, darah saya berdesir. Balita diperkosa? 7 orang? di Jogja? Singkat  cerita&lt;br /&gt;, kami bertemu malam itu, bersama mas Yusron, Rozy, saya dan seseorang dari Jakarta yang kebetulan kami mintai tolong untuk bertindak. Cerita detail yang disampaikan Rozy adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama korban adalah Ravina (nama saya samarkan), umur 5 tahun, gadis kecil yang hidup bersama ibunya di wilayah Wonosari Gunung Kidul. Ayahnya jarang pulang, seumur hidupnya, ia hanya pernah melihat raut wajah ayahnya 3 kali. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut jarang pulang mengunjungi keluarganya. Ibunya seorang pembantu, agak kurang pendengarannya dan tingkat intelektualitas yang di bawah rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ravina tumbuh sebagai balita yang tidak diawasi terus menerus oleh ibunya yang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pembantu. Sampai suatu saat, di tahun 2006, peristiwa memilukan itu terjadi, Ravina yang kala itu berusia 3 tahun, mengalami perkosaan pertama yang dilakukan oleh seorang pelaku berumur 30 tahun, kita sebut saja nama pelaku itu si Bendol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu hanya terdiam, dia tidak berani cerita kemana-mana ketika ia mengetahui anak balitanya mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Tetapi celakanya, ini awal perkosaan-perkosaan berikutnya yang malah melibatkan pelaku-pelaku lain yang berumur antara 10-12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara bocah-bocah tersebut memperkosa Ravina? Ternyata, Si Bendol, pelaku dewasa berkali-kali melakukan pemerkosaan dan diintip oleh 6 bocah usia SD tersebut. Perbuatan tersebut memicu 6 bocah yang terangsang akibat menonton pemerkosaan yang dilakukan Bendol. Ditengarai pula, 6 bocah ini sering menonton film porno di rumahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib malang menimpa Ravina, hingga usia 5 tahun, ia menjadi bulan-bulanan pemerkosaan oleh Bendol dan 6 bocah yang ikut serta menyiksanya. Bukan hanya diperkosa, kerap, Ravina disiksa habis-habisan dengan menusukkan potongan kayu ke dalam (maaf) vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini akhirnya terungkap setelah sang majikan tempat ibu ravina bekerja melihat keanehan dan pendarahan hebat yang dialami Ravina. Ia segera mengobati Ravina dan melaporkan kejadian ini ke Polres Gunung Kiduli. Ravina dalam keadaan depresi dan stress, balita ini kadang menampakkan perilaku yang aneh, sering berlaku seolah-olah sedang disiksa atau diperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, kasus Ravina malah seperti didiamkan. Sudah 6 bulan sejak pelaporan berlangsung, para pelaku tidak ditangkap atau diadili. Bahkan keluarga Ravina, sang korban, mendapatkan teror intimidasi dari para orang tua pelaku. Mereka mengancam akan mengusir Ravina dari kampung dengan alasan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 April 2008, tepat hari kartini, saya bersama teman-teman menuju Polres Gunung Kidul. Kami ingin meminta penjelasan Kapolres dan bertemu dengan Ravina dan keluarganya.&lt;br /&gt;Teman, saya nggak bisa menahan airmata ini, saya bertemu dengan Ravina, gadis kecil 5 tahun yang tampak polos, cantik, tetapi sejuta rasa sakit dan kepedihan tidak bisa ia sembunyikan. Ia tampak malu-malu dan takut ketika diajak bicara. 5 tahun! Biadab sekali mereka yang telah membuatnya bertahun-tahun menderita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil, kami nggak bisa ketemu Kapolres dan nggak ada keputusan dari polisi apakah kasus ini akan diteruskan atau tidak. Kami mendengar desas-desus, bahwa para pelakunya sedang menghapuskan berbagai macam barang bukti dan melakukan negosiasi ini-itu untuk menutup kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kesal sekali dengan kelambatan birokratis seperti ini. Apa-apaan ini semua? Sistem hukum tidak berjalan, Ravina yang sudah jelas menjadi korban malah terancam jiwanya. Ibu Bambang, majikan tempat ibu Ravina bekerja tiba-tiba mendekati saya sambil menggandeng Ravina dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong mas, saya sekuat tenaga melindungi Ravina, tetapi saya mendapatkan berbagai macam ancaman, termasuk SMS yang terang-terangan hendak mengusir saya apabila tetap melindungi Ravina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak, saya pandangi wajah ibu Bambang dan Ravina bergantian, duh Gusti,&lt;br /&gt;ini nggak bisa didiamkan. Saya segera hubungi teman-teman di kementrian negara pemberdayaan perempuan, saya rasa, saya harus minta bantuan dari pusat, karena sistem hukum mandek ditingkat aparat lokal. Paling tidak, akhirnya saya mendapatkan sebuah pesan dari ibu Sofinas, salah seorang Asdep di KPP untuk tetap mendampingi Ravina, dan KPP berjanji untuk membantu kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera kabarkan pesan tersebut kepada teman-teman yang masih berdebat di ruang kantor Polres. Kita segera memutuskan untuk menarik mundur dan membawa Ravina dan keluarganya ke tempat yang lebih aman, sembari menyelesaikan kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan masih panjang dan berliku, Ravina tampak tersenyum kecil ketika rombongan kami pamit mundur meninggalkannya sambil berjanji untuk tetap menyelesaikan kasus ini dan menyelamatkan hari depannya. Tuhan, tolong dengan doa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan berhenti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set, Rozy, Yusron Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatan : Ravina saat ini telah kami ungsikan ke sebuah pesantren di daerah Wonosari di bawah pengasuhan Kyai Harun. Saat ini kami sedang menggalang dukungan dari media press dan kementrian Pemberdayaan perempuan untuk bersama-sama membongkar kasus dan menyelamatkan Ravina. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2346267712326998062?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2346267712326998062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2346267712326998062&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2346267712326998062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2346267712326998062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/04/time-to-kill.html' title='A Time to Kill'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/SA5ncWEPmII/AAAAAAAAAbU/PQGN6efVPbo/s72-c/MV5BNjg0MDA4MDMxOF5BMl5BanBnXkFtZTcwMzI5NDIyMQ%40%40._V1._CR0,0,299,299_SS80_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2951665009929679466</id><published>2008-04-05T16:09:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:22.737-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tayangan TV JBDK'/><title type='text'>JBDK on SCTV, Minggu 6 April 2008</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_gFQQVsiAI/AAAAAAAAAa0/S1kXH0tcA4I/s1600-h/sctv6.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_gFQQVsiAI/AAAAAAAAAa0/S1kXH0tcA4I/s400/sctv6.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185900747739138050" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rekan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hari Rabu sampai Jum'at kemarin, saya dan teman-teman JBDK (mas Beni dan Ananto)  kedatangan tamu dari SCTV program SIGI. Mereka mau bikin investigasi soal warnet dan Situs Porno. Kaitannya dengan UUTE yang baru saja dirilis oleh Menkominfo. Namanya mas Agus dan mas Uyung, mereka reporter dan kameramen yang ditugaskan datang ke kota Jogja tercinta ini untuk melakukan liputan khusus. Nah, kebetulan, kita-kita dari JBDK bergabung untuk membantu mereka melaksanan liputannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, biar asiknya, silahkan pantengin acara SCTV SIGI pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari         : Minggu, 6 April 2008&lt;br /&gt;Jam         : 12.30&lt;br /&gt;Program : SIGI - SCTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk rekan-rekan SCTV - SIGI yang sudah membantu gerakan JBDK. Mari kita buat Indonesia yang Lebih Baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tvLab.BLogspot.com"&gt;http://tvLab.BLogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2951665009929679466?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2951665009929679466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2951665009929679466&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2951665009929679466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2951665009929679466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/04/jbdk-on-sctv-minggu-6-april-2008.html' title='JBDK on SCTV, Minggu 6 April 2008'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_gFQQVsiAI/AAAAAAAAAa0/S1kXH0tcA4I/s72-c/sctv6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4673562580136463884</id><published>2008-04-05T15:40:00.001-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:23.021-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>Meutia Hatta, Menteri KPP : "Jangan Bugil di Depan Kamera!"</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_f_HgVsh-I/AAAAAAAAAak/0B8IOX5KEBA/s1600-h/Meutiahatta.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_f_HgVsh-I/AAAAAAAAAak/0B8IOX5KEBA/s400/Meutiahatta.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185894000345516002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suara Merdeka, 5/4/08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Program Jangan Bugil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya kasus trafficking (perdagangan perempuan) dan kekerasan terhadap perempuan dewasa ini membuat Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta prihatin. Putri Proklamator RI, Bung Hatta itu, menilai kasus-kasus sepeti itu terjadi karena banyak faktor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Antara lain miskion interprestasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kelaparan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menangkal terjadinya kekerasan terhadap perempuan, pihaknya kini gencar menyosialisasikan gerakan anti trafficking yang sekarang sudah ada UU dan PP-nya. Salah satunya dengan meluncurkan program "Jangan Bugil di Depan Kamera" bekerja sama dengan kantor Menneg Lingkungan Hidup dan kalangan LSM Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatan kesusilaan dengan cara-cara yang lebih memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya, kami mengadakan program 'Jangan Bugil di Depan Kamera'", jelas istri tokoh koperasi Prof. Dr. Sri-Edi Swasono itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meutia berharap program tersebut bisa mencapai daerah-daerah yang dibidik seperti Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalbar, Sulut dan Riau. (Fauzan D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meutia Hatta Garap Film ‘Jangan Bugil’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;By admin on Apr 4, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta terus berpacu memerangi aksi perdagangan (trafficking) perempuan. Berbagai media ia tempuh, termasuk melalui karya sinema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan mengeluarkan program baru melalui film berjudul ‘Jangan Bugil di Depan Kamera’,” ujar Meutia Hatta, di sela-sela acara seminar perempuan, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui film itu, putri proklamator ini akan mengkampanyekan nilai-nilai kehormatan, kesusilaan dan tata cara perempuan Indonesia di masyarakat. Mengenai, bagaimana perempuan Indonesia harus bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini bagian dari perjuangan kami. Perempuan sekarang beda dengan perempuan zaman dulu, karena pengalaman dari orang tua dalam mengajarkan nasehat kepada anak perempuannya berbeda,” tutur Meutia. (sjn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meuthia: &lt;strong&gt;Jangan Bugil Depan Kamera!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;WINDI WIDIA NINGSIH&lt;br /&gt; Meuthia Hatta&lt;br /&gt;(iPhA/Abdul Rauf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta gencar menyosialisasikan gerakan anti trafiking. Salah satunya dengan program 'jangan bugil di depan kamera'. Dia berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan bisa ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya kasus trafiking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia, kata dia, dilatarbelakangi kuatnya norma dan budaya tradisi sebagai refleksi atas dominannya nilai-nilai partiarki di banyak masyakarat dunia, misinterpretasi pengajaran agama, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kelaparan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, upaya menepis kekerasan terhadap kaum perempuan merupakan bagian dari perjuangan wanita terhadap trafiking yang sudah ada UU-nya dan PP-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bekerjasama dengan LSM, peranan perempuan dan lingkungan hidup supaya membuka wawasan. Oleh karena itu, kami mengharapkan Departemen Agama lebih gencar menyosialisasikan dan mengamankan nilai-nilai kehormatam kesusilaan dengan cara-cara yang lebih bersifat memasyarakatkan. Untuk mengadopsinya kami mengadakan program jangan bugil di depan kamera," beber Meuthia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk target pencapaiannya, daerah yang dibidik adalah Indramayu, Jawa Timur, Sulawesi, NTT, NTB, Lampung, Kalimantan Barat, Sulut dan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meuthia juga menyerukan agar anggota International Council of Woman untuk dapat secara nyata mengarahkan dana pada isu-isu tersebut.[L5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4673562580136463884?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4673562580136463884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4673562580136463884&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4673562580136463884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4673562580136463884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/04/meutia-hatta-menteri-kpp-jangan-bugil.html' title='Meutia Hatta, Menteri KPP : &quot;Jangan Bugil di Depan Kamera!&quot;'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_f_HgVsh-I/AAAAAAAAAak/0B8IOX5KEBA/s72-c/Meutiahatta.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3292455941916503936</id><published>2008-04-03T08:14:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:23.150-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>Wawasan 24 Maret 2008 - Pornografi Jogjakarta!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_TzcgVsh8I/AAAAAAAAAaU/vXiOYuwe3Rg/s1600-h/wawasan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_TzcgVsh8I/AAAAAAAAAaU/vXiOYuwe3Rg/s320/wawasan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185036742053103554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Senin, 24 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;Pengakses situs porno di Yogya tertinggi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;YOGYA&lt;/strong&gt; - Pelajar dari berbagai SMP/SMA di Yogya mendeklarasikan gerakan menolak pornografi dan pornoaksi. Mereka bertekad untuk bersama-sama mengurangi penyebaran hal-hal yang berbau porno di internet. Mereka juga menolak beredarnya VCD/DVD porno. Deklarasi disampaikan di sela acara "Gaul Abis Tanpa Error" yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM, Sabtu (22/3) dihadiri perwakilan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SLTA di wilayah DIY.&lt;/span&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Saatnya remaja mengembangkan potensi diri. Memiliki hawa nafsu itu fitrah. Melalui pendidikan sudah saatnya tak perlu tonton hal-hal yang berbau porno, " kata Nur Azzizah, Direktur Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi (Grappayak) di Yogya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Saya punya harapan, potensi pelajar Yogya menciptakan gerakan bersama. Bisa jadi muncul geng positif. Ada kegiatan komunitas pelajar yang mampu redam efek negatif pornografi," kata Nur Azizah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Prihatin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Koordinator Jangan Bugil di Depan Kamera, Sony Setiawan yang hadir sebagai pembicara menyatakan prihatin soal tingginya pengakses situs porno melalui internet di Yogya. Bahkan data yang dimiliki menunjukkan, Yogya menjadi kota peringkat pertama dengan hits tertinggi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Bayangkan dibandingkan kota lain, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Macao bahkan Manila (Filipina) hingga Hanoi di Vietnam, Yogya tertinggi," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai perbandingan, Sony menunjuk Singapura yang mempunyai niat kuat mampu menurunkan tingkat kunjungan ke situs tertentu untuk pornografi menjadi nomor ke-10. Jauh di bawah Yogya dan kota lain di Indonesia. "Mereka saja bisa, saya yakin Yogya mampu untuk itu. Butuh kesadaran bersama untuk mengkampanyekan di kalangan muda, " katanya. &lt;em&gt;K-16/ad&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  align="justify" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://tvlab.blogspot.com/2008/03/miyabi-effect.html"&gt;data statistik kota Jogja dapat di klik di sini!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3292455941916503936?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3292455941916503936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3292455941916503936&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3292455941916503936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3292455941916503936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/04/wawasan-24-maret-2008-pornografi.html' title='Wawasan 24 Maret 2008 - Pornografi Jogjakarta!'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R_TzcgVsh8I/AAAAAAAAAaU/vXiOYuwe3Rg/s72-c/wawasan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-301909849872903951</id><published>2008-03-29T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:23.268-08:00</updated><title type='text'>Membedah Google Adsense di Gramedia Plaza Semanggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R-74fkJJ6EI/AAAAAAAAAHs/p2ciIEbtywk/s1600-h/taufik.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R-74fkJJ6EI/AAAAAAAAAHs/p2ciIEbtywk/s200/taufik.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183353442311727170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membedah Google Adsense di Gramedia Plaza Semanggi     &lt;br /&gt;Senin, 24 Maret 2008&lt;br /&gt;Dalam talkshow yang digelar mediakita, Sabtu, 22 Maret 2008, Taufik Hidayat(FE-UNS 91)penulis buku best seller Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet, coba membedah program Adsense di Gramedia, Plaza Semanggi. Dalam pemaparannya, Taufik banyak menjelaskan alur kerja cara mendapatkan account dari Google Adsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit yang merespon penjelasan dari pemilik situs &lt;a href="http://e-traderworld.com"&gt;e-traderworld.com&lt;/a&gt; ini. Banyak pengunjung yang tertarik dan penasaran dengan program ruang iklan dari Google ini. Dan tak sedikit pula yang coba menjajal cara memasukan kode script dalam tubuh website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google Adsense memang bukan rahasia lagi bagi pengakses internet. Program menggiurkan tawaran Google ini telah dibuktikan oleh banyak orang. Aktifitas memasang account Adsense atau google search pun berdampak luas di Indonesia. Inilah alternatif cara mendapatkan uang dari ruang maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi yang masih penasaran ingin menjajal Adsense, silakan simak buku Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet. Ingat pay per click!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-301909849872903951?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/301909849872903951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=301909849872903951&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/301909849872903951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/301909849872903951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/membedah-google-adsense-di-gramedia.html' title='Membedah Google Adsense di Gramedia Plaza Semanggi'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R-74fkJJ6EI/AAAAAAAAAHs/p2ciIEbtywk/s72-c/taufik.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1505313420951566579</id><published>2008-03-26T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:23.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>JBDK 24 Hours, 7 days in a week, anytime, anything!</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-n1GwVshuI/AAAAAAAAAYk/mizwd6B1SA8/s1600-h/1+Tahun+jbdk.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-n1GwVshuI/AAAAAAAAAYk/mizwd6B1SA8/s400/1+Tahun+jbdk.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181942342670386914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ah, senang banget akhirnya bisa mengisi blog ini lagi, setelah seminggu lebih didera pekerjaan yang beraattttttttttt banget dan nggak selesai-selesai. Saya baru saja pulang ke Jogja pagi ini, tiba-tiba dapat telepon dari seorang Reporter dari SCTV. Sang reporter tersebut meminta saya membantunya membuat liputan khusus untuk acara SIGI 30 menit, tentang : Situs Porno!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaahhhhhhh.....saya surprise sekaligus harus menarik napas panjang banget. Ternyata tulisan saya tentang &lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/2008/03/miyabi-effect.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miyabi Effect&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; terbaca olehnya dan dijadikan sebuah ide untuk membuat tayangan yang membongkar habis soal situs-situs porno produksi dalam negeri! Saya bilang ke mas reporter tersebut, bahwa tanggal 2 April 2008, minggu depan, saya harus ngebantuin teman-teman dari Reportase Investigasi Trans TV yang bakal bikin liputan soal pornografi juga di beberapa kota di pulau Jawa. Nah ini dia, 2 pekerjaan datang sekaligus yang bikin saya megap-megap....hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan lain yang lebih membuat saya kehabisan nafas :), antara lain, pada hari kamis 27 Maret 2008, saya harus hadir jadi pembicara utama bedah buku saya yang berjudul "500+ Gelombang Video Porno" di Universitas Soegijopranoto Semarang. Itu belum seberapa, Jumat, 28 Maret 2008, saya harus hadir di Universitas Islam Negeri (UIN) di Jakarta dari jam 9-15.00. Dan sejam setelah itu, jam 16.00 saya harus ada di Kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan, kebetulan saya diminta bikin rencana kegiatan menyambut 100 tahun kebangkitan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-n7igVshwI/AAAAAAAAAY0/P8cgS8Uil_E/s1600-h/OchannelTV.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-n7igVshwI/AAAAAAAAAY0/P8cgS8Uil_E/s320/OchannelTV.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181949416481523458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;O iya, kemarin pas tanggal 25 Maret 2008, saya dan teman-teman dari SBM (School for Broadcast Media) dan Lisa dari Majalah Kawanku (media partner JBDK), diundang jadi pembicara di talkshow &lt;a href="http://www.ochanneltv.com/high/altbrowser.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"For Youth Info" punyanya OChannel TV &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Jakarta. Presenternya si Bona, mantan Indonesian Idol. Wah, seru banget tuh talkshownya, dibuat nggak live, jadi baru bisa ditayangkan besok-besok dah. Nah, buat rekan-rekan JBDKners yang tinggal di Jakarta, jangan lupa nonton acara ini edisi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"FYI OchannelTV : Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke OChannel TV, paginya saya diwawancarai TRI JAYA FM, seputar rencana MENKOMINFO yang akan melakukan sistem blokir terhadap situs-situs porno di Indonesia. Sehari sebelumnya, saya sempat diwawancara via telephone, bareng pak Mentri Menkominfo Muhammad Nuh dalam pokok bahasan yang sama. Saya cuma berpendapat, bahwa JBDK mendukung rencana Menkominfo menjalankan rencana tersebut. Tapi kita kepingin banget dapat informasi teknis, bagaimana cara Menkominfo menjalankan sistem blokir, apakah melibatkan lembaga lain? Menggunakan software dan hardware apa? Dan yang paling penting, bagaimana kesiapan perangkat dan sistem yang akan dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, panjang banget kalau mau cerita kegiatan 1 hari kemarin, padahal ada beberapa agenda besar yang harus kita jalankan secara paralel, termasuk berkolaborasi dengan Persatuan Orang tua Murid dan Guru bersama yayasan Tarakanita, bahwa JBDK akan bergerak bersama mereka menyebarkan pesan "Jangan Bugil di Depan Kamera!" dan kewaspadaan terhadap Dating Violence kepada para siswa pelajar yang nota bene anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 1 tahun semenjak JBDK didirikan, 11 April 2007 adalah sejarah, saat kaki ini mencoba melangkah dan tangan ini mencoba untuk menulis. Terimakasih kepada semua yang telah membuat JBDK menjadi berarti, paling tidak hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan masih panjang, siapkan napas dan tenaga. Salam "Jangan Bugil di Depan Kamera!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set.&lt;br /&gt;Aktivis JBDK 24 Hours, 7 days in a week&lt;br /&gt;Full Time JBDK is not an option, it's a must!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tvlab.blogspot.com"&gt;http://tvlab.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1505313420951566579?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1505313420951566579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1505313420951566579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1505313420951566579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1505313420951566579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/jbdk-24-hours-7-days-in-week-anytime.html' title='JBDK 24 Hours, 7 days in a week, anytime, anything!'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-n1GwVshuI/AAAAAAAAAYk/mizwd6B1SA8/s72-c/1+Tahun+jbdk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1812428164689939482</id><published>2008-03-21T15:09:00.001-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:24.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>Miyabi Effect!</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Who's been Googling Maria Ozawa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Top Hits Viewers based on their cities/locations&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;“&lt;span style="font-size:6;"&gt;&lt;b&gt;MIYABI EFFECT!”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Google Trends show the volume of search in Google for Japanese actress "Maria Ozawa" - famous Porn Star in Asia. Since October 2005 (first video) when she starts to appear the number of search has been increasing dramatically, having a peak in June- August 2006.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Qs1QVshqI/AAAAAAAAAYE/grRaEUZVXko/s1600-h/trend1-full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Qs1QVshqI/AAAAAAAAAYE/grRaEUZVXko/s400/trend1-full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180314764813567650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;She is undoubtedly one of the most googled Japanese actress, surpassing previous J-queen Akira Fubuki. From trends by countries, countries in South-East Asia dominates, and Indonesian is her largest fans. Canada, her former hometown only at the 10th position.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Googling for Miyabi/ Maria Ozawa gives similar results, but earlier rise (August 2005) with a peak in July 2006. Unexplainable peak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-QtDgVshrI/AAAAAAAAAYM/hJEqfaGj9XI/s1600-h/viz2-full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-QtDgVshrI/AAAAAAAAAYM/hJEqfaGj9XI/s400/viz2-full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180315009626703538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;No surprise Fact awarded to : &lt;span style="font-size:6;"&gt;&lt;b&gt;Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Miyabi “Die Hard” Fans!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-QtlgVshsI/AAAAAAAAAYU/yI5LZs6uzRI/s1600-h/regions-full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-QtlgVshsI/AAAAAAAAAYU/yI5LZs6uzRI/s400/regions-full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180315593742255810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Based on cities, she is the mosts searched in East Java, Indonesia (&lt;b&gt;Yogyakarta &lt;/b&gt;&amp;amp; Surabaya)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Qt4wVshtI/AAAAAAAAAYc/DYxYo0BWHTo/s1600-h/cities-full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Qt4wVshtI/AAAAAAAAAYc/DYxYo0BWHTo/s400/cities-full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180315924454737618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;First Rank is &lt;span style="font-size:6;"&gt;&lt;b&gt;Yogyakarta !&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Congrats! Yogyakarta is undoubtly a legitimate city for Miyabi ‘die hard’ fans! Whatever you say, we are bathing in septic tank together! Merdeka!!!!! (sick!)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data diambil dari : http://miyabi.oz.googlepages.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1812428164689939482?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1812428164689939482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1812428164689939482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1812428164689939482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1812428164689939482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/miyabi-effect.html' title='Miyabi Effect!'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Qs1QVshqI/AAAAAAAAAYE/grRaEUZVXko/s72-c/trend1-full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-415620178316250927</id><published>2008-03-20T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:24.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>JBDK di Trans TV dan Trans7</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-DZsd8ky2I/AAAAAAAAAXU/Uhn0BJJSYsA/s1600-h/transtv.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-DZsd8ky2I/AAAAAAAAAXU/Uhn0BJJSYsA/s400/transtv.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179378929452239714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-DZjN8ky1I/AAAAAAAAAXM/yotDqXpguNk/s1600-h/transtv.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin pada tanggal 13 dan 15 maret 2008, saya diwawancarai INSERT Transtv dan Program Selebritis Gossip? Trans 7. Mereka minta pendapat saya dari sisi gerakan Jangan Bugil di depan Kamera. Saya terimakasih banget atas kedatangan teman2 reporter yang akhirnya menjadikan JBDK sebagai wacana untuk menyikapi masalah pornografi dengan lebih kreatif dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang ke mereka, bahwa, mulai sekarang, para artis sebaiknya harus sadar terhadap penampilan dan sosok sebagai pesohor yang notabene sebagai public figure. Mereka nggak boleh sembarangan berbusana atau mengumbar kemolekan tubuhnya. Karena seperti ilmu komunikasi media massa, bahwa apa yang ditampilkan lewat media, televisi khususnya, akan menciptakan efek replicating, peniruan, yang dilakukan para penonton, pemirsa televisi. Jadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, mari mulai sekarang, kita saling mengingatkan, jangan bugil di depan kamera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila aja kalau nekat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-415620178316250927?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/415620178316250927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=415620178316250927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/415620178316250927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/415620178316250927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/jbdk-di-trans-tv-dan-trans7.html' title='JBDK di Trans TV dan Trans7'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-DZsd8ky2I/AAAAAAAAAXU/Uhn0BJJSYsA/s72-c/transtv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6829790922111777297</id><published>2008-03-20T01:57:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:24.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>From Padang with Love - Seminar Nasional JBDK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IdhQVshnI/AAAAAAAAAXs/_TpkEFO0BLc/s1600-h/Foto+kesayangan(001).JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IdhQVshnI/AAAAAAAAAXs/_TpkEFO0BLc/s320/Foto+kesayangan(001).JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179734978588345970" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;From Padang with Love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini laporan perjalanan merangkai keping, merajut benang persahabatan bagi para penggerak kampanye “Jangan Bugil di Depan Kamera!”. Suatu keajaiban dan kehendak dari Sang Maha Kuasa, saat kami berdua datang ke kota Padang, dalam rangka memenuhi undangan seminar nasional “Hitam Putih Budaya Indonesia – Wahai Anak Muda Indonesia, Jangan Bugil di Depan Kamera!” yang diselenggarakan UKK Universitas Negeri Padang, Sabtu, 15 Maret 2008. Saya dan mas Ananto mendarat di bandara udara Padang tepat jam 8 pagi. Naik penerbangan Garuda paling fajar dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kota yang indah, begitu pendapat kami berdua, pemandangan gunung dan bukit terpampang di halaman Bandara. Beda banget dengan situasi bandara Soekarno Hatta, yang hanya dipenuhi dengan gambaran gersang dan calo-calo bersliweran di sana-sini. Kami dijemput panitia UNP jam 9 pagi dan langsung menuju tempat seminar di auditorium rektorat UNP. Waduh, kami nggak sempat mandi pagi nih, padahal, mandi terakhir kami lakukan pada jam 1 malam sebelum berangkat dari Jakarta.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IdhQVshnI/AAAAAAAAAXs/_TpkEFO0BLc/s1600-h/Foto+kesayangan(001).JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Ic6QVshmI/AAAAAAAAAXk/ustxxBeaLgI/s1600-h/welcome-image.png"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-Ic6QVshmI/AAAAAAAAAXk/ustxxBeaLgI/s320/welcome-image.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179734308573447778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IcxQVshlI/AAAAAAAAAXc/zoCn0mLzkoE/s1600-h/image_02.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IcxQVshlI/AAAAAAAAAXc/zoCn0mLzkoE/s320/image_02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179734153954625106" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit nekat, kami bersilaturahmi dengan Rektor UNP yang ternyata kocak dan open mind banget. Hehehehee…sempat-sempatnya tuh si bapak rector menawari kami mandi di ruang kerja beliau. Tentu saja, kami menolak dan beralasan kalau badan kami ini masih segar dan wangi….bohong banget dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memutuskan ikut seminar dari awal. Jam 10 pagi, seminar tersebut dibuka dengan sesi pertama diisi oleh pembicara dari MUI, Kepolisian Daerah dan wakil dari Pemerintah Daerah. Pesertanya sekitar 300 orang, terdiri dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, wakil pemerintah dan elemen masyarakat. Hawa seminar ini dirancang dengan pendekatan perda dan keagamaan (islam). Kota Padang terkenal dengan semboyan : Adat Basandi Syara, Syara basandi Agama. Mungkin gambaran sederhananya, kota ini dijalankan dengan menggabungkan adat budaya dan agama sebagai landasan menjalankan segala aspek kehidupan. Nah, ini dia! Saya dan Mas Ananto harus berpikir keras bagaimana mengenalkan gerakan JBDK kepada masyarakat kota Padang. JBDK dirancang dan dibuat sebagai sebuah gerakan dengan paradigma nasional. Kita berharap banget, JBDK bisa dijadikan gerakan bersama, layaknya gerakan Sumpah Pemuda 1928 yang bisa dilakukan dan dimiliki oleh siapapun, tanpa harus membentuk LSM ini-itu untuk menjalankannya. Siapapun bisa bergabung dan mendirikan gerakan JBDK dimanapun juga. Dengan menggunakan visi, bahwa kita masih bisa berbuat untuk Indonesia dan berjuang seumur hidup melawan kegilaan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gerakan yang baru akan berulang tahun pertama pada tanggal 11 april 08, JBDK telah mencoba memberikan wacana baru menyikapi kegilaan pornografi dengan lebih cerdas dan kreatif. Gerakan ini tidak dirancang secara emosional, tetapi dibuat dengan mengedepankan logika. Pornografi tidak bisa dilawan hanya dengan teriak-teriak di jalan. Kita harus melawannya dengan menggunakan system yang terintegrasi. Pendekatan praktis, media massa dan teknologi informasi adalah alat perjuangan JBDK di dalam menyebarkan pesan ke setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke seminar UKK UNP, akhirnya saya kebagian sebagai pembicara di sesi 2 yang dimulai jam 13.00 bersama dengan H.Mahyeldi, wakil Ketua DPRD Padang. Saya lebih banyak mengupas gerakan JBDK dan buku “500+ Gelombang Video Porno Indonesia”. Sedangkan Pak Mahyeldi lebih mengupas di persoalan pendidikan dan pornografi. Sesi ini berjalan sangat seru, apalagi setelah saya sengaja membagikan fotokopi RUU Pornografi untuk dikupas dan dibaca secara logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini yang menarik, ternyata kita menemukan kelemahan dan pasal absurd di RUU Pornografi yang dibuat PANSUS RUU Pornografi DPR. Maka terbukalah mata logika para hadirin, ketika mereka menyadari, bahwa RUU Pornografi yang selama ini diharapkan menjadi tameng terhadap bahaya pornografi justru menjadi RUU yang sangat berbahaya bila diaplikasikan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dan rasa kaget muncul dari benak para peserta seminar. Saya sendiri cukup surprise dengan reaksi mereka, toh menurut saya, kita harus mengedepankan logika dalam bertindak, bukan sekedar fanatisme buta. Seminar berjalan semakin panas dan seru, tetapi saat-saat keharuan itu hadir ketika saya harus menceritakan sejarah berdirinya JBDK yang dimulai dalam suasana keprihatinan setahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya nggak mau cengeng kalau harus menengok masa lalu. Lalu acara dilanjutkan dengan deklarasi gerakan JBDK Sumatera Barat. Hah? Saya nggak menyangka, rekan-rekan Mahasiswa UNP sengaja menyiapkan 300 pin JBDK dan prosesi deklarasi JBDK di seminar ini. Sungguh sebuah kebanggaan, tatkala kita bersama mengangkat janji JBDK bersama untuk melawan kegilaan pornografi. Sungguh, ini kejutan untuk JBDK. Selamat datang wahai kawan-kawan seperjuangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seminar itu ditutup dengan sebuah rencana bersama untuk tetap bergerak dan mengumumkan hasilnya 10 tahun lagi. JBDK telah lahir di pulau Sumatera, pada episenter kota Padang, dalam hati rekan-rekan Mahasiswa UNP, para hadirin seminar dan siapa saja  yang menjadi saksi peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, 15 maret 2008, sebuah ikrar persaudaraan terjadi. Antara Jawa dan Sumatera bersatu dalam satu wacana JBDK. Karena kita harus mati dengan bangga sebagai manusia, yang berjuang melawan kegilaan pornografi yang menghancurkan negeri ini, demi masa depan kita dan Indonesia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set&lt;br /&gt;Aktivis JBDK&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://TvLab.Blogspot.com"&gt;http://TvLab.Blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;0818 936 046&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6829790922111777297?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6829790922111777297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6829790922111777297&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6829790922111777297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6829790922111777297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/from-padang-with-love-seminar-nasional.html' title='From Padang with Love - Seminar Nasional JBDK'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R-IdhQVshnI/AAAAAAAAAXs/_TpkEFO0BLc/s72-c/Foto+kesayangan(001).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3132759738601139984</id><published>2008-03-13T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:25.154-08:00</updated><title type='text'>THE CIPULARANG IMPACS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R9oatQVz2kI/AAAAAAAAAHk/htMRzHu2jXU/s1600-h/1430425989_8a3c5db1a0_m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R9oatQVz2kI/AAAAAAAAAHk/htMRzHu2jXU/s200/1430425989_8a3c5db1a0_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177480086398687810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;THE CIPULARANG IMPACS&lt;br /&gt;Oleh : Djoko Karyono, SE. Msi (Alumni FEUNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cipularang adalah akronim dari Cikampek – Purwakarta – Padalarang, yaitu nama sebuah jalan tol yang menghubungkan Jalan Tol Cikampek dengan Jalan Tol Padalenyi (Padalarang – Cileunyi) di Bandung. Sebagaimana diketahui ruas Jalan Tol Cikampek merupakan gerbang memasuki Kota Jakarta dari arah timur, sedangkan ruas Jalan Tol Padaleunyi merupakan gerbang memasuki Kota Bandung dari arah barat (Jakarta). Panjang ruas jalan tol Cipularang kurang lebih 55 km, dimulai dari exit tol Cikampek di kilometer 65 kemudian memasuki Gerbang Tol Padalarang di kilometer 120. Karena keluarga saya tinggal di Bandung, maka sejak selesai dibangun pada pertengahan tahun 2005, hampir setiap bulan sekali saya menelusuri Jalan Tol Cipularang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara konstruksi Jalan Tol Cipularang belum termasuk jalan tol yang aman dan nyaman untuk dilalui kendaraan bermotor. Ini terbukti sejak selesai dibangun sampai sekarang jalur ini terus menerus mengalami perbaikan. Bahkan dibeberapa titik pernah terjadi penurunan permukaan tanah yang mengakibatkan jalan tol tersebut amblas. Demikian pula perbaikan dalam sekala kecil seperti perbaikan permukaan jalan sampai perbaikan pagar pembatas seolah silih berganti dilakukan  dengan tiada habis-habisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum hafal karakter jalan tol ini akan mengalami ketidak-nyamanan sewaktu mengendari mobilnya. Akan terasa sekali mobil bergetar karena permukaan jalan yang bergelombang dan setiap tikungan alur kemiringan jalan justru membuang berlawanan dengan arah belokan. Akibatnya stir mobil anda akan mebuang keluar berlawanan dengan alur belokan jalan. Belum lagi apabila kita melalui jalan tol ini pada malam hari. Jalur kearah Bandung dan jalur balik menuju Jakarta hanya dibatasi tembok tipis, akibatnya sorot lampu mobil yang berasal dari arah berlawanan tepat menyilaukan mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung ada teman yang memberikan tips untuk menikmati berkendara di Jalan Tol Cipularang. Pertama, tekanan udara ban mobil harus dalam kondisi sedang tidak boleh terlalu keras agar mobil tidak mudah slip, karena kondisi permukaan jalan tol yang terbuat dari beton (cor semen) relatif licin apabila terkena air hujan. Kedua waktu memasuki tikungan usahakan posisi mobil ada diposisi luar (posisi jalur lambat). Kemudian pada awal tikungan arahkan mobil anda  memotong marka jalan di lajur tengah menuju posisi lajur dalam. Kalau anda penggila balapan mobil formula 1, bisa mencotoh kebiasaan Fernando Alonso waktu menutup jalan lawannya yang akan mendahului dari sisi dalam lajur jalan. Cara itulah yang perlu dilakukan untuk mengurangi efek buang akibat konstruksi jalan yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, harap diingat Jalan Tol Cipularang dari arah Jakarta menuju Bandung mempunyai banyak tanjakan. Untuk mobil dengan cc rendah harus sering over persnelling ke gigi rendah dan jangan sekali-kali berada di lajur dalam karena anda akan disemprot mobil yang punya cc besar. Sedangkan mobil dengan cc besar (2000cc keatas) tidak akan mengalami kesulitan melalui tanjakan di jalan tol ini. Dengan mengingat ketiga hal tersebut, anda akan nyaman selama berkendara, bahkan mungkin anda akan ketagihan untuk selalu mengulangi menelusuri jalan tol Cipularang ini dengan perasaan senang dan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peruntungan Kota Bandung&lt;br /&gt;Konon pembangunan jalan tol ini dilakukan dengan sangat tergesa-gesa untuk mengejar deadline penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 2005 yang puncak acaranya digelar di Bandung. Anehnya banyak tamu dari luar negeri yang akan menghadiri acara puncak konferensi itu akhirnya membatalkan rencana melalui jalan tol itu dan memilih melalui jalur penerbangan. Terlepas dari kontroversi tersebut, keberadaan jalan ini telah merubah sendi-sendi kehidupan di kota Bandung. Bandung yang dahulu dikenal sebagai kota kembang itu telah banyak berubah. Mulai hari jum’at sampai dengan hari minggu  warga Jakarta tumpah ruah menyerbu kota Bandung untuk berlibur bersama keluarga. Tentu saja kehadiran warga Jakarta ini menjadi berkah bagi warga Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini dimanfaatkan dengan baik oleh pengusaha hotel, restoran dan factory Outleet (FO) dan pengusaha jasa hiburan. Meskipun jumlah fasilitas penginapan berkembang pesat, namun bukan pekerjaan yang mudah untuk dapat menginap di hotel berbintang. Apabila anda merencanakan liburan akhir pekan dengan menginap dihotel berbintang, anda harus melakukan pemesanan dua minggu sebelum tanggal yang diinginkan untuk menginap. Demikian juga untuk menikmati makanan favourit anda di restoran ternama maka anda harus rela antri ular-ularan dengan calon pembeli lainnya. Bahkan untuk restoran khas sunda seperti Rumah Makan Laksana atau Rumah Makan Ampera, jangan harap anda dapat tempat parkir yang nyaman. Pada jam makan siang anda harus memarkir mobil anda paling tidak dua ratus meter dari pintu masuk rumah makan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setali tiga uang dengan kondisi FO, sepanjang akhir pekan FO diseluruh Bandung akan dipenuhi oleh pembeli yang kebanyakan menggunakan mobil berplat nomor B (mobil asal Jakarta). Anda juga harus sabar antri didepan kasir untuk membayar barang belanjaan anda. Ini tidak lepas dari banyaknya antrian para pembeli yang hendak membayar pakai mode yang tergolong murah tapi modis dan berkualitas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada survey atau catatan berapa uang berputar setiap akhir pekan di kota Bandung, tetapi terbaca dari gejala merebakanya tiga jenis usaha yang memenuhi seluruh pelosok kota Bandung. Hampir tidak ada rumah atau bangunan di pinggir jalan yang tidak digunakan untuk kegiatan bisnis. Bahkan secara kreatif rumah-rumah tua peninggalan jaman belanda yang banyak berdiri di Bandung dimanfaatkan sebagai daya tarik untuk mendulang rupiah. Al hasil kota Bandung bak penari jaipong dengan dandanan menor dan bergincu tebal, berlenggang lenggok menggoda para pendatang berkantong tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis disepanjang Jalan Tol &lt;br /&gt;Sebelum beroperasinya Jalan Tol Cipularang, pilihan favorit bagi masyarakat Jakarta yang hendak menuju Bandung adalah melalui kawasan Puncak – Cianjur. Pilihan kedua adalah melalui jalan tol Cikampek, keluar di kawasan Gadok, kemudian melalui pinggiran kota Purwakarta menuju Bandung. Tetapi dengan selesainya Jalan Tol Cipularang, masyarakat banyak memilih melalui Jalur Tol Cikampek kemudian menyambung melalui Jalan Tol Cipularang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kenyamanan selama melalui jalan bebas hambatan, hal lain yang berubah secara signifikan adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan Jakarta menuju Bandung. Waktu tempuh baik melalui kawasan Puncak maupun melalui Purwakarta sekitar 4 sampai 5 jam, tetapi apabila kemacetan terjadi bisa memakan waktu sampai 6. Bandingkan dengan waktu tempuh apabila melalui Jalan Tol Cipularang, anda hanya memerlukan waktu 2 jam saja. Fenomena ini ditangkap sebagai peluang binis yang menggiurkan oleh para juragan minyak premium dan terjadilah perubahan peta bisnis disepanjang jalan tol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelumnya untuk memberi kesempatan istirahat bagi para pengguna jalan tol, pihak PT. Jasa Marga hanya menyediakan rest area yang realtif sederhana di beberapa titik di pinggir jalan tol. Tetapi mulai awal tahun 2006, berdirilah tonggak bisnis baru, yaitu pendirian Stasiun Pengisisan Bensin Umum (SPBU) yang sekaligus menyediakan rest area dengan fasilitas yang lengkap dan modern. Usaha ini pertama didirikan di kilo 19 Jalan Tol Cikampek dari arah Jakarta. Kemudian diikuti dengan pendirian usaha sejenis dibeberapa tempat baik dari arah Jakarta menuju Cikampek maupun arah sebaliknya dari arah Cikampek meuju Jakarta. Saat ini tidak kurang dari 8 titik disepanjang jalan tol Cikampek telah berdiri rest area modern dan lengkap ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beristirahat anda bisa mengisi bensin maupun berbelanja berbagai keperluan. Di tempat itu tersedia rumah makan dengan berbagai jenis masakan dari yang tradisional sampai bertaraf internasional. Tersedia juga supermarket dan ke gerai FO. Singkat kata rest area di jalan tol tidak sekedar tempat untuk melepaskan kepenatan berkendara, tetapi telah menjadi gaya hidup dan bahkan tempat hangout untuk memanjakan selera makan dan berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Sedih di Akhir Pekan.&lt;br /&gt;Sejak Jalan Tol Cipularang beroperasi, saya tidak pernah lagi melewati kota Purwakarta maupun Cianjur. Seperti bulan-bulan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu saya bersama keluarga pulang ke Bandung. Yang berbeda adalah kali ini saya memaksakan diri untuk melewati jalur Purwakarta. Dengan dalih ingin menikati Sate Maringgi yang sangat terkenal itu, maka saya bujuk istri dan anak saya untuk mau lewat Purwakarta. Padahal dibalik keinginan makan Sate Maringgi ada sejumlah persoalan yang bergelayut dibenak saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan yang lalu saya juga kebandung tetapi melewati kawasann Puncak dan Cianjur. Jalur Cianjur menuju Bandung yang dahulu sangat padat itu sekarang menjadi lengang. Mobil pribadi berplat nomor B 9mobil asal Jakarta) terlihat relatif jarang melewati jalur ini. Saya hanya menyaksikan truk-truk tua dengan muatan pasir dan kapur yang teseok-seok melewati jalur ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu restoran bertebaran disepanjang jalur ini, namun sekarang tinggal menyisakan satu dua warung makan yang kelihatan sudah hampir bangkrut. Di jalur ini pula berbagai jenis barang kerajinan berjejer-jejer dipajang disepanjang jalan, kini pemandangan itu hampir tidak terlihat. Kawasan Situ Ciburue yang menjadi tempat tujuan wisata keluarga yang ramai, kini sepi menyisakan lapak-lapak yang sudah lapuk dimakan usia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Cianjur – Bandung kini tinggal menyisakan kemuraman, truk-truk dengan berbagai ukuran berderet-deret diparkir sembarangan, dan dibalik truk-truk kumuh itu berdiri warung remang-remang yang menebar aroma bau alkohol. Ini suatu bukti bahwa kemegahan jalan tol bukan tanpa menyisakan permasalahan kehidupan manusia. Berapa banyak usaha yang bangkrut dan tutup, berapa investasi yang tak kembali dan merugi. Bahkan pemerintah kota Cianjur mungkin kini gigit jari karena rupiah yang biasanya mengalir dari dompet orang Jakarta itu kini terhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kemuraman jalur Cianjur menuju ke Bandung itu lekat diingatan saya dan berkembang rasa was-was ketika saya memasuki kawasan Gadok di ujung Jalan Tol Cikampek. Akankah nasib  yang dialami di jalur Cianjur – Bandung sama juga dialami oleh kawansan pinggiran kota Purwakarta ini. Diluar dugaan saya, ternyata dampak negatif dari peralihan jalur tol menuju Bandung ini lebih dasyat dibanding jalur Cianjur. Disepanjang jalur Gadok sampai dengan pintu tol Sadang, praktis hanya Warung Sate Maringgi yang masih berdiri dengan sisa-sisa kejayaannya. Jenis usaha lainnya tidak berdiri lagi bahkan tinggal menyisakan gubuk-gubuk reyot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama hal di jalur Cianjur Bandung, jalur Purwakarta ini sekarang didominasi oleh truk-truk dengan berbagai jenis muatan. Meskipun Pemerintah Daerah Purwakarta berusaha merubah kawasan ini menjadi kawasan perumahan, tapi tentu sulit untuk berkembang. Orang mungkin tidak merasa nyaman tinggal dikawasan yang sehari-hari menjadi jalur truk-truk besar. Kalau rencana mendirikan pasar induk bisa terwujud mudah-mudahan itu sedikit memberikan solusi bagi warga setempat sebagai pengganti lahan kehidupan yang telah hilang. Suatu bukti lagi bahwa kenyamanan jalan tol dan kemegahan rest area di sepanjang jalan tol bukan tanpa menimbulkan kesulitan bagi warga masyarakat (Cipularang Impacs).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Tol Trans Jawa&lt;br /&gt;Tersiar kabar dari mas media, bahwa pemerintah secara bertahap akan merealisir tersambungnya Jalan Tol trans Jawa. Dari Jalan Tol Cikampek akan bangun jalan tol yang menyambung dengan Jalan Tol Kanci di Cirebon. Pembangunan jalan tol akan diteruskan ke Pekalongan kemudian Semarang dan Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruas Cikampek sampai dengan Cirebon, akan memberi dampak kehidupan masyarakat di kota Cikampek, Pamanukan (Subang), Indramayu dan Jatibarang. Apabila disepanjang jalan tol Cikampek – Cirebon itu juga akan didirikan rest area modern, maka dapat dipastikan banyak SPBU di ketiga kota itu akan gulung tikar. Belum lagi warung dan restoran serta hotel yang akan merana ditinggalkan pelanggannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Cirebon akan tumbuh dan berkembang sebagaimana kota Bandung yang menjadi hingar bingar bergelimang rupiah. Tetapi pantas kita renungkan apa yang akan terjadi di kota-kota lain yang dipenggal akan jalan tol itu. Sangat mungkin nasibnya akan sama dengan jalur Cianjur – Bandung dan Purwakarta - Bandung, yang terlantar dan merana tak berdaya. Demikian juga nantinya apabila jalan tol sudah tersambung sampai di Solo. Kota-kota disepanjang dijalur pantura bahkan mungkin kota Semarang akan surut dan tinggal menyisakan lapak-lapak lapuk dan gubug remang-remang dengan truk-truk kumuh yang diparkir sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kita semua diuji untuk pandai-pandai meyiapkan diri. Bahwa roda pembangunan jalan tol akan berjalan terus dan kita – masyarakat dan pemerintah baik pusat maupun daerah – harus berpacu untuk merubah skema tata kota, yaitu menyusuaikan pusat kegiatan ekonomi dengan perkembangan jalur-jalur tol yang akan dibangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi bagi kalangan pebisnis, waktu yang tersedia tidak cukup longgar untuk memetakan kembali arah investasi. Perlu pengambilan keputusan yang jitu untuk memulai investasi baru dan perlu keberanian untuk melakukan hal baru agar tidak terlambat berburu kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nasehat dari Richard Branson – CEO Virgnia Group sebuah konglomerasi internasional yang berpusat di Inggris – bahwa adalah keliru apabila keputusan jangka panjang hanya didasarkan pada perhitungan untung atau rugi semata. Pengalaman juga mengajarkan bahwa dalam jangka panjang itu ada pertumbuhan, ada keyakinan dan rasa kemanusiaan yang saling bertaut seolah membalut lajur jalan kearah mana kita hendak menuju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah tujuan usaha, tentu dinilai tidak bijaksananya manakala kita mengabaikan skala-skala pertumbuhan ekonomi masyarakat. Demikian juga tidak masuk akal rasanya apabila kita tidak meyadari kelemahan kita sebagai manusia dan apa jadinya meski demi tujuan bisnis atau entah demi apapun juga kita tega menjual keyakinan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta, 13 November 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3132759738601139984?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3132759738601139984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3132759738601139984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3132759738601139984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3132759738601139984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/cipularang-impacs-oleh-djoko-karyono-se.html' title='THE CIPULARANG IMPACS'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R9oatQVz2kI/AAAAAAAAAHk/htMRzHu2jXU/s72-c/1430425989_8a3c5db1a0_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8732596502724855723</id><published>2008-03-10T20:43:00.001-07:00</published><updated>2008-03-13T23:30:33.766-07:00</updated><title type='text'>EMPAT PERAN CEO</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Empat Peran CEO dan Tantangan Membangun Organizational Greatness&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SWA Kamis, 21 Februari 2008&lt;br /&gt;Oleh : Nugroho Supangat &lt;br /&gt;Buku Dr. Stephen R. Covey, The 8th Habit, mempunyai subjudul yang merujuk pada tantangan perusahaan menuju ke depan, yaitu: From Effectiveness to Greatness. Intinya, pada era knowledge saat ini kriteria sukses sebuah organisasi – dan CEO-nya – tidak hanya bersandar pada ukuran kinerja finansial atau kuantitatif. Bersama para peneliti Franklin Covey Co., dia memperluas definisi great companies yang dibuat oleh Jim Collins dalam Good to Great, yaitu: perusahaan yang berkinerja tinggi secara berkesinambungan. Kriteria performa superior sustainable ini dilengkapi dengan tiga kriteria tambahan: pelanggan yang loyal; karyawan yang berdedikasi tinggi; dan kontribusi yang menonjol – loyal customer, engaged employee, distinctive contribution. Keempat kriteria ini yang menjadi patokan apa yang disebut oleh Franklin Covey Co. sebagai Organizational Greatness. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini menjadi tantangan organisasi masa depan? Kinerja tinggi berkesinambungan, sudah jelas bahwa ini yang dikejar oleh setiap organisasi, baik yang for profit maupun yang not for profit. Kriteria pelanggan yang loyal adalah indikator utama untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan. Pelanggan yang loyal bukan sekadar puas dan setia terhadap produk/jasa perusahaan kita, melainkan mereka juga menjadi promotor. Mereka memberi usulan dan rekomendasi kepada orang lain untuk memakai jasa organisasi kita. Membangun net promotor score ini ternyata terbukti menjadi salah satu indikator leading terpenting untuk meramal kinerja perusahaan ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, karyawan yang berdedikasi tinggi adalah motor perusahaan terutama di knowledge economy global saat ini, di mana karyawan bukanlah sekadar aset produksi, melainkan telah menjadi knowledge worker dengan mobilitas yang semakin tinggi. Terakhir, kontribusi yang menonjol adalah kriteria yang mempertanyakan apa nilai tambah perusahaan di luar mencetak laba. Apa kontribusi yang perusahaan berikan pada lingkungan dan masyarakat di mana organisasi itu berusaha? Semakin unik dan berbeda kontribusi perusahaan, maka semakin besar dampaknya pada lingkungan ataupun pasar yang digeluti, dan semakin besar kemungkinan organisasi itu mempertahankan kebanggaan dan dedikasi karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai Organizational Greatness, empat peran baku yang dimiliki sang pemimpin – yakni: menjadi panutan, perintis, penyelaras dan pemberdaya – menjadi semakin tinggi. Sebagai panutan dia harus dapat menjadi sumber inspirasi kepercayaan. Jika karyawan tidak mempunyai rasa percaya yang genuine kepadanya, ruang gerak dia akan bertambah berat. Sebaliknya jika dia memang dipandang sebagai panutan, dia tidak hanya akan memimpin dengan kekuasaan formal yang dia miliki dari jabatannya, tapi juga mempunyai modal ekstra pengaruh informal yang menjadi aset luar biasa. Untuk menjadi panutan, kita tidak perlu menjadi superperson – orang yang paling bisa dalam segala bidang. Dalam The Best CEO 2008, angka rata-rata terendah untuk kriteria panutan adalah sikap terbuka atas kelemahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era serba maju saat ini, menjadi seorang CEO yang sangat kompeten dan mempunyai integritas tinggi merupakan keharusan. Namun, dia tidak perlu terlihat sebagai orang yang paling pandai atau paling sempurna. Kerendahhatian (bukan sifat minder atau kurang percaya diri) atas keterbatasan dia, akan membuatnya terbuka agar sejawatnya mau saling melengkapi. Ini juga mencegah dia gpompa wibawah ke mana-mana – sebuah sikap yang kurang dihargai oleh knowledge worker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perintis dia harus benar-benar mengerti keadaan pasar dan kebutuhan stakeholder-nya dengan baik. Jangan sekadar mempunyai firasat dan pengalaman. Pemimpin harus bisa membuat inisiatif yang berani, dan seperti yang diingatkan oleh Jim Collins, semua ini harus didasari understanding not bravado. Apa yang akan menjadikan pelanggan sebagai promotor perusahaan kita? Bagaimana meningkatkan mutu pelayanan prima yang merata dan tidak hanya di beberapa bagian atau wilayah? Apa kontribusi unik dan menonjol yang diberikan oleh organisasi ini di luar mencetak laba untuk shareholder? Pemikiran yang kritis itu kemudian harus dapat diimplementasi sebagai penyelaras ke dalam sistem kerja di organisasinya, dan dengan memilih orang yang tepat pada setiap posisi organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, sejak survei SWA bersama Synovate dan Dunamis Organization Services dilakukan tahun 2002, peran perintis selalu menjadi peran yang paling rendah di antara empat peran CEO. Ini sejalan dengan observasi Ram Charan, penulis buku Execution: The Discipline of Getting Things Done, yang mengatakan bahwa banyak orang memandang eksekusi sebagai pekerjaan penuh detail yang tidak layak dikerjakan oleh martabat seorang pemimpin bisnis. Ini anggapan yang salah. Ini adalah pekerjaan pemimpin yang terpenting. Dan ini penyebab kenyataan bahwa eksekusi bukan strategi, yang sering menjadi kendala utama kesuksesan sebuah organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemberdaya, sang CEO mewujudkan kriteria Organizational Greatness untuk menciptakan karyawan berdedikasi tinggi. Di era knowlegde, mencari talenta terbaik di pasar sangat sulit, dan mempertahankan mereka agar bukan sekadar betah tapi juga mempunyai creative excitement dalam bekerja merupakan fungsi pemimpin yang kritikal. Dari hasil riset The Best CEO 2008, ternyata memberi waktu untuk mengajar orang lain menjadi angka terendah dalam peran pemberdaya. Para CEO memang sibuk, tapi knowledge worker sangat menghargai, bahkan menginginkan agar mereka meluangkan waktu untuk berbagi ilmu mereka secara langsung, persis seperti yang selalu dikerjakan oleh CEO General Electric di kampus Crottonville mereka yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa organisasi kita dari effectiveness ke greatness inilah tantangan masa kini para CEO untuk membawa perusahaan mereka tetap sukses dan produktif di tahun-tahun mendatang.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8732596502724855723?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8732596502724855723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8732596502724855723&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8732596502724855723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8732596502724855723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/empat-peran-ceo.html' title='EMPAT PERAN CEO'/><author><name>Nain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_wmubAWhKTMU/R_HdM-5H5iI/AAAAAAAAAEc/NA5WQZL3EVQ/S220/aiz150.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7867708508301652363</id><published>2008-03-08T03:48:00.002-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:25.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>Seminar Nasional "JBDK" - Padang Sumbar 15 Maret 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9KASd8kyzI/AAAAAAAAAW8/msRFlrFbFDc/s1600-h/semnas-bedah-buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9KASd8kyzI/AAAAAAAAAW8/msRFlrFbFDc/s320/semnas-bedah-buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175339976566819634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Nuwun sewu, sekedar numpang woro-woro kegiatan JBDK di Kota Padang Sumbar pada 15 Maret 2008. Salam JBDK, salam hormat untuk para senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7867708508301652363?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7867708508301652363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7867708508301652363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7867708508301652363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7867708508301652363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/seminar-nasional-jbdk-padang-sumbar-15.html' title='Seminar Nasional &quot;JBDK&quot; - Padang Sumbar 15 Maret 2008'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9KASd8kyzI/AAAAAAAAAW8/msRFlrFbFDc/s72-c/semnas-bedah-buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7221095782702472882</id><published>2008-03-08T03:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:26.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>JBDK dan Majalah HAI - Edisi awal Maret 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;SEX.NET &amp;amp; 3GP VIDEO !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J4-d8kywI/AAAAAAAAAWk/9jRwYEjntSQ/s1600-h/Majalah+Hai+500+dn+Buku+Gue.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J4-d8kywI/AAAAAAAAAWk/9jRwYEjntSQ/s320/Majalah+Hai+500+dn+Buku+Gue.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175331936388041474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9JsBd8kymI/AAAAAAAAAVU/VT_KdsNug8c/s1600-h/Majalah+Hai+Cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9JsBd8kymI/AAAAAAAAAVU/VT_KdsNug8c/s320/Majalah+Hai+Cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175317694276487778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, edisi majalah HAI bertajuk "SEX.NET dan 3GP Video! " beredar awal maret 2008. Ini edisi spesial yang hanya muncul setahun sekali dan khusus membahas soal SEX dan remaja. Nah, di edisi khusus ini, gerakan "jangan bugil di depan kamera!" dihubungi jauh hari untuk ikut serta meramaikan wacana Bugil di Depan Kamera yang meledak di tahun 2005-2008 ini. Wah, sebuah tawaran kerja sama yang sangat membuat kami di gerakan JBDK tetap semangat, mulai dari sekedar wawancara, diskusi bareng sampai soal liputan investigasi CHIKA "the most wanted 3GP stuff all over IP!", JBDK ikut serta dan berembuk bareng.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9JuQt8kynI/AAAAAAAAAVc/7IbPS45qp4g/s1600-h/Majalah+Hai+Chika+dan+Buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9JuQt8kynI/AAAAAAAAAVc/7IbPS45qp4g/s320/Majalah+Hai+Chika+dan+Buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175320155292748402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekedar mencari sensasi atau meramaikan kegilaan video porno instan di negeri ini, melainkan sebuah pembuktian, sebuah majalah remaja yang udah 30 tahun konsisten memotret fenomena remaja membuka diri untuk gerakan JBDK yang baru mau berulang tahun ke 1 di 11 april 2008 mendatang. Kita mencoba menyatukan visi, bahwa, kita bisa bergerak bersama membuat anak muda dan remaja negeri ini, sadar akan kegilaan yang udah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J4nN8kyvI/AAAAAAAAAWc/z1ja0rduZmc/s1600-h/Majalah+hai+3Gp+Asoi+dan+buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J4nN8kyvI/AAAAAAAAAWc/z1ja0rduZmc/s320/Majalah+hai+3Gp+Asoi+dan+buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175331536956082930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bener banget yang diucapkan Dani Satrio, redaktur majalah HAI dan Ayu sang Reporter soal fenomena kegilaan anak muda Indonesia yang demen bugil di depan kamera, di suatu diskusi awal maret di Kantor mereka, bahwa anak muda Indonesia lagi dipuncak kegilaan. Mungkin lebih tepat di era "Bego Banget!", karena nekat beramai-ramai jadi pembuat film porno massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani Satrio menambahkan, sebagai majalah remaja yang udah concern 30 tahun bergelut di wacana anak muda, dan satu-satunya majalah khusus anak cowok remaja, HAI menghadapi perkembangan jaman yang bener-bener membuat kita semua terbelalak. Teknologi yang seharusnya membuat kita/anak muda Indonesia menjadi lebih baik, malah menjadi jebakan yang menghancurkan segi-segi moral dan tanggung jawab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J1Sd8kytI/AAAAAAAAAWM/lR3ifMKrA28/s1600-h/Majalah+halaman+Buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J1Sd8kytI/AAAAAAAAAWM/lR3ifMKrA28/s320/Majalah+halaman+Buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175327881938914002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gila banget dah, apalagi setelah Ayu, sang reporter HAI yang cantik dan ulung dalam memburu berita-berita underground, menceritakan pengalamannya mendekati narasumber korban dan pelaku video porno! Majalah HAI emang gak ada matinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, buat anda-anda semua yang ingin mendapatkan berita dan update terbaru dari perilaku kegilaan Anak Muda Indonesia yang gemar membuat Video Porno, silahkan beli majalah HAI edisi SEX awal maret 2008. Dan saksikan Indonesia kita dengan kacamata anak muda, sebuah neraka yang membakar hangat-hangat! Suam-suam kuku menuju kehancuran bersama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak! Ucapkan janji "Demi masa depan kita dan Indonesia yang lebih baik, Kami berjanji untuk tidak akan pernah bugil di depan Kamera!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam JBDK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony set&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/"&gt;http://tvlab.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FE UNS Angkatan 91 - Alumni Asrama UNS Solo&lt;br /&gt;penulis buku "500+ gelombang Video Porno Indonesia"&lt;br /&gt;Ketua gerakan "jangan bugil di depan kamera!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7221095782702472882?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7221095782702472882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7221095782702472882&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7221095782702472882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7221095782702472882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/jbdk-dan-majalah-hai-edisi-awal-maret.html' title='JBDK dan Majalah HAI - Edisi awal Maret 2008'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R9J4-d8kywI/AAAAAAAAAWk/9jRwYEjntSQ/s72-c/Majalah+Hai+500+dn+Buku+Gue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1775858831126158142</id><published>2008-03-07T20:00:00.001-08:00</published><updated>2008-03-08T20:17:03.680-08:00</updated><title type='text'>Liputan Foto Asrama MHS dan Gedung FE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liputan Foto Asrama ini terinspirasi  setelah ketemu dengan sonny dkk mantan penghuni asrama MHS, pada suatu pertemuan tanpa rencana. Saya sendiri adalah salah satu penghuni gelapnya. Mereka banyak bercerita "kelakuan dan kekonyolan" penghuni asrama pada era itu. Masak Mie/bikin air panas  pakai heater 1000 watt, meja dipotong, tentang Yulianto aktivis Jaula yang ketok2 pintu saat sholat tiba dan banyak cerita seru lainnya. Tetapi walaupun kehidupan asrama saat itu seolah tidak ada pembinaan khusus tetapi mantan penghuni banyak yang cukup berhasil lho, Sonny aktivis JBDK, Don Kardono Jawa Pos..dll. Terkenang masa lalu saya coba mampir ke Asrama, yang ternyata sudah dikosongkan beberapa waktu, sehingga keadaannya rusak tidak terurus mirip sarang hantu...tetapi ketika saya coba masuk kekamar-kamar saya laget...ternyata masih ada penghuninya P. Ibnu Subroto..walaupun tinggal di sarang hantu dan sudah nampak seperti hantu..(coba ketemunya pas malam hari..bisa pingsan).. tetapi masih semangat bercerita tentang asrama. Asrama dialihkan pengelolaannya dari KOPMA ke UNS, yang sudah membangun Asrama baru (Rusunawa) yang terletak persis disebelahnya. Pengelolaan Asrama baru ini nampaknya lebih diarahkan ke pembinaan kemahasiswaan. Karena MHS baru rencananya wajib tinggal di Asrama pada tahun pertama, seperti di IPB atau di UIN Malang. Kalau pengelolaan asrama model begini barangkali akan lebih ada kontrol terhadap penghuninya daripada di masa yang lalu....?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Liputan Foto Asrama MHS dan FE terkini&lt;br /&gt;Hanya sekedar untuk Nostalgia..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mau fotonya ..klik saja salah satu foto dibawah., atau klik flickr.com&lt;br /&gt;Bisa dicopy paste, klik kanan save image as..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali anda punya cerita nostalgia semasa tinggal di asrama, kirim ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buletinjafek@yahoo.com atau jafekuns@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Start of Flickr Badge --&gt;&lt;br /&gt;&lt;style type="text/css"&gt;&lt;br /&gt;#flickr_badge_source_txt {padding:0; font: 11px Arial, Helvetica, Sans serif; color:#666666;}&lt;br /&gt;#flickr_badge_icon {display:block !important; margin:0 !important; border: 1px solid rgb(0, 0, 0) !important;}&lt;br /&gt;#flickr_icon_td {padding:0 5px 0 0 !important;}&lt;br /&gt;.flickr_badge_image {text-align:center !important;}&lt;br /&gt;.flickr_badge_image img {border: 1px solid black !important;}&lt;br /&gt;#flickr_www {display:block; padding:0 10px 0 10px !important; font: 11px Arial, Helvetica, Sans serif !important; color:#3993ff !important;}&lt;br /&gt;#flickr_badge_uber_wrapper a:hover,&lt;br /&gt;#flickr_badge_uber_wrapper a:link,&lt;br /&gt;#flickr_badge_uber_wrapper a:active,&lt;br /&gt;#flickr_badge_uber_wrapper a:visited {text-decoration:none !important; background:inherit !important;color:#3993ff;}&lt;br /&gt;#flickr_badge_wrapper {}&lt;br /&gt;#flickr_badge_source {padding:0 !important; font: 11px Arial, Helvetica, Sans serif !important; color:#666666 !important;}&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="flickr_badge_uber_wrapper" border="0" cellpadding="0" cellspacing="10"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/" id="flickr_www"&gt;www.&lt;strong style="color: rgb(57, 147, 255);"&gt;flick&lt;span style="color: rgb(255, 28, 146);"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.com&lt;/a&gt;&lt;table id="flickr_badge_wrapper" border="0" cellpadding="0" cellspacing="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.flickr.com/badge_code_v2.gne?count=3&amp;amp;display=latest&amp;amp;size=m&amp;amp;layout=v&amp;amp;source=user&amp;amp;user=24533019%40N08"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End of Flickr Badge --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1775858831126158142?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1775858831126158142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1775858831126158142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1775858831126158142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1775858831126158142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/flickrbadgesourcetxt-padding0-font-11px.html' title='Liputan Foto Asrama MHS dan Gedung FE'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7262003452425237288</id><published>2008-03-04T01:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:26.425-08:00</updated><title type='text'>Kang Gito</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R80WCWSyHyI/AAAAAAAAAHU/_LN30sr8ciw/s1600-h/080229agito.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R80WCWSyHyI/AAAAAAAAAHU/_LN30sr8ciw/s320/080229agito.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173815776518479650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;Selamat Jalan Kang Gito, Wajah Teduhmu kukenang Selalu...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7262003452425237288?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7262003452425237288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7262003452425237288&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7262003452425237288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7262003452425237288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/kang-gito.html' title='Kang Gito'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R80WCWSyHyI/AAAAAAAAAHU/_LN30sr8ciw/s72-c/080229agito.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1691130108195544073</id><published>2008-03-02T01:35:00.000-08:00</published><updated>2008-03-07T21:04:06.029-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buku Pelajaran yang Mengasyikkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REPUBLIKA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1975. Itu hari-hari pertama di bangku SMA. ''Cuma'' lulus dari madrasah tsanawiyah di kota kecil Magetan membuat perasaan gamang. Pelajaran eksakta di madrasah pinggiran itu jauh dari memadai. Mampukah lulusannya ''selamat'' di sekolah yang menampung para lulusan terbaik SMP itu? Mampukah mencerna pelajaran matematika, fisika, dan kimia di situ sedangkan landasan logika sederhana yang diajarkan lewat Aljabar yang sangat terbatas?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegamangan, atau mungkin malah fobia, pada eksakta itu segera berbuah. Hasil ulangan pertama matematika jeblok, nilai kimia juga mengkhawatirkan. Namun, hasil ulangan fisika terselamatkan. Kuncinya adalah sebuah buku lama dari awal 1960-an yang terwariskan dari kakak-kakak. Buku itu karya Widagdo. Wujud fisiknya sudah mulai menguning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menulisnya sederhana. Ilustrasinya sederhana pula. Namun, dengan cara sederhananya Widagdo justru mampu membuat fisika menjadi pelajaran yang menarik. Widagdo berhasil membuat fisika terasa dekat dengan siswa. Itu yang semestinya. Sebab, fenomena fisika memang fenomena di sekitar manusia. Soal panas, cahaya, gerak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, keasyikan bersama buku Widagdo itu tidak lama. Entah mengapa, negara kemudian menggusur buku itu, menggantikannya dengan buku baru. Enerji, Gelombang, dan Medan. Sebuah buku fisika yang dianggap lebih modern karena banyak menggunakan rumus matematis ketimbang langsung berpijak pada realitas empiris. Buku ini tidak mengajak siswa mengenali lingkungannya. Buku itu lebih mengajak untuk mengotak-atik otak. Seolah itulah pendekatan yang lebih ilmiah dibanding yang berbasis realitas atau kenyataan sekitar secara langsung. Fisika menjadi begitu ''sulit'', abstrak, dan sama sekali tidak menyasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan begini ternyata terjadi pada hampir setiap disiplin ilmu. Kebenaran yang diambil dari realitas di lapangan tidak lagi dipandang ilmiah oleh pemegang otoritas keilmuan di negeri ini. Itu terjadi mulai dari disiplin ilmu ekonomi hingga psikologi. Ilmu punya logika sendiri. Tak boleh ''dicemari'' dengan realitas empiris. Filsafat, yang katanya adalah ilmu mencari kebenaran, pun lebih merupakan hasil olah pikiran. Bukan hasil pemahaman terhadap kenyataan. Akibatnya, ilmu menjadi begitu berjarak dari keseharian siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan demikian berimplikasi pada buku. Buku bukan lagi medium yang menyenangkan untuk memenuhi rasa ingin tahu. Buku pelajaran justru beban. Sebuah keadaan yang kita semua tak pedulikan. Bahkan, bagi kita yang bergelut di dunia pendidikan. Apalagi bagi kebanyakan penerbit dan pedagang buku. Buku pelajaran tak lebih dari komoditas pemberi keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku pelajaran akan menjadi produk yang serupa: Tanpa jiwa. Siapa pun penulisnya, sekuat apa pun kecintaannya dan penguasannya pada ilmu. Iklim demikian tak akan pernah melahirkan penulis buku pelajaran yang benar-benar berkarakter, seperti Widagdo. Padahal, karakterlah yang memiliki nilai mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terabaikannya madrasah selama ini justru membuka kekeliruan mendasar itu. Tanpa beban, Menteri Agama mengakui pendidikan madrasah tertinggal. Terutama di bidang eksakta. Maka dibuatlah terobosan: Science and Technology Equity Program (STEP). Fase kedua program ini berhasil melahirkan buku-buku pelajaran eksakta berbeda. Buku yang bukan produk mekanistis, melainkan berjiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama seperti Mutadi, Mohammad Ishaq, Agung Nugroho, Irwan Nugraha, apalagi duet sahabat Pipit Pitriana dan Diah Rahmatia pun mengemuka. Mereka bukan penulis buku pelajaran copy-paste yang melahirkan buku sebagai komoditas. Mereka menulis dengan hati yang melahirkan buku pelajaran yang mengasyikkan sebagaimana buku Widagdo sebelum tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika pernah menulis panjang soal buku-buku itu. Namun, menyimak secara langsung buku itu telah membangkitkan keyakinan: Era baru buku pelajaran bakal segera tiba. Bukan hanya bagi dunia madrasah. Namun, semoga juga bagi dunia pendidikan secara luas. Dunia yang saat ini masih terkungkung oleh cara pandang kognitif yang linier dan mekanistis.(Zaim Uchrowi )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1691130108195544073?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1691130108195544073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1691130108195544073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1691130108195544073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1691130108195544073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/03/buku-pelajaran-yang-mengasyikkan.html' title=''/><author><name>Nain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_wmubAWhKTMU/R_HdM-5H5iI/AAAAAAAAAEc/NA5WQZL3EVQ/S220/aiz150.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-537115049048114318</id><published>2008-02-09T05:22:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:26.541-08:00</updated><title type='text'>LSF Perlu apa tidak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R62tOuEOB5I/AAAAAAAAAHI/XSuyD6PTmho/s1600-h/sastro.jpg.w300h225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R62tOuEOB5I/AAAAAAAAAHI/XSuyD6PTmho/s200/sastro.jpg.w300h225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164974816059328402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekilas saya melihat di tv, Dian Sastro yang begitu bersemangat untuk menghapus atau meniadakan sensor terhadap karya Insan Film, dengan menganggap bahwa keberadaan LSF berarti telah menghina martatabat orang film dengan menganggap orang film NOL semua. Wow lihat omongan dian sastro kelihatannya hebat betul orang ini,bicaranya idealis..Saya jadi berfikir orang-orang "idealis" dalam tanda kutip lho... memandang    realita kehidupan ini hanya dari sudut pandang subyektifnya. Yaa kalau semua orang seperti dian sastro semua, ketika membuat film betul-betul murni karya seni...Faktanya orang bikin film motivasinya yang untung....Coba kita cermati berapa gelintir film yang  bermutu...diabanding dengan yang merusak...? yang benar saja Dian Sastro...&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-537115049048114318?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/537115049048114318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=537115049048114318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/537115049048114318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/537115049048114318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/02/lsf-perlu-apa-tidak.html' title='LSF Perlu apa tidak'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R62tOuEOB5I/AAAAAAAAAHI/XSuyD6PTmho/s72-c/sastro.jpg.w300h225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1049388751216668093</id><published>2008-02-05T19:31:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T05:21:06.824-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>REPUBLIKA&lt;br /&gt;Selasa, 04 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM MURAH DARI BIOTA LAUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak diberitakan tentang krisis energi dan meningkatnya beban masyarakat terutama akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM telah mendongkrak inflasi secara signifikan. Daya beli masyarakat pun kian lemah, dan beban yang harus ditanggung negara menjadi bertambah berat.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut kemudian menjadi pemicu bagi sekelompok orang untuk mencari berbagai jalan keluar yang bisa mengatasi problem kenaikan harga BBM. Halaman Depan Gedung DPRD Provinsi DIY, menjadi saksi bagi salah satu upaya tersebut. Kamis (29/11), di lokasi tersebut, Tim dari Indonesia Bangkit yang dikomandani oleh BSW Adjikoesoemo memperkenalkan dan mensosialisasikan BBM alternatif yang diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN). Bahan bakar ini hampir sama jenisnya dengan Pertamax. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini Adjikoesoemo mengatakan BBN sebagai solusi pengganti BBM dapat dijual dengan harga Rp 1.500 per liter. Karena itu, solusi krisis energi bukan melalui konversi minyak tanah ke gas, tetapi menggunakan bahan bakar murah nontambang yang dapat diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos produksi BBN pun relatif murah. Jika dijual dengan harga Rp 1.500 per liter, penjualan BBN bisa menghasilkan keuntungannya lebih dari 50 persen. ''Dengan keuntungan yang besar itu nantinya bisa digunakan untuk menyubsidi pendidikan dan kesehatan masyarakat,'' ujar dia. Karena itu, penggunaan BBN tidak hanya mengatasi masalah mahalnya harga BBM, tapi juga bisa membantu mengatasi problem pendidikan dan mahalnya biaya kesehatan. &lt;br /&gt;Adjikoesoemo mengaku sangat yakin jika BBN bisa digunakan secara luas. Di masa depan nanti tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak menyekolahkan anaknya, atau tidak mendapatkan layanan medis saat sakit. Bung AK (sapaan bagi Adjikoesoemo) mengungkapkan penemuan bahan bakar ini tidak boleh dikuasai oleh pribadi termasuk dia, tim peneliti, kelompok ataupun golongan tertentu. Temuan yang amat berharga itu, kata dia, harus diberikan seluas-luasnya kepada rayat Indonesia dan dikelola pemerintah yang berpihak pada rakyat. Pihaknya tidak akan pernah bersedia menyerahkan temuan tersebut kepada kalangan yang berpihak kepada pemilik modal besar yang akan memonopoli komoditas tersebut demi kepentingan modalnya dengan mengorbankan rakyat kecil. &lt;br /&gt;Untuk menjamin agar temuan tersebut bisa dinikmati masyarakat secara luas, dia berharap setelah BBN ditemukan, pemerintah bisa menyiapkan infrastruktur produksi dan distribusinya secara adil. ''Paling lambat 41 hari setelah pernyataan ini, legislatif dan eksekutif sudah harus bisa menyiapkan policy yang tegas dan jelas untuk kebutuhan strategis ini. Jika 41 hari policy tidak muncul dari legislatif dan eksekutif, kami siap menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah Republik Islam Iran,'' ungap Bung AK menambahkan. &lt;br /&gt;Ia menjelaskan, sebetulnya persiapan untuk bisa menghasilkan BBN tersebut sudah berlangsung sejak sekitar 1,5 tahun yang lalu. ''Sebetulnya saya akan menyampaikan hal ini pada 2009 untuk melihat siapa pemimpin yang bisa saya titipi pengganti BBM. Karena saya khawatir bila diberikan kepada pemerintah sekarang hanya akan menjadi bancakan para kapitalis,'' ujar dia. Namun, karena kondisinya mendesak, dia pun mempercepat sosialisasi tersebut.&lt;br /&gt;Dalam waktu yang singkat, ia mampu menyediakan sekitar 100 botol BBN sehingga bisa dicoba. Dalam kesempatan ini ia menyerahkan secara simbolis kepada Ketua DPRD Provinsi DIY, Djuwarto, sebotol BBN dengan volume sekitar satu liter. Selanjutnya, Adjikoesoemo mengisikan BBN ke sepeda motor dan saat itu bisa langsung digunakan. &lt;br /&gt;Sementara itu, salah seorang anggota tim Indonesia Bangkit, Cindelaras Yulianto, mengaku ia sudah tiga hari menggunakan BBN. Yang ia rasakan tarikan mesinnya lebih ringan, tidak ada timbal serta oktannya lebih tinggi dari bensin premium, bahkan hampir sama dengan pertamax. &lt;br /&gt;Menurut Adjikoesoemo yang juga penemu beras merah putih ini, BBN terbuat dari biota laut yang masih dalam bentuk aslinya. Kemudian biota itu diproses dan menghasilkan 60 persen air, 10 persen ampas, serta 30 persen minyak mentah. Dari minyak itulah kemudian proses dilanjutkan untuk menghasilkan minyak tanah, bensin, dan lain-lain. Sedangkan ampasnya bisa dijadikan bahan pupuk atau bisa jadi aspal dengan dicampur tanah liat putih. ''Biota laut tersebut ditangkarkan di darat setiap 10 hari. Untuk pengembangannya dalam 10 hari dengan kapasitas satu hektare bisa menghasilkan 140 ribu liter,'' tutur dia menjelaskan.&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Ketua Pascasarjana Teknik Kimia UGM, Dr Supranto, mengakui bahwa biota laut memang bisa dibuat BBM. Biota laut ini bisa diambil minyaknya. ''Biota laut yang ada minyaknya ini seukuran dengan plankton atau bisa juga seukuran rumput laut,'' kata Pranto (panggilan akrab Supranto) pada Republika. Pada dasarnya, menurut dia, biota laut tersebut bisa diambil sebagian atau seluruhnya dan bisa diubah menjadi bahan bakar padat, cair, maupun gas.&lt;br /&gt;Bila akan dijadikan bahan bakar cair, biota itu bisa dipanaskan saja kemudian diambil minyaknya yang menjadi minyak nabati. Gas yang diambil dari biota laut bisa dimanfaatkan seperti gas LPG yang dipakai masyarakat untuk menyalakan kompor gas. Apabila dipanaskan dalam keadaan tertutup, biota laut akan terurai menjadi pirolosis (thermal cracking). Produk ini masih berupa campuran dan kemudian bisa dipisahkan menjadi bensin, minyak tanah, solar, dan sebagainya. Masalahnya, untuk menghasilkan bahan bakar dalam jumlah banyak, area budidaya biota laut ini harus luas dan jenisnya pun harus bagus.(nri )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1049388751216668093?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1049388751216668093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1049388751216668093&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1049388751216668093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1049388751216668093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/02/republika-selasa-04-desember-2007-bbm.html' title=''/><author><name>Nain</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_wmubAWhKTMU/R_HdM-5H5iI/AAAAAAAAAEc/NA5WQZL3EVQ/S220/aiz150.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5560902603290731702</id><published>2008-01-31T16:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:26.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tayangan TV JBDK'/><title type='text'>Saksikan tayangan JBDK - ANTEVE 31 Januari 08</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R4_3-U0aziI/AAAAAAAAARs/xsJ9ifwGFR4/s1600-h/Mata_Rantai_large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R4_3-U0aziI/AAAAAAAAARs/xsJ9ifwGFR4/s400/Mata_Rantai_large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156612748475026978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R4_30U0azhI/AAAAAAAAARk/ON53K35NYT8/s1600-h/ANTEVE.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R4_30U0azhI/AAAAAAAAARk/ON53K35NYT8/s400/ANTEVE.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156612576676335122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saksikan, Tayangan Dokumenter Gerakan "jangan bugil di depan kamera!" di ANTEVE, segera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyalakan televisi anda, tepat pada tanggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;31 januari 08, jam 23.00.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiaplah berhadapan dengan wacana JBDK on TV! Hasil kerja bareng Tim JBDK dan Tim Mata Rantai ANTEVE. Kami membuat tayangan kampanye dan gerakan JBDK. Pembuatan dan pengambilan gambar menggunakan 3 lokasi, Jogja, Temanggung dan Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk rekan-rekan Deblot dan Ibeng, thanks udah bersusah payah membantu kami menyebarkan pesan JBDK. Mari berjuang bung! Kerja belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam JBDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://tvlab.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(Gerakan Jangan Bugil di depan Kamera! adalah gerakan moral menyikapi perkembangan kegilaan pornografi yang melanda anak muda Indonesia. Disinyalir, 500+ video porno Indonesia telah dibuat anak muda indonesia yang nota bene pelajar dan mahasiswa pada kurun waktu 2004-2007 dengan menggunakan kamera Handphone. Gerakan ini berpusat pada situs blog &lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/"&gt;http://tvLab.bLogspot.com&lt;/a&gt; .  Sebuah gerakan langsung menyasar dan turun ke lapangan untuk membangkitkan kesadaran anak muda untuk berhenti membuat video porno! Salah satu bentuk kepedulian gerakan ini dengan cara menerbitkan buku laris "500+ gelombang Video Porno Indonesia", hasil karya Sony Set, penulis dan pendiri gerakan ini. Pada tahun 2008, gerakan JBDK ingin mengembangkan kegiatannya ke seluruh Indonesia. Menebarkan wacana lewat berbagai macam media dan membuat berbagai tayangan dengan kerjasama rekan-rekan di industri televisi dan multimedia. Sebuah gerakan yang sangat sederhana, tetapi berusaha untuk konsisten dan membumi. Karena 10 tahun dari sekarang, adalah pembuktian dari kerja keras gerakan ini. Mari jadikan Indonesia lebih baik, berjanjilah "Jangan Bugil di Depan kamera!"_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena dengan Menulis, kita bisa merubah dunia!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5560902603290731702?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5560902603290731702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5560902603290731702&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5560902603290731702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5560902603290731702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/saksikan-tayangan-jbdk-anteve-24.html' title='Saksikan tayangan JBDK - ANTEVE 31 Januari 08'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R4_3-U0aziI/AAAAAAAAARs/xsJ9ifwGFR4/s72-c/Mata_Rantai_large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7087614380965478778</id><published>2008-01-27T07:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:27.039-08:00</updated><title type='text'>KEBUT GUNUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56RMh6njSI/AAAAAAAAAG4/gbbDoDySd6g/s1600-h/hardo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56RMh6njSI/AAAAAAAAAG4/gbbDoDySd6g/s400/hardo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160721867461856546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KEBUT GUNUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis teringat kejadian +/- tahun 1982 ( 25 tahun yang lalu – udah lama juga ya ), dimana FE UNS dhi melalui MEPA mengadakan aktivitas Kebut Gunung di Gunung Lawu bagi Civitas Akademika UNS. Unsur kejadian yang ada adalah Heroik sekaligus Fun bagi kita kita anak muda waktu itu……….( masih muda nich ye……).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitianya waktu itu, kalau nggak salah adalah Mas Putra ( angkatan 80 ) yang energik dan penuh semangat. Penulis adalah Panitia Sie P3K bersama dengan Mas Musofi dan Mas Gunawan Sakti……..( Panitia yang lain lupa…….).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya sampaiken bukanlah kegiatan Kebut Gunung itu sendiri, tetapi aktivitas ekstrakulikuler internal Naik Gunung yang digandrungi kaum muda mahasiswa waktu itu termasuk namun tidak terbatas pada anak anak FE-UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa alasan mengapa aktivitas naik gunung menjadi salah satu pilihan favorit mahasiswa antara lain karena adanya : aspek olah raga, aspek rekreasi , aspek petualangan dan aspek cari pacar. Untuk alasan yang terakhir ini saya hanya meng-kira kira saja, tetapi kenyataannya ada beberapa teman kita yang dapet jodoh karena sama sama seneng naik gunung. Antara lain Mas Gunawan Sakti dengan mBak Ambarnya, mBak Yuli Magelang dengan Mas Dokter Soetrisnonya, dll. Saya sendiri dapet jodoh bukan sama sama penggemar naik gunung tetapi masih adik kelas di FE UNS juga…… ( mungkin saya tidak se-ngganteng Mas Gunawan Sakti jadi susah cari pacarnya……….).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat pada waktu itu +/- tahun 1983 an sekelompok anak anak mahasiswa FE UNS     (  ada +/- 10 orang termasuk saya sendiri ) tersesat untuk pulang dari pendakian di Gunung Merbabu. Sampai jam 12 siang jalan setapak untuk pulang tidak ketemu. Keadaan mulai panik karena perbekalan hampir habis. Untunglah ada Mas Musyofi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi berinisiatif untuk turun gunung sendiri mencari desa terdekat dan minta pertolongan penduduk desa setempat dan tak lupa meng kontak teman teman Team SAR UNS untuk memberikan pertolongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, akhirnya pertolongan datang juga dan Alhamdullillah kami semua selamat sampe rumah masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, saya ingin menyalami temen temen seperjuangan seperti Mas Kodrat, Mas Mafud, Mas Ismail, Mas Radji, mBak Yuli, mBak Naning, mBak Ambar, Mas Gun, dll. Semoga pengalaman hidup kita dapat kita ceritakan kepada anak cucu sebagai kenangan yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, Nopember 2007 – Hardosamudro 1980.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7087614380965478778?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7087614380965478778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7087614380965478778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7087614380965478778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7087614380965478778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/kebut-gunung.html' title='KEBUT GUNUNG'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56RMh6njSI/AAAAAAAAAG4/gbbDoDySd6g/s72-c/hardo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5784641252498502747</id><published>2008-01-27T07:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:27.235-08:00</updated><title type='text'>Indrajana Susilo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56Smh6njTI/AAAAAAAAAHA/FxqOYs3p9xM/s1600-h/susilo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56Smh6njTI/AAAAAAAAAHA/FxqOYs3p9xM/s320/susilo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160723413650083122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indrajana Susilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa penerbitan yang lalu, Buletin Jafek telah berhasil menokohkan alumni terbaiknya dari berbagai latar belakang kesuksesan  antara lain dari akademisi, banker, eksekutif  dan kurang lengkap rasanya kalau belum menokohkan dari kalangan pengusaha sukses.  Untuk itulah pada edisi Januari 2008 Buletin Jafek menokohkan Indrajana Susilo (Angkatan 1977) sebagai wiraswasta sukses.  Berkat keuletan dan kerja keras serta keiklasan mbak Genuk redaksi mendapat  informasi  tentang Pak Indrijana Susilo yang sekarang tinggal di   JL. Janur Elok VIII QG 4/ 11 Jakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni FE UNS angkatan 1977 ini lahir Bojonegoro, 14 Maret 1958, menikah dengan Nies Mariawati dan telah dikaruniani 3 anak yaitu:  pertama  Seviella,  lahir: 30/09/1987   sedang menempuh pendidikan di  ICHM, Adelaide Australia, kedua  Victoria, lahir: 20/03/1990    sedang menempuh pendidikan di: SMA St. Peter dan ketiga  Sergio Genova, lahir: 05/02/1995    sedang menempuh pendidikan di: SMP St. Peter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Bapak Indrijana Susilo dalam menekuni usaha mulai bidang otomotif sampai pertanian bukanlah datang begitu saja atau turun dari langit tetapi melalui proses yang panjang.  Pada 1978-1979, tentu ketika masih kuliah Pak Susilo bekerja pada  PT. Timur Laut Ltd, area Solo, sebagai Medical Representative.  Tahun 1980-1983 bekerja pada   PT. Gapura Raya, area Solo, sebagai Salesman, 1984-1989 bekerja pada PT. Giwang Selogam, PT. Krakatau Baja Permata, berturut –turut sebagai Salesman,  Supervisor Sales, Assistant Sales Manager. Pada tahun 1990-sekarang  pada PT. Jayamas SM, sebagai Direktur Utama dan juga sejak 1992-sekarang  pada   PT. Prestasi Cahaya Metalindo, sebagai Direktur Utama.  Pengalaman malang melintang telah mengantarkan pak Susilo akhirnya menekuni usaha yang tentu saja juga berkat dukungan istri tercintanya yang telah mengalir benih-benih pengusaha karena mertua pak Susilo  dari Solo termasuk pengusaha yang sukses.  Hingga saat ini usaha terus dikembangkan misalnya di bidang pertanian telah memasok pupuk untuk pabrik Gudang Garam dan  merencanakan akan masuk Sampoerna untuk perkebunan gula, demikian informasi dari sumber yang layak dipercaya.  Pengalaman yang paling mengesankan dalam meraih sukses menurutnya disiplin diri, jujur, pantang menyerah, cari network sebanyak mugkin. Karena hal tersebut merupakan modal yang utama bagi seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diminta mengutarakan kesan selama kuliah S1 di FE UNS,  katanya masa-masa susah karena bekerja untuk menyelesaikan kuliah. Aktif di kegiatan Rohani atau PUSROH. Masa-masa bahagia karena mempunyai banyak teman yang plural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan dan tantangan dalam meniti sukses menurutnya kadang-kadang kita sering patah arang dan bimbang dalam menentukan arah karier, tetapi kalau kita disiplin dan mempunyai motivasi yang kuat, kita akan menghasilkan hasil yang luar biasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moto/filosophy hidup tokoh yang memiliki hoby  Golf dan  Badminton ini adalah Pandanglah kehidupan ini sebagai penuh warna sehingga kita dapat menikmati indahnya kehidupan ini. Pendapatnya tentang Buletin Jaringan Alumni FE – JAFEK  adalah media komunikasi yang sangat bagus untuk mempererat alumni maupun mahasiwa FE UNS.  Moga sukses Pak Susilo menjadi inspirasi bagi rekan –rekan alumni untuk menatap ke depan lebih cemerlang. Kita bisa kirim email ke Pak Susilo untuk sharing pengalaman  di email:  indrajana_s@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5784641252498502747?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5784641252498502747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5784641252498502747&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5784641252498502747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5784641252498502747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/indrajana-susilo.html' title='Indrajana Susilo'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R56Smh6njTI/AAAAAAAAAHA/FxqOYs3p9xM/s72-c/susilo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7786810343727204108</id><published>2008-01-27T07:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:27.502-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5ynsB6njPI/AAAAAAAAAGg/ZttwFaJRnzA/s1600-h/foto3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5ynsB6njPI/AAAAAAAAAGg/ZttwFaJRnzA/s320/foto3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160183647930125554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makan malam di Citos tgl 5 Des 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dari kiri : Iis, Yayuk, Louis,Prabowo, Wiharti dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Reuni rutin FE/ UNS Angkatan 1978.&lt;br /&gt;Alumni FE/ Angakatan 78 di Jakarta, mengadakan reuni berkala diawali pada tahun 2004. Saat itu Ambar, Wiharti, Djoko Suprianto, Listiyastuti,Nina Yuanita, Nanik Suryaningsih, Adhi Kusnandar, Nurochmah, Genuk, Prabowo Rahmanto, Margo mengawali pertemuan ini di Hotel Bidakara. Kemudian secara berkala 6 bulan sekali menjadi pertemuan rutin. Anggotanya juga bertambah ada Ismundarti, Louis , Yayuk dan Hartuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah mengatakan tiada kebahagiaan melebihi pertemuan sahabat lama.  Dengan pertemuan-pertemuan semacam ini kami bisa sharing dan tukar pikiran untuk mempererat tali pertemanan.&lt;br /&gt;Nah apa bila ada yang ingin bergabung silahkan menghubungi mbak Ambar atau mbak Wiharti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Genuk,  FE/ 78.&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7786810343727204108?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7786810343727204108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7786810343727204108&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7786810343727204108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7786810343727204108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/makan-malam-di-citos-tgl-5-des-2007.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5ynsB6njPI/AAAAAAAAAGg/ZttwFaJRnzA/s72-c/foto3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1535072846364239048</id><published>2008-01-27T07:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:27.734-08:00</updated><title type='text'>Halal Bi Halal Alumni</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5yk6B6njNI/AAAAAAAAAGQ/7dkJVuuG0Tw/s1600-h/foto-1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5yk6B6njNI/AAAAAAAAAGQ/7dkJVuuG0Tw/s320/foto-1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160180589913410770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berlangsung  di Solo tgl 17 Okt 2007  di Rumah Makan Roso Miroso Pabelan.  Dengan   undangan via SMS dan gethok  tular  yang begitu  meyakinkan rekan –rekan alumni yang mudik ke daerah Solo dan  sektarnya bisa ngumpul. Hadir  dalam acara kumpul tidak resmi ini  Pak Tomo PD I FE UNS, Tokoh kunci dalam penerbitan Buletin Jafek  Musyofi dan Sugeng Mulyanto. Seperti nampak dalam foto Suyanti (80),  Gunawan (80)  dan Kemin (79).  Tidak ada target dalam pertemuan yang  penting kumpul kangen-kangenan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5ymAx6njOI/AAAAAAAAAGY/44wzs6YhNGo/s1600-h/foto-2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5ymAx6njOI/AAAAAAAAAGY/44wzs6YhNGo/s320/foto-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160181805389155554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1535072846364239048?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1535072846364239048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1535072846364239048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1535072846364239048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1535072846364239048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/halal-bi-halal-alumni.html' title='Halal Bi Halal Alumni'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R5yk6B6njNI/AAAAAAAAAGQ/7dkJVuuG0Tw/s72-c/foto-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5052368885041112646</id><published>2008-01-27T07:21:00.001-08:00</published><updated>2008-01-28T18:44:56.267-08:00</updated><title type='text'>Liberalisasi  UU Penanaman Modal</title><content type='html'>Liberalisasi  UU Penanaman Modal&lt;br /&gt;Oleh Francisca Sestri / Angkatan 78&lt;br /&gt;Jakarta 30 Nopember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum siuman dari perdebatan panjang pada tanggal 28 Maret 2007  dengan Ketua Komisi Perdagangan dan Industri DPR-RI, tentang kontroversi akan di sahkannya RUU Penanaman Modal sangat liberal itu.(Tidak habis berfikir kenapa UU tersebut tetap dipaksakan untuk negara yang sedang terpuruk ini?). Pada tanggal 30 Maret 2007, ketika kami Aliansi (9 Asosiasi) sedang beraudiensi dengan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Bapenas tentang perjuangan peraturan pasar ritel modern yang berkeadilan. Tiba-tiba telp. genggam berdering dan suara parau dari Senayan bergetar, Mbak, aku sendirian dan tidak berdaya menahan tekanan baik dari Pemerintah (Departemen Perdagangan) maupun Anggota DPR (Komisi VI dari semua fraksi). Maka RUU PM tersebut terpaksa disahkan rapat paripurna, yang nantinya menjadi UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi saya meluncur ke sekretariat Aliansi memenuhi rapat konsultasi, sekaligus menjelaskan situasi paripurna tersebut. Demikian secuil pembicaraan oleh anggota DPR Hasto Kristianto dengan nada emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Liberalisasi pasar yang dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari globalisasi adalah mulia, dimana tidak ada sekat-sekat yang membatasi , menghalangi sebuah Komunitas didunia ini untuk berinteraksi, bersaing baik dibidang ekonomi, sosial maupun politik, untuk tujuan manfaat dan kemakmuran bersama, melalui mekanisme pasar bebas. Hal ini sesuai tujuan pencetusnya yaitu Yoseph Stiglitz seorang ekonom Amerika dan mantan direktur Bank Dunia.&lt;br /&gt;Sangat indah dan mempesona untuk didengarkan,. Pertanyaannya apakah sesederhana itu?&lt;br /&gt;Mari kita cermati obrolan kami, melalui e-mail dengan Prof. Dr. Sofyan Effendi mantan Rektor Universitas Gajahmada beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;Saya menyodorkan statement mengenai UU PM tersebut kepada beliau, terutama pasal 12, tentang terbuka tertutup bagi penanam modal di Indonesia.&lt;br /&gt;UU tersebut jelas mengamanatkan kepada Presiden untuk membuat peraturan pelaksanaan yang terkenal dengan Perpres atau dahulu lazim disebut Kepres.&lt;br /&gt;Maka lahirlah Perpres No. 77 tahun  2007 Tentang DNI (Daftar Negatif Investasi) yang ternyata masih berbenturan dengan Rencana Perpres Pasar Modern yang baru kami perjuangkan dan hangat diperbincangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpres No. 77/ Th 2007 tentang DNI antara lain mengatur hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dasar penentuan sektor usaha mana yang tertutup dan terbuka terlihat kurang konsisiten dan nampaknya lebih dipengaruhi oleh lobi pelaku usaha (korporat global).&lt;br /&gt;- Contoh : Jasa Perdagangan Pasar Ritel  (infra struktur perekonomian), dinyatakan tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan Hypermarket, Supermarket dapat dimiliki asing. Bahkan dibiarkan ritel besar tersebut menekan pemasok industri lokal dengan menerapkan trading terms  atau syarat perdagangan dengan potongan sd 66 %,  sedangkan di negaranya sendiri  terancam gulung tikar karena perlindungan terhadap pasar tradisional negara setempat Contoh : Perancis dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ini lengkap sudah dengan pernyataan dirjen perdagangan dalam negeri  bahwa DNI tidak berlaku bagi ritel asing yang sudah terbuka (Bisnis Indonesia 30 Nopember 2007), artinya pembatasan dalam DNI bahwa peritel asing dapat memiliki saham di bisnis ritel max hanya sd 49% adalah gugur untuk ritel/ toko eceran terbuka (go public) berdasarkan pernyataan tersebut. Seharusnya departemen Perdagangan justru mengawasi, kontrol terhadap UU PM melalui Perpres No. 77/ th 2007 ini, namun malah sebaliknya. Sedih rasanya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Media cetak surat kabar dinyatakan tertutup, namun media elektronik seperti TV, terbuka bagi asing. Padahal jaringan TV lebih luas sampai ke pelosok daerah.&lt;br /&gt;- Pelayaran rakyat yang secara bisnis tidak menguntungkan dinyatakan tertutup bagi asing. Tetapi pelayaran yang sangat strategis di nyatakan terbuka bagi asing. Apakah karena banyaknya agen pelayaran asing sehingga demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kriteria yang tidak konsisten tersebut, mengakibatkan Perpres  No. 77 Tahun 2007 tersebut menjadi tidak memberikan manfaat optimal bagi pelaku bisnis domestik dan terkesan tunduk pada kekuatan korporat global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya perlindungan pada industri dan pelaku usaha domistik di Indonesia sangat paradok dengan apa yang dilakukan oleh Jepang, India dan Amerika, mereka sangat terkenal melakukan proteksi terhadap pelaku usaha di negaranya, ini tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Sektor perbankan di Indonesia sudah terlalu didominasi kepemilkikannya oleh asing. Padahal sektor ini merupakan playmaker dalam pengaturan lalu lintas dana simpanan maupun pinjaman. Komitmen Indonesia terhadap WTO bahwa asing  dapat memiliki hingga 49 %, pada praktiknya kepemilikan bank-bank oleh asing sudah jauh liberal.Jangan-jangan alasan DNI tidak berlaku untuk perusahaan asing yang membeli saham Bank yang sudah terbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua baru menyentuh satu pasal tentang DNI, belum pasal yang lain mengenai liberalisasi kepemilikan atas HGB, asing dapat memiliki sd 95 tahun dengan cara diperpanjang dimuka. Menurut sumber di BPN,  ini  bertentangan dengan UU Agraria hanya sd 65 tahun. Juga tentang pasal ketenaga kerjaan akan merugikan negara yang padat penduduk, karena mempermudah persyaratan rekrutmen bagi tenaga kerja asing, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Komentar pak Sofyan Efendi adalah bahwa negara berkembang seperti halnya Indonesia sejatinya belum siap bersaing dengan para korporat global. Ibarat petinju Elias Pical sebagai ikon negara berkembang dan Mc. Tyson sebagai ikon negara maju. Ya tentu akan berdampak negatif karena tidak seimbang. Sehingga yang kuat akan menguasai yang lemah. Masih menurut beliau bahwa Stiglitz mengatakan bahwa globalisasi akan bermanfaat dan memberi kemakmuran bagi semua, apabila masing-masing negara telah memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat John Perkins mantan Econmics Hitman, menuliskan kisah dalam buku terbarunya  “Pengakuan Bandit Ekonomi” , ia sangat mengkritik imperium korporatokrasi yang dimotori IMF, Bank Dunia dan CIA yang  nyata-nyata telah memperdaya setiap negara yang memiliki kekayaan alam terutama tambang dan minyak seperti Indonesia, Ekuador, Irak dll, maka mereka tidak rela melepaskan cengkeramanya untuk kepuasaan para jakal (srigala) tersebut, sampai kapanpun. Dan bilamana perlu menggulingkan pemimpin negara yang membangkang dengan cara-cara yang tidak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Masih ada harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsinya KPPU  (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) di bawah kepemimpinan Mohamad Iqbal, sebagai badan pengawas persaingan curang atau praktik kartelisasi dan monopoli. Keberanian KPPU akhir-akhir ini,  memberikan angin segar bagi pelaku usaha domestik,dan lainnya serta  konsumen  yang saat ini menjadi korban ketidak adilan dari pelaku usaha raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya KPPU telah mendeda Rp. 1,5 milyar perusahaan ritel asing Carrefour atas kasus minus margin kepada pedagang pisang goreng.&lt;br /&gt;Dan yang terakhir menjadi heboh KPPU memutus perkara mendenda Rp. 25 milyar kepadaTemasek perusahaan asing asal Singapore selaku pemilik Indosat dan Telkomsel,  mengenai praktik monopoli sehingga merugikan pelanggan.&lt;br /&gt;Melihat kejadian-kejadian tersebut kita masih mengetuk hati nurani para pemangku kepentingan untuk bekerja dengan kejujuran, tanpa menolak investor asing, tanpa anti globalisasi namun perlu bargaining power yang kuat agar tujuan  globalisasi tadi dapat dirasakan oleh semua pihak secara berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk membatalkan suatu UU yang liberal, tidak semudah membalik tangan, harus melalui Judicial Review atau Legislation Review dan melibatkan Mahkamah Konstitusi/ Lembaga tinggi negara lainnya. Namun bila ini  terjadi maka mubazirlah semua tenaga, pikiran, waktu dan uang rakyat telah terkuras untuk sebuah Undang-undang, adalah  kecelakaan sejarah. Bagi DPR dan Pemerintah akan turun citranya dan menjadi pelajaran berharga.&lt;br /&gt;Semua kembali kepada  pembawa negara ini, entah kapan mendapatkan pemimpin jujur, tegas dan desisif yang kata orang Jawa adalah “Satrio Piningit”, seperti Bung Karno, juga  Evo Morales atau Kirchner pemimpin pemberani, tokoh-tokoh  demokrasi sosialis dari negara Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga di Tahun 2008 ini kita diberi kekuatan untuk lebih wapada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5052368885041112646?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5052368885041112646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5052368885041112646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5052368885041112646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5052368885041112646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/liberalisasi-uu-penanaman-modal.html' title='Liberalisasi  UU Penanaman Modal'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3799234793361041143</id><published>2008-01-24T17:17:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:28.014-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s200/untitled.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152522736450324306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA MENJADI NEGARA MITRA UNTUK IMPORT SHOP BERLIN&lt;br /&gt;7-11 NOPEMBER 2007&lt;br /&gt;Penyelenggara Import Messe Berlin Jerman telah memilih Indonesia menjadi negara mitra(partner country) pada Import Shop Berlin yang diselenggarakan di Messe Berlin dari tanggal 7 – 11 Nopember 2007.&lt;br /&gt;Kota Berlin sebagai kota pameran memiliki area seluas 160.000 m2 indoor dan 100.000 m2 outdoor dengan fasilitas kapasitas parkir 14.000 kendaraan menjadikan Berlin sebagai Pusat Pameran Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Messe Berlin digunakan untuk mengadakan serangkaian kegiatan kegiatan promosi terpadu Perdagangan, Pariwisata, Investasi dan Budaya. Diikuti oleh 516 peserta dari 64 negara. a.l. Afrika Selatan, Austria, Belgia, Bulgaria, China, India, Italia, Kamerun, Kolombia, Kenya, Korea Selatan, Thailand, Turki dan Vietnam dan Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai negara mitra, Indonesia memilih tema pokok Batik sebagai salah satu komoditi ekspor penting Indonesia untuk diperkenalkan kepada masyarakat Jerman, dan&lt;br /&gt;masyarakat internasional lainnya, disamping Batik juga telah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Perusahaan Batik dari Indonesia diwakili oleh BATIK SOGA,  dan BATIK SEMAR.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4Fwqis-x2I/AAAAAAAAAF8/BtUE4MlBZ6k/s1600-h/jerman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4Fwqis-x2I/AAAAAAAAAF8/BtUE4MlBZ6k/s320/jerman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152523324860843874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;bersama duta besar RI untuk republik jerman bp makmur widodo &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kedutan Besar Republik Indonesia di Berlin turut membantu para peserta Indonesia dalam pameran dengan membuka stand pelayanan informasi dan penerjemahan untuk membantu pengusaha Indonesia melakukan negosiasi dengan para pembeli. Di samping itu, KBRI Berlin menyediakan ‘welcoming beverages and snacks’. Penempatan stand pelayanan dinilai memiliki pengaruh positif bagi upaya membantu transaksi dengan pembeli dan menunjang pariwisata Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 40 pengusaha Indonesia di bidang perbatikan, aksesoris batu-batuan, aksesories mebel, produk-produk kulit dan lain-lain dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung pameran berasal dari para importir, pedagang besar, pedagang kecil dan konsumer di Jerman dan Eropa pada umumnya dan dikunjungi lebih dari 40.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan peran sertanya pengusaha-pengusaha indonesia dapat  lebih meningkatkan kinerja ekspor non migas dan daya saing produk indonesia di mata internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3799234793361041143?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3799234793361041143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3799234793361041143&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3799234793361041143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3799234793361041143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/indonesia-menjadi-negara-mitra-untuk_24.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7557453554397145508</id><published>2008-01-14T08:07:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:28.197-08:00</updated><title type='text'>P. Harto, Dokter dan Media</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4uNuis-x3I/AAAAAAAAAGI/SSW6Of-WSzg/s1600-h/suharto.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4uNuis-x3I/AAAAAAAAAGI/SSW6Of-WSzg/s200/suharto.thumbnail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155370029184632690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakitnya Mantan Presiden Soeharto mendapat perhatian yang sangat luar biasa dari masyarakat, Jika dihitung berapa total jam yang dihabiskan untuk menontong tayangan media 100 juta pasang mata X Jumlah jam tayang perhari X 15 Hari (Menjadi Headline Televisi, Surat Kabar selama 2 pekan ini, entah sampai kapan), suatu pertunjukan yang luarbiasa dan dapat menyedot para pengiklan (jika dimanfaatkan untuk itu), saya kira mendapat rating tertinggi selama 2 pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari peluang dan peran media, jika diamati dari sisi profesi dokter dan sisi kemanusiaan. Campur tangan dokter terasa mengganggu dan mengusik "indahnya" proses &lt;br /&gt;kematian seseorang. Cara mati mestinya terasa sakral dan suasana keheningan dan "Indah". saya teringat Eyang saya, ketika sakit (karena lanjut usia), disarekan di gandok (Ruang tengah), dikellingi orang-oarang yang dicintainya, hening dan syahdu dengan melafalkan ayat-ayat suci, tiba-tiba eyang tersadar sepenuhnya tersenyum seolah sehat kembali, memanggil anak-anaknya untuk mendekatm memberikan beerapa pesan dan wasiat, jangan tinggalkan sholat, selalu berbuat baik dst, kemudian menghadap kehadhiratNya dengan tersenyum.."Indah". Mestinya mantan Presiden Soeharto meninggal dengan cara seperti itu.&lt;br /&gt;Tetapi fakta yang terlihat, menjelang menghadap kehadiratNya kembali, suasana gegap gembita, dengan begitu banyak dokter disekelilingnya, yang mengambil tindakan darurat dengan memasukkan berbagai peralatan ke tubuh pasien. "Tindakan darurat semestinya hanya dilakukan untuk orang-orang yang mengalami accident/kecelakaan", lha orang tua itu memang fungsi organ tubuhnya sudah menurun secara alamiah". Untuk apa diambil tindakan menghambat proses kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tutut, Bambang, Tommy, sudahlah bapak dibawa pulang saja...suasanakan dalam kondisi yang tenang dan alamiah...&lt;br /&gt;Semoga Khusnul Khotimah,..Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7557453554397145508?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7557453554397145508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7557453554397145508&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7557453554397145508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7557453554397145508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/p-harto-dokter-dan-media.html' title='P. Harto, Dokter dan Media'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4uNuis-x3I/AAAAAAAAAGI/SSW6Of-WSzg/s72-c/suharto.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8218432589287472239</id><published>2008-01-06T22:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:29.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>JBDK - Kebangkitan nasional Anak Muda Indonesia!</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;                          &lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/2008/01/jbdk-wake-up-anak-muda-indonesia-butuh.html"&gt;“JBDK - Wake Up! Anak Muda – Indonesia Butuh Loe!”&lt;/a&gt;                      &lt;/h3&gt;                        &lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151080027438894418" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R3xP_k0azVI/AAAAAAAAAQA/3KIc74HisEI/s400/Logo+Wake+Up+Anak+Muda%21.png" border="0" /&gt; &lt;strong&gt;“JBDK - Wake Up! Anak Muda – Indonesia Butuh Loe!”&lt;/strong&gt; adalah program kerja gerakan moral nasional tahun 2008, “Jangan Bugil di Depan Kamera!” di tahun 2008 yang menjadi semboyan menggerakkan minat, partisipasi dan kreatifitas Anak Muda di seluruh Indonesia untuk bersama-sama bangkit membenahi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam koridor gerakan JBDK, membangkitkan semangat Anak Muda dengan cara memberikan penyadaran terhadap berkembangnya teknologi informasi dan antisipasi terhadap penyimpangan penggunaannya. Fokus penyimpangan teknologi informasi pada masalah penyimpangan pornografi dengan ditandai meluasnya jutaan materi pornografi lewat berbagai macam peralatan komunikasi IT terkini seperti Handphone, Gadget, Kamera digital, Flashdisk, media storage CD/DVD/VCD/Games CD, komputer dan internet.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan pornografi meledak ketika harga peralatan komunikasi IT jatuh semakin murah dan ketika berbagai macam player tayangan digital semakin mudah didapatkan dengan harga yang sangat ekonomis. Internet menjadi salah satu alat yang paling dahsyat dan menjadi penyebar utama materi pornografi dari pusat kota hingga pelosok desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, pemerintah melalui DIKNAS dan Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informasi mencanangkan membuat jaringan internet hingga pelosok desa. Tersambungnya jaringan internet dari berbagai macam level pendidikan, mulai Universitas hingga Sekolah Dasar. Namun, sosialisasi terhadap masalah penyimpangan penggunaan perangkat teknologi informasi terkini tampak kedodoran. Kasus menyebarnya 500 lebih Video Porno lewat jaringan internet dan handphone , yang dibuat anak muda Indonesia yang nota bene pelajar dan mahasiswa di kurun waktu 2003-2007 menjadi sebuah bukti betapa cerobohnya kita dalam menyikapi teknologi informasi. Selama ini, penanganan kasus pornografi selalu diselesaikan dengan cara-cara hukum dan pasal-pasal kriminal. Beberapa diantaranya menggunakan pendekatan agama yang mengedepankan rasa emosi dan fanatisme berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cara ringan dan menarik yang bisa diterima dengan cara menyenangkan dan menggabungkan kreatifitas-kebangsaan di dalam menyikapi fenomena pornografi. Melibatkan anak muda untuk bersama-sama bergerak sadar menghadapi masalah in membutuhkan tools dan perangkat yang sejalan dengan jiwa mereka. Pornografi yang melanda kehidupan anak muda, yang membuat mereka menjadi pecandu materi pornografi dan akhirnya menjadi pelaku pornografi itu sendiri adalah manifesto &lt;strong&gt;kreatifitas mereka yang kebablasan!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artinya, &lt;strong&gt;kreatifitas yang kebablasan&lt;/strong&gt; haruslah dilawan dengan &lt;strong&gt;kreatifitas-kebangsaan&lt;/strong&gt; untuk bisa membuat mereka tersadar dan melawan penyimpangan pornografi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kreatifitas Kebangsaan&lt;/strong&gt; : “Sebuah cara kreatif untuk menyelesaikan berbagai macam masalah dengan menumbuhkembangkan semangat kebangsaan di dalam menjalankan tindakan dan pola pikir. Menjunjung persatuan dan nasionalisme dalam bertindak, mengembangkan pola kreatif yang dapat diaplikasikan dengan semangat kebangsaan tanpa henti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyadarkan dan Mengikutsertakan Anak Muda Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyadarkan dan mengikutsertakan Anak Muda Indonesia agar peka dan peduli terhadap permasalahan bangsa, adalah dengan cara menyadarkan mereka bahwa anak muda adalah komponen utama negeri ini. Program “Wake Up! Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!” adalah cara memanggil jiwa-jiwa nasionalis dengan cara gaul dan terkini. Dengan membuat Anak Muda sadar bahwa mereka dapat berbuat menyelamatkan bangsanya, menjadikan mereka sebagai generasi yang sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan JBDK merasa perlu mengikutsertakan seluruh anak muda Indonesia untuk peka terhadap masalah penyimpangan pornografi. Targetnya, ada 1.000.000 (satu juta) orang Anak Muda Indonesia yang sadar dan bergerak bersama-sama setiap saat hingga titik darah terakhir bergerak melawan penyimpangan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Juta Anak muda Indonesia dapat diperoleh lewat jaringan sekolah dan perguruan tinggi. Mereka disadarkan dengan berbagai macam bekal pelatihan kesadaran teknologi dan peka penyimpangan pornografi dan secara otomatis akan menyebarkan pesan kesadaran terhadap semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Embrio Gerakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio gerakan “JBDK - Wake Up! Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!” adalah dengan cara menggandeng sekolah-sekolah, ikatan guru dan kepala sekolah, orang tua murid dan media massa untuk menjalankan program sadar teknologi informasi dan penyimpangan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim JBDK memandang, dengan turun langsung ke sekolah dan mendekati anak muda untuk mengabarkan dan menyebarkan kesadaran ini, adalah cara yang sangat efektif. Melibatkan mereka sebagai penggerak dan agen perubahan adalah cara ampuh menghadapi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat sosialisasi dengan datang ke sekolah, perguruan tinggi, ikatan guru dan kalangan akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skedul kegiatannya sosialisasi gerakan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15 Januari – 15 Mei 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi SMU (target 10 SMU DKI JABOTABEK, 10 SMU di Jogjakarta, 10 SMU di Jawa Tengah)&lt;br /&gt;Sosialisasi, penyadaran, bedah buku, diskusi, pendataan, maping, pencarian solusi bersama masalah penyimpangan pornografi per lokal sekolah. Mencari sukarelawan muda yang mendukung gerakan “JBDK – Wake Up Anak Muda, Indonesia Butuh Loe!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;20 Februari – 15 Mei 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Sosialisasi Perguruan Tinggi ( 3 Universitas dan Sekolah Tinggi di Jakarta, 2 Universitas di Jogjakarta, 3 Universitas di Jawa Tengah. Sosialisasi, seminar, diskusi, penyadaran, bedah buku, diskusi, pendataan, maping, pencarian solusi bersama masalah penyimpangan pornografi per lokal /daerah/kampus. Mengembangkan Tools Bersama dari kalangan Akademisi untuk menyikapi masalah penyimpangan pornografi (hardware dan Software) &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151081904339602786" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R3xRs00azWI/AAAAAAAAAQI/8cvTEgCthPE/s400/Logo+Indonesia+Awakening+Day.png" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008 dan Gerakan “JBDK – Wake Up! Indonesia Butuh Loe!”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;QUICK COUNT ACTION– Hari Kebangkitan Nasional&lt;br /&gt;Aksi Hapus file Porno Se Indonesia&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah gerakan nasional yang bertujuan membuat Anak Muda peka dan sadar terhadap bahaya penyimpangan Pornografi, maka gerakan ini perlu diwujudkan dan disimbolkan dalam peringatan hari “Kebangkitan Anak Muda” yang diselenggarakan pada 20 Mei 2008 bersamaan dengan peringatan hari kebangkitan nasional. Kebetulan, pada tanggal tersebut, tepat peringatan 100 tahun kebangkitan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari sosialisasi ke 30 SMU dan 8 Perguruan Tinggi akan dinyatakan menjadi sebuah gerakan nasional dengan simbolisme pernyataan sikap dan tindakan nyata menggerakan 100 relawan anak muda di seluruh Indonesia untuk bersama-sama melawan penyimpangan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan simbolismenya adalah, bersamaan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional, Gerakan “JBDK – Wake Up! Indonesia Butuh Loe!” akan mengadakan upacara peringatan dan kegiatan serentak Menghapus File-file Porno yang dilakukan secara bersama oleh 100 sukarelawan di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknisnya, tim JBDK akan mengadakan LIVE ACTION CONFERENCE di beberapa titik pusat kegiatan di Indonesia (Jakarta, Jogja dan Surabaya), bersama-sama mengadakan LIVE QUICK COUNT prose penghapusan file-file porno yang dilakukan 100 sukarelawan Anak Muda dan diliput media massa cetak, internet, radio dan televisi baik secara live maupun taping.&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Menghapus File-file Porno dengan LIVE QUICK COUNT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya, mengadopsi sistem penghitungan cepat seperti Quick Count Pemilu di Indonesia, Tim JBDK bersama Pihak Sponsor akan menyelenggarakan acara penghitungan jumlah file porno yang dihapus dari berbagai media penyimpanan pada tanggal 20 Mei 2008 di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bantuan 100 sukarelawan yang telah mendapatkan pemahaman dan sosialisasi masalah penyimpangan pornografi, mereka serentak akan menyebar ke setiap titik penyebaran materi pornografi seperti Warnet, Server Sekolah, situs pornografi di Internet dan berbagai macam media penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Relawan dari berbagai kota, akan melaporkan setiap file dan setiap bytes jumlah yang telah dihapus secara live lewat sistem SMS dan dihitung secara cepat dipusatkan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat penghitungan, akan dilakukan di Jogjakarta dan Jakarta dan dipantau selama 24 jam penuh lewat Handphone dan Jaringan Internet. Hasil dari Quick Count, akan ditampilkan di situs resmi JBDK. Dengan cara ini, kita banyak berharap, Anak Muda Indonesia melakukan aksi yang nyata dalam memerangi penyimpangan pornografi. Dimulai dengan menghapus materi pornografi, mengajak untuk berpikir jernih dan mengembangkan semangat persatuan di hari peringatan Kebangkitan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Pelaksanaan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para relawan yang telah mendapatkan sosialisasi dan pemahaman terhadap penyimpangan pornografi, akan diajak secara serentak melakukan hal di atas. Dengan menggandeng 1 Provider GSM atau secara mandiri, para relawan dibekali pulsa sebesar Rp. XXX,- untuk melakukan laporan SMS ke pusat QUICK COUNT di kantor Sponsor Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;kepada semua rekan yang tertarik bersama menjalankan kegiatan ini, silahkan hubungi saya atau akses ke blog http://tvlab.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set&lt;br /&gt;0818 936 046&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8218432589287472239?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8218432589287472239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8218432589287472239&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8218432589287472239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8218432589287472239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/jbdk-kebangkitan-nasional-anak-muda.html' title='JBDK - Kebangkitan nasional Anak Muda Indonesia!'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R3xP_k0azVI/AAAAAAAAAQA/3KIc74HisEI/s72-c/Logo+Wake+Up+Anak+Muda%21.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-365091569258862123</id><published>2008-01-02T00:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:29.993-08:00</updated><title type='text'>Iskandar Zulkarnaen(82)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s200/untitled.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152522736450324306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA MENJADI NEGARA MITRA UNTUK IMPORT SHOP BERLIN&lt;br /&gt;7-11 NOPEMBER 2007&lt;br /&gt;Penyelenggara Import Messe Berlin Jerman telah memilih Indonesia menjadi negara mitra(partner country) pada Import Shop Berlin yang diselenggarakan di Messe Berlin dari tanggal 7 – 11 Nopember 2007.&lt;br /&gt;Kota Berlin sebagai kota pameran memiliki area seluas 160.000 m2 indoor dan 100.000 m2 outdoor dengan fasilitas kapasitas parkir 14.000 kendaraan menjadikan Berlin sebagai Pusat Pameran Dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Messe Berlin digunakan untuk mengadakan serangkaian kegiatan kegiatan promosi terpadu Perdagangan, Pariwisata, Investasi dan Budaya. Diikuti oleh 516 peserta dari 64 negara. a.l. Afrika Selatan, Austria, Belgia, Bulgaria, China, India, Italia, Kamerun, Kolombia, Kenya, Korea Selatan, Thailand, Turki dan Vietnam dan Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai negara mitra, Indonesia memilih tema pokok Batik sebagai salah satu komoditi ekspor penting Indonesia untuk diperkenalkan kepada masyarakat Jerman, dan&lt;br /&gt;masyarakat internasional lainnya, disamping Batik juga telah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Perusahaan Batik dari Indonesia diwakili oleh BATIK SOGA,  dan BATIK SEMAR.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4Fwqis-x2I/AAAAAAAAAF8/BtUE4MlBZ6k/s1600-h/jerman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4Fwqis-x2I/AAAAAAAAAF8/BtUE4MlBZ6k/s320/jerman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152523324860843874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bersama Duta Besar Republik Jerman&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;bersama duta="" besar="" ri="" untuk="" republik="" jerman="" bp="" makmur="" widodo=""&gt;Kedutan Besar Republik Indonesia di Berlin turut membantu para peserta Indonesia dalam pameran dengan membuka stand pelayanan informasi dan penerjemahan untuk membantu pengusaha Indonesia melakukan negosiasi dengan para pembeli. Di samping itu, KBRI Berlin menyediakan ‘welcoming beverages and snacks’. Penempatan stand pelayanan dinilai memiliki pengaruh positif bagi upaya membantu transaksi dengan pembeli dan menunjang pariwisata Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 40 pengusaha Indonesia di bidang perbatikan, aksesoris batu-batuan, aksesories mebel, produk-produk kulit dan lain-lain dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung pameran berasal dari para importir, pedagang besar, pedagang kecil dan konsumer di Jerman dan Eropa pada umumnya dan dikunjungi lebih dari 40.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan peran sertanya pengusaha-pengusaha indonesia dapat  lebih meningkatkan kinerja ekspor non migas dan daya saing produk indonesia di mata internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-365091569258862123?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/365091569258862123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=365091569258862123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/365091569258862123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/365091569258862123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2008/01/indonesia-menjadi-negara-mitra-untuk.html' title='Iskandar Zulkarnaen(82)'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R4FwISs-x1I/AAAAAAAAAF0/UGbNmloYqiY/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2113335660668140843</id><published>2007-12-29T19:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T17:09:24.742-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banjir Solo 2007'/><title type='text'>Banjir di Solo</title><content type='html'>Laporan Pandangan mata seorang Teman!&lt;br /&gt;Penduduk Solo tidak menyangka kalau kotanya akan dilanda banjir. Meski dilalui aliran utama sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang se-Jawa, Solo relatif aman karena relatif tinggi letak tanahnya. Sebagai pusat kerajaan Jawa (kasunanan Surakarta yang merupakan pecahan Mataram) di masa lalu, tentu para pendiri kota telah memikirkan faktor elevasi ini saat memilihnya jadi ibukota kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang banjir ini ramai di mana-mana. Di pasar Klewer, sebagian kios tutup karena rumah-rumah pedagangnya terendam banjir. Kawasan Solo Baru yang merupakan ‘Kelapa Gading’nya Solo terendam mengakibatkan banyak warga berpunya mengungsi. Meski begitu, tingkat hunian hotel masih normal. Sejumlah hotel yang disurvei masih memiliki cukup persediaan kamar kosong. Solo memang bukan tujuan wisata untuk menghabiskan akhir tahun seperti Yogyakarta yang justru penuh oleh turis di akhir tahun. Hotel menjadi tujuan pengungsian warga Solo yang berpunya, karena umumnya menganggap banjir ini tidak akan berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membingungkan pemerintah kota adalah berbedanya wilayah yang tergenang dari hari ke hari. Air sempat masuk ke kota Solo termasuk di dekat kampus UNS (UNS adalah kependekan dari Universitas Negeri Surakarta, meski kini berubah nama jadi Universitas Sebelas Maret, akronimnya tetap dipertahankan). Tapi pada hari berikutnya kawasan itu surut airnya.&lt;br /&gt;Kawasan Semanggi, Pucang Sawit, Sangkrah, Sudiroprajan, Jebres, Sewu, Jagalan, Gandekan, Joyosuran, Kedunglumbu, Pasar Kliwon, dan Joyontakan merupakan daerah di dalam kota Solo yang paling parah. Ketinggian air di Joyontakan mencapai 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kawasan Tawangmangu yang longsor hari Rabu 26 Desember 2007 lalu berada di luar kota Solo. Secara administratif ia termasuk kabupatan Karanganyar. Jalan menuju lokasi tersebut tertutup dan saya tidak ke sana karena keterbatasan akses. Mohon maaf tidak dapat melakukan laporan pandangan mata. Namun penulis dapat menuliskan rangkuman dari koran-koran setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PMI cabang Surakarta, kantor Walikota dan aparat terkait termasuk dari TNI sudah berkoordinasi. Berbagai unsur masyarakat juga turun tangan, termasuk dari perguruan tinggi. Lokasi pengungsian tersebar, ada yang di posko darurat sekitar lokasi seperti gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta atau kantor kelurahan Sudiroprajan. Pengungsian terutama dipusatkan di dalam kota Solo yang relatif lebih aman. Dua tempat utama adalah di Stadion Manahan dan Balai Kota Solo. Bila banjir meluas, direncanakan Pagelaran Kraton Surakarta dan GOR Sriwedari akan dimanfaatkan pula. Pengungsi hingga hari ini sudah 34.307 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyedihkan, seperti biasa, bantuan dari pemerintah relatif lambat. Warga pengungsi selain masih kekurangan makanan siap santap juga kekurangan fasilitas air bersih, dan pakaian. Meski berangsur-angsur, bantuan telah mulai berdatangan. Hari ini saya juga berpapasan dengan mobil RI 44 (Menteri Sosial?) yang anehnya hanya sendirian tanpa rombongan dan hanya dikawal satu mobil polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dikepung banjir dan akses keluar kota seperti ke Surabaya terhambat di beberapa titik, aktivitas warga Solo relatif normal. Seluruh pelayanan publik dan tempat keramaian tetap buka. Ironisnya, bahkan Badan Pertanahan Nasional Surakarta masih melanjutkan lokakaryanya. Tadi pagi saya melihat mereka berpakaian olahraga berfoto-foto dengan ceria. Rupanya hari ini adalah hari penutupan. Lucu sekali melihatnya di tengah derita. Bukankah mereka aparat pemerintah yang seharusnya peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2113335660668140843?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2113335660668140843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2113335660668140843&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2113335660668140843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2113335660668140843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/banjir-di-solo.html' title='Banjir di Solo'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3160000566483572245</id><published>2007-12-22T20:13:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T18:41:52.304-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://s258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/?action=view&amp;current=sony-1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i258.photobucket.com/albums/hh266/mastok_album/sony-1.jpg" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Selamat Tahun Baru 2008M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3160000566483572245?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3160000566483572245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3160000566483572245&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3160000566483572245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3160000566483572245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/photobucket_22.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2755244465195826057</id><published>2007-12-16T22:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:30.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye JBDK'/><title type='text'>Kampanye "Jangan Bugil di Depan Kamera!"</title><content type='html'>Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan, mas dan mbak, para senior saya FE UNS. Terima kasih sudah menerima saya di blog ini, dan kali ini saya mau posting kegiatan saya kampanye "Jangan Bugil di Depan Kamera!" yang Insya Allah akan di adakan di Jogjakarta, SMU De Brito, tanggal 21 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matur Sembah Nuwun atas ijinnya. Maturnuwun Mas Tok, sampai bertemu di Semarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R2Ycv8Nx0TI/AAAAAAAAAPI/yLtSa9BoklU/s1600-h/andi%2Bf%2Bnoya%2Bbuku%2Bsaya%2BSmall.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R2Ycv8Nx0TI/AAAAAAAAAPI/yLtSa9BoklU/s400/andi%2Bf%2Bnoya%2Bbuku%2Bsaya%2BSmall.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144831234260717874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;                      &lt;/h3&gt;                 &lt;div class="post-body entry-content"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan, Akhirnya Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera! akan dilaksanakan  pertama kali di  Sekolah Menengah Umum, setelah berputar ulang kali ke kampus-kampus dan lembaga pemerintah. Saya mencoba mengenalkan kampanye JBDK dan buku "500+Gelombang Video Porno Indonesia!" yang sudah saya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hal yang sangat menggembirakan, ketika kampanye JBDK dilirik kalangan sekolah yang notabene adalah remaja dan pelajar! Sebelumnya, saya sempat merasa ragu, apakah tema kampanye ini diperbolehkan masuk ke sekolah-sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menawarkan Kampanye JBDK ke sebuah SMU terkenal di Jogja, tapi tanggapan mereka malah curiga terhadap program JBDK itu sendiri. Hla? Piye sih? JBDK itu gerakan moral pak, bukan gerakan politik. Kita ini kepingin menyebarkan semangat, bukan cari gara-gara. Susah bener memang kalau mau berbuat baik....hik...!&lt;br /&gt;SMU Kolose DeBrito Jogja, tempat pertama JBDK berlabuh di SMU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya dapat undangan dari SMU Kolose De Brito Jogja, yang akan diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu : 9.00-11.00 , 21 Desember 2007, Jum'at&lt;br /&gt;Lokasi : Perpustakaan SMU Kolose De Brito Jogjakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya : Bedah buku, ngobrol, diskusi dan Kampanye Jangan Bugil di Depan Kamera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi? Tiada kesan tanpa kehadiran Anda, dan tunggulah berita berikutnya di blog kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam JBDK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;0818936 046&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jangan Bugil di Depan Kamera!"&lt;br /&gt;http://tvlab.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2755244465195826057?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2755244465195826057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2755244465195826057&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2755244465195826057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2755244465195826057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/kampanye-jangan-bugil-di-depan-kamera.html' title='Kampanye &quot;Jangan Bugil di Depan Kamera!&quot;'/><author><name>JBDK!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07145153879624385586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dnAl91KjWrQ/R2Ycv8Nx0TI/AAAAAAAAAPI/yLtSa9BoklU/s72-c/andi%2Bf%2Bnoya%2Bbuku%2Bsaya%2BSmall.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7678576881836654137</id><published>2007-12-15T17:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:30.734-08:00</updated><title type='text'>Profil Alumni FE 9?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R7t5FjbaI/AAAAAAAAAFg/Vc07yTEY508/s1600-h/BagusDwi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R7t5FjbaI/AAAAAAAAAFg/Vc07yTEY508/s400/BagusDwi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144372702712393122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagus Dwi (alumni FE ), Kru Jejak Petualang TV 7, &lt;a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;channel=s&amp;amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;amp;q=bagus+jejak+petualang&amp;amp;btnG=Telusuri&amp;amp;meta="&gt;Profil Bagus Klik Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7678576881836654137?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7678576881836654137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7678576881836654137&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7678576881836654137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7678576881836654137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/profil-alumni-fe-9.html' title='Profil Alumni FE 9?'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R7t5FjbaI/AAAAAAAAAFg/Vc07yTEY508/s72-c/BagusDwi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1487735836087190352</id><published>2007-12-11T14:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:30.882-08:00</updated><title type='text'>Profil Alumni FE 91</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R3JpFjbZI/AAAAAAAAAFY/80aTbMK9HQk/s1600-h/sonny.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R3JpFjbZI/AAAAAAAAAFY/80aTbMK9HQk/s200/sonny.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144367681895624082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/2007/04/kampanye-nasional-anak-muda-indonesia.html" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Stop Bugil" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/7011/925458702500169/269/z/280007/gse_multipart17302.jpg" border="0" height="100" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sonny Setiawan(FE 91), pencetus dan penggiat  kampanye "Jangan Bugil di depan Kamera", beberapa bulan lalu menjadi bintang tamu dalam acara tv Kick Andy yang disiarkan Metro TV setiap Kamis malam dan Ahad sore. Beliaunya seorang penulis tangguh, yang buku dan skenarionya telah banyak diterbitkan. Kegiatan lain dari seabreg kegiatannya adalah sebagai pembicara di berbagai acara seminar dan pelatihan tingkat nasional, mengajar di Broadcast School (Utan Kayu), setiap sabtu di Sanata Dharma Yogyakarta.Untuk mengenal lebih jauh denganMas Sonny kunjungi saja blognya "&lt;a href="http://tvlab.blogspot.com/"&gt;tvlab.blogspot.com&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"TV Lab Communications adalah sebuah Lembaga Konsultan dan Studi Pembuatan dan penelitian TV Program di Indonesia. Saat ini TV Lab Communications telah mengembangkan sayap dengan membuka kantor pusat di Jogja, Jalan Kaliurang 4 - Dandang Gulo no 1 - Pogung Baru Jogjakarta. Jadi, bila anda bercita-cita ingin membuat tayangan televisi yang baik, ingin menjadi penulis naskah program tv dan ingin memajukan Indonesia, Anda satu visi dengan Kami&lt;/i&gt;" yang ini visi dari Mas Sonny yang saya copy paste dari tvlab.blogspot.com&lt;br /&gt;Suskses buat alumni FE-UNS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1487735836087190352?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1487735836087190352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1487735836087190352&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1487735836087190352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1487735836087190352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/alumni-berprestasi.html' title='Profil Alumni FE 91'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R2R3JpFjbZI/AAAAAAAAAFY/80aTbMK9HQk/s72-c/sonny.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-930485015281153316</id><published>2007-12-09T22:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:31.025-08:00</updated><title type='text'>Karya mbak Genuk (78)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Informasi Buku Baru&lt;br /&gt;Diluncurkan 10 September 2007&lt;br /&gt;Pengupas : Nina Akbar Tanjung, Msi&lt;br /&gt;dr. Kartono Muhamad&lt;br /&gt;Edy Putra Irawady , SH, MAIT&lt;br /&gt;(Deputi Menko Perekonomian)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zY-RYmzQI/AAAAAAAAAE4/19DBwPMBdOM/s1600-h/sestri-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zY-RYmzQI/AAAAAAAAAE4/19DBwPMBdOM/s400/sestri-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142223438880361730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buku KANTI REDJEKI Pengabdian Tenaga Medis 1923-1976&lt;br /&gt;Penulis F. Sestri Rahardjo,  FE/ 78&lt;br /&gt;Pengantar :  Dr. PW. Agung Diponegoro Msi, FE/ 78&lt;br /&gt;Prof. Dr. Dipl.-Wardiman Djojonegoro&lt;br /&gt;  Tjahjo Kumolo SH&lt;br /&gt;Resensi      :  Kompas 12 September 2007, Suara Pembaharuan,&lt;br /&gt;Suara Karya 11 September 2007 dan Media Indonesia       6 Oktober 2007 hal 20. Bedah Pustaka  &lt;br /&gt;Tersedia di Toko Buku Kinokunia :&lt;br /&gt;Plaza Senayan, Senayan Kebayoran Baru&lt;br /&gt;Plaza Indonesia, Thamrin Jakarta&lt;br /&gt;Pondok Indah Mall, Jakarta&lt;br /&gt;Grand Indonesia, Thamrin Jakarta&lt;br /&gt;Distribusi : Sri Winanrni Hp. 08158753864, 021- 8711291&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-930485015281153316?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/930485015281153316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=930485015281153316&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/930485015281153316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/930485015281153316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/iklan-buletin-jafek.html' title='Karya mbak Genuk (78)'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zY-RYmzQI/AAAAAAAAAE4/19DBwPMBdOM/s72-c/sestri-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-492421122623992406</id><published>2007-12-09T17:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:31.144-08:00</updated><title type='text'>Pemasang Iklan Buletin Jafek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1ySZRYmzOI/AAAAAAAAAEo/OsRB-_TpVrA/s1600-h/coverblkg+luar.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1ySZRYmzOI/AAAAAAAAAEo/OsRB-_TpVrA/s400/coverblkg+luar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142145837411257570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-492421122623992406?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/492421122623992406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=492421122623992406&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/492421122623992406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/492421122623992406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/pemasang-iklan-buletin-jafek.html' title='Pemasang Iklan Buletin Jafek'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1ySZRYmzOI/AAAAAAAAAEo/OsRB-_TpVrA/s72-c/coverblkg+luar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8601134121531650662</id><published>2007-12-09T17:04:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:31.325-08:00</updated><title type='text'>Pejabat Baru FE UNS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1yQ-xYmzNI/AAAAAAAAAEg/rknM3WM40SI/s1600-h/coverdpn+luar.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1yQ-xYmzNI/AAAAAAAAAEg/rknM3WM40SI/s400/coverdpn+luar.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142144282633096402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Baru di Fakultas Ekonomi UNS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekan : Bp.Bambang Sutopo, Professor&lt;br /&gt;PD I   : Bp Atmaji (FE 78)&lt;br /&gt;PD 2   : Bp Sutomo (FE  76  )&lt;br /&gt;PD 3   : Bp. Yakob Suparno&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8601134121531650662?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8601134121531650662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8601134121531650662&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8601134121531650662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8601134121531650662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/pejabat-baru-fe-uns.html' title='Pejabat Baru FE UNS'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1yQ-xYmzNI/AAAAAAAAAEg/rknM3WM40SI/s72-c/coverdpn+luar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2767039053667538235</id><published>2007-12-09T16:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:31.480-08:00</updated><title type='text'>Profil Alumnii FE 78</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zW1BYmzPI/AAAAAAAAAEw/Q61pt44vm_Q/s1600-h/sestri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zW1BYmzPI/AAAAAAAAAEw/Q61pt44vm_Q/s200/sestri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142221080943316210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dra. Francisca Sestri G, MM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui rekan anggota redaksi yang domisili di Jakarta, Buletin Jafek pada terbitan Vol 2 nomor 1 edisi Oktober 2007 menampilkan tokoh eksekutif  yang kaya pengalaman dalam bidang manajemen yaitu Dra. Francisca Sestri G, MM atau lebih akrab dipanggil Genuk.  Genuk lahir di Boyolali, 8 Agustus 1959. Visi “Mencapai hidup abadi” dan misi “Menjadi sinar bagi sesama”,juga memiliki hobi membaca buku &amp;amp; artikel politik, koleksi parfum laki-laki, dan ballroom. Sejak kecil dididik untuk suatu kejujuran dan kerja keras, melakukan pekerjaan dengan baik berarti menjalankan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Genuk menikah dengan Dipl.-Ing Chester Wiradja lulusan Teknik Elektro Jerman, dan memiliki 2 putri yaitu Sadia Intani kelas 3 SMA Tarakanita I Jakarta dan Asika Meryl. Kelas VI SDK IV BPK Penabur Jakarta.&lt;br /&gt;Alamat : Pondok Kelapa Permai Blok AE 12 no 4-5 Jakarta Timur. Telp 021 8641682, Fax. 021 8641840, email sestri@mustika-ratu.co.id dan sestri_g@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Kerja dimulai Pada tahun 1984-1986 bekerja sebagai staf bagian kredit di Bank Bumi Arta Indonesia Semarang, kemudian Penulis mencari pengalaman di Jakarta. Mulai tahun 1986-1987 sebagai Asisten Manajer PT. Fumara Kirana Indonesia, bergerak di bidang Garmen, dibawah General Manajer Achmad Sumargono yang sekarang menjadi politisi Partai Bulan Bintang. Diterima di PT. Mustika Ratu tahun 1987-1991 sebagai supervisor Finance Controller, meliputi bidang Cost Accounting, EDP dan Cash Bank.Untuk menambah wawasan penulis diterima di PT. Aditek Pratesis, salah satu  anak perusahaan PT. Gunung Sewu Kencana, sebagai Asisten Manajer Finance &amp;amp; Administration, mendapatkan penghargaan Controller Award dari CEO pada tahun 1991-1994. Ia Dipanggil kembali oleh PT. Mustika Ratu sebagai Corporate Audit Manager 1994-1996, dan menjadi sekretaris umum tim Go Public, kemudian mutasi, pada tahun 1996-2001 menjadi Treasury Manager, menjadi Senior Purchasing Manager pada tahun 2001-sekarang, pada tahun 2004 -sekarang merangkap sebagai General Manager Finance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan keorganisasian  antara lain Aktif sebagai bendahara umum Iluni Pasca Sarjana Universitas Borobudur tahun 2006-sekarang, Pengurus  IAFES (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi UNS) tahun 2001-sekarang, Bendahara Yayasan Putri Indonesia tahun 2004-sekarang, sebagai Tenaga Ahli asosiasi Perkosmi (Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia) dan Sekretaris II GP. Jamu (Gabungan Pengusaha Obat Traditional dan Jamu) tahun 2007. Masuk buku “Top Executive  Of The Year tahun 2001, pernah menjadi Wakil sekjen bidang ekonomi Kopebang pimpinan Ricky Sutanto 2007, menjadi sekretaris  dan inisiator terbentuknya Aliansi 9 Asosiasi Perusahaan Swasta Nasional&lt;br /&gt;(AP3MI,APGAI,APPSI,APROGAKOB,ASRIM,GABEL,GAPMMI,NAMPA dan PERKOSMI), tahun 2006-sekarang Simpatisan Forum Kebersamaan Penanggulangan Bencana Negara (FKPBN) yang dideklarasikan tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aliansi : saat ini masih berjuang untuk Perpres Pasar Modern dan Tradisional, yang masih ada di meja Presiden, cukup melelahkan selama 2 tahun dari rapat dengan Komisi VI DPR RI dan jajarannya, Kadin, Aprindo, Mendag, Menindustri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Menko Perekonomian dan Ketua MK tentang UU Perpasaran.&lt;br /&gt;Perkosmi :Secara terpisah sehubungan dengan diberlakukanya Harmonisasi Asean ,memberi masukan kepada Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning dalam penyusunan UU Kesehatan yang menyangkut industri farmasi dan Obat Tradisional.&lt;br /&gt;DP Jamu :Rapat Kerja dengan Menristek Kusmayanto Kadisman, dalam memperjuangkan 5 tanaman berkasiat, agar dapat di patenkan oleh Negara Republik Indonesia, sebagai kekayaan tanaman nasional yang melibatkan BPPT, UKM dan Pertanian.&lt;br /&gt;Dewan Rempah : bersama bapak Adi Sasono untuk memikirkan dan mengembalikan kejayaan Indonesia di bidang rempah-rempah antara lain: Vanili, Cengkeh, Tanaman hortikultura dan lain-lain sebelum ditiru dan tergilas oleh arus globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Sarjana S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Perusahaan,  angakatan tahun 1978 Universitas Sebelas Maret diraih pada tahun 1984, Pasca sarjana S2 Magister Manajemen bidang Marketing Universitas Borobudur Jakarta tahun 2002-2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diminta mengutarakan Kesan selama kuliah S1 di FE UNS  katanya, pada acara malam inagurasi mahasiswa baru angkatan 78, antara lain: Saya, Isis, Hartuning, Ambar Sulistyowati, Anna dan Ismundarti ikut peragaan busana batik. Acara ini disponsori Batik Semar, diselenggarakan di Gedung Pertemuan Bathari, Jl. Slamet Riyadi. Kadang merasa geli di make up salon Coyudan, gratis lagi sudah seperti penari panggung, di paksa panitia yaitu Dewati Karsono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan ketika saya sebagai tentor Mata kuliah Matematika  biasa diselenggarakan di tempat Tini Dagen atau Johny kebetulan dekat Kampus waktu itu masih di Mesen, banyak teman yang bergabung antara lain : Johny Sudarmono, Hartuning Sagita Dewi, Hairuddin Patompo, Tini, Isis, Rudy Widodo, Hermin dll. Setelah  belajar biasanya ngumpul rujakan di tempat Isis jl. Tarakan Banjarsari atau di Rumah Rudy Widodo di dekat terminal bus waktu itu.Yang jelas kami-kami sangat menikmati kebersamaan dan kekompakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya terbarunya mbak Genuk adalah menulis buku: Kanti Redjeki - Pengabdian Tenaga Medis 1923-1976.  Bedah Buku dan Peluncurannya di Graha Mustika Ratu Jakarta 10 Sepember 2007: Pembedah : Krisnina Akbar Tanjung Msi : Tokoh Perempuan dan Pemerhati Budaya, dr. Kartono Muhamad : Pakar Ilmu Kesehatan dan Moderator Edy Putra Irawady SH, MAIT Depeuti Menko Perekonomian bidang koordinasi Industri &amp;amp; Perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan untuk  Fakultas Ekonomi agar memiliki tenaga dosen yang kompeten dan dedikasi tinggi, sehingga melahirkan lulusan sbg generasi muda penerus bangsa, untuk siap pakai terjun dalam implementasi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2767039053667538235?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2767039053667538235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2767039053667538235&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2767039053667538235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2767039053667538235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/dra.html' title='Profil Alumnii FE 78'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1zW1BYmzPI/AAAAAAAAAEw/Q61pt44vm_Q/s72-c/sestri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3835680248299141258</id><published>2007-12-01T22:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T03:23:31.566-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1JYhBxJe5I/AAAAAAAAAEQ/2Z37fGxisRA/s1600-R/lestari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1JYhBxJe5I/AAAAAAAAAEQ/HCTcszS2OUY/s400/lestari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139267449216662418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lestari (FE 82), no 2 dari kanan, diberitakan dalam keadaan kritis, di Rumah sakit Islam Pondok Kopi Jakata. Mohon do'a kawan-kawan semua. Sumber berita Indah Parindastuti (FE 82)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3835680248299141258?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3835680248299141258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3835680248299141258&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3835680248299141258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3835680248299141258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/lestari-fe-82-no-2-dari-kanan.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/R1JYhBxJe5I/AAAAAAAAAEQ/HCTcszS2OUY/s72-c/lestari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4030921960459613508</id><published>2007-12-01T16:55:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T17:03:34.189-08:00</updated><title type='text'>Undangan Menjadi Redaksi</title><content type='html'>Kawan-kawan Alumni FE-UNS angkatan berapapun, kami undang untuk menjadi redaksi jafek-online. Sehingga bisa melakukan entry berita apapun kedalam blog kita ini. Caranya mudah kirim alamat email ke jafekuns@gmail.com atau sms 081390208729 (Sumarwoto, 82). Dengan media ini insya'Allah, jaringan alumni FE UNS akan semakin solid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4030921960459613508?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4030921960459613508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4030921960459613508&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4030921960459613508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4030921960459613508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/undangan-menjadi-redaksi.html' title='Undangan Menjadi Redaksi'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1055769433733221633</id><published>2007-12-01T15:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-12T05:34:28.828-08:00</updated><title type='text'>Album</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.rumahbeasiswa.com/" alt="Informasi Beasiswa S1, S2, S3"&gt;&lt;img src="http://www.rumahbeasiswa.com/contest/beasiswa/rumah-beasiswa-358x30-2.gif" title="Informasi Beasiswa S1, S2, S3" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;table bgcolor="#b1c3d9" border="10" cellpadding="3" height="135" width="195"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" direction="up" width="192" height="132" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/joko-1.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/budi.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/ucu.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/tuning.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/andi.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/image001.gif" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1055769433733221633?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1055769433733221633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1055769433733221633&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1055769433733221633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1055769433733221633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/informasi-beasiswa-s1-s2-s3.html' title='Album'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6832125414024071546</id><published>2007-11-18T16:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T18:09:41.182-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sumber; Liputan Pesta Blogger Republika 27 Oktober 2007&lt;br /&gt;Jurnalisme warga&lt;br /&gt;Blog merupakan garda depan dari jurnalisme warga. Genre baru jurnalistik ini sudah dikembangkan di Korea Selatan lewat situs ohmynews. Ribuan warga negeri ginseng ini sekaligus merangkap sebagai wartawan yang melaporkan peristiwa di seputar mereka lewat blog. ''Ini sebuah revolusi media,'' kata Budi Putra. imy&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jurnalisme warga&lt;br /&gt;Blog merupakan garda depan dari jurnalisme warga. Genre baru jurnalistik ini sudah dikembangkan di Korea Selatan lewat situs ohmynews. Ribuan warga negeri ginseng ini sekaligus merangkap sebagai wartawan yang melaporkan peristiwa di seputar mereka lewat blog. ''Ini sebuah revolusi media,'' kata Budi Putra. &lt;a href="http://republika.co.id/"&gt;Republika 27 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6832125414024071546?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6832125414024071546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6832125414024071546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6832125414024071546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6832125414024071546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/11/jurnalisme-warga-blog-merupakan-garda.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8127741235896374399</id><published>2007-10-05T09:30:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T09:33:05.565-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 102, 0);" href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/image001.gif" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Segenap Redaksi Jafek Mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8127741235896374399?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8127741235896374399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8127741235896374399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8127741235896374399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8127741235896374399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/10/segenap-redaksi-jafek-mengucapkan.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2349482136348773869</id><published>2007-10-05T08:11:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:32.043-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RwZYCQdyk1I/AAAAAAAAAD0/Q7B4XO7kHMo/s1600-h/joko-2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RwZYCQdyk1I/AAAAAAAAAD0/Q7B4XO7kHMo/s200/joko-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117874822356046674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ANTHURIUM GUNAWAN&lt;br /&gt;Oleh : Djoko Karyono&lt;br /&gt;(FE UNS Angkt. 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas bukan menyebutkan nama seseorang untuk menjadi tema tulisan, tetapi akal-akalan untuk menghubungkan jenis tanaman hias yang lagi booming saat ini, yaitu jenis tanaman Anthurium dengan para penjual bunga atau penjual tanaman hias yang dalam hal ini diwakili seseorang yang kebetulan bernama Gunawan.&lt;br /&gt;Kalau selama ini pedagang tanaman hias indentik dengan tanaman yang mengandalkan keindahan bunga, maka tahun 2006 – 2007 pasar tanaman hias Indonesia dihebohkan oleh merebaknya jenis tanaman hias yang mengandalkan keelokan daun. Sang pelopor dari merebaknya tanaman hias jenis ini adalah jenis tanaman dari keluarga araceae dengan jenis Anthurium. Anthurium sendiri berasal dari bahasa latin anthos berarti bunga, ori yang berarti ekor dan ion yang artinya kecil. Jadi secara lexical Anthurium diartikan sebagai bunga ekor kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bunga Anthurium yang berbentuk seperti ekor kecil jelas tidak indah, tetapi ia menawarkan keindahan lain berupa keindahan daun. Ternyata era sekarang ini keindahan daun tadi menjadi trend dikalangan para penghobi atau kolektor tanaman hias. Sekedar mengingatkan, Anthurium sendiri dikelompokan dalam tiga jenis, yaitu  hookeri, jemani dan wave of love. Jenis lainnya dari tanaman hias yang menawarkan keelokan daun diantaranya adalah aglonema, philodendron dan alocasia.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui betapa fantatisnya Anthurium ini, simak saja dari harga tanaman tersebut dipasaran. Bilangan harga untuk satu pot tanaman hias jenis Anthurium tidak puluhan ribu rupiah, tapi jutaan rupiah bahkan ratusan juta rupiah. Sejauh ini tercatat harga tertinggi untuk satu pot Anthurium dari jenis jemani kobra yang terjadi pada saat lelang tanaman hias di Pusat Promosi Tamanan Hias Lapangan Banteng – Jakarta adalah Rp. 260.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Tentu ini sebuah harga yang luar biasa – kalau tidak boleh disebut gila – untuk satu buah pot tanaman dengan harga setinggi itu. Harga itu masih belum seberapa kalau dibandingkan rekor penjualan untuk jenis tanaman hias yang dipegang oleh aglonema perak. Satu pot tanaman ini dihargai Rp. 600 juta lebih. Kali ini terpaksa saya sebut “gila”. Betapa tidak, untuk satu pot tamanan sama dengan harga satu mobil mewah.&lt;br /&gt;Komentar yang bermunculan atas fenomena harga tanaman hias inipun bermacam-macam. Dari yang sinis dengan menyebut hanya orang gila yang mau membeli daun dengan jutaan rupiah, sampai yang mempertanyakan benarkan tanaman hias merupakan investasi yang memberikan yield yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOLEKDOL&lt;br /&gt;Istilah Kolekdol (kolek dan dol) yang artinya mengkoleksi lalu menjual saya dengar pertama kali dari pedagang tamanan hias yang tadi saya sebutkan namanya adalah Gunawan. Waktu liburan tujuhbelasan 2007 kemarin saya sempatkan mampir kerumah Gunawan di daerah Mbekonang – Sukoharjo. Dalam pikiran saya Gunawan ini bisnisnya ternak penggemukan sapi. Ini sesuai pengakuannya waktu dia bertandang kerumah saya di Jakarta. Ternyata diluar perkiraan saya, karena dihalaman rumahnya yang baru dibangun itu bukan dipenuhi kandang sapi, tetapi dipenuhi dengan tanaman hias dari berbagai jenis. Cerita punya cerita ternyata dia berkongsi dengan Debleng dan Pakilik bisnis tanaman hias. Dua nama terakhir yang saya sebutkan adalah teman seperjuangan Gunawan waktu masih jual nasi kucing di Laweyan.&lt;br /&gt;Gunawan memulai cerita succes story-nya, bahwa dia berhasil membangun sebuah rumah dari hasil jual daun, kemudian dapat untuk membeli sepeda motor pakai daun juga – maksudnya hasil dari jualan tanaman Anthurium bisa untuk membangun rumah ataupun membeli kendaraan. Anehnya dia tidak mau disebut sebagai pedagang apalagi tengkulak, dia memproklamerkan dirinya dengan sitilah kolekdol tadi. Saya pikir apalah artinya sebuah sebutan, mau kolekdol atau kolekdul tetaplah dia kulakan Anthurium dengan harga murah lalu menjual dengan harga sangat mahal. Itulah pemahaman sejatinya dari ilmu pedagang, siapapun calon pembelinya tidak memandang saudara, teman apalagi orang tak dikenal, maka berlaku prinsip “ kalau bisa jual mahal kenapa harus jual murah”.&lt;br /&gt;Didepan saya sempat disorongkan tiga buah pot kecil berisi tanaman yang waktu itu saya juga belum kenal jennis tanaman yang disorongkan di depan saya itu. Tapi Gunawan menyebutnya sebagai jemani kobra dan jemani golden. Mulai dia menyebutkan harga masing-masing pot. Pot pertama yang berisi tanaman kecambah dua lembar daun berwarna kekuningan, dia hargai Rp 750.000 – inipun nanti setelah saya konfirnmasi ulang melalui telpon harganya berubah menjadi 1,75juta. Pot kedua berisi tanaman dengan 4 lembar daun berwarna hijau yang dia sebut jemani kobra dia bandrol 7,5 juta dan satu lagi yang dia sebut dengan jemani golden dengan 6 lembar daun dia sebut harganya sama dengan motor mio baru.&lt;br /&gt;Ketika saya memprotes harga yang menurut saya tidak wajar itu, Gunawan cuma menjawab “memang tidak masuk akal tapi tapi itu fakta”. Dilain kesempatan dia juga menyebutkan bahwa para kolektor maupun pedagang Anthurium dalam melakukan transaksi hanya dengan 4 tahapan, yaitu datang, lihat, senang, dan langsung bayar. Tidak ada yang protes, tidak ada komentar kalau ada proses tawar menawar biasanya sedikit sekali perubahan harganya.&lt;br /&gt;Hanya satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Gunawan, yaitu kenapa orang mau membeli tanaman dengan harga selangit. Waktu pertanyaan itu saya ajukan dia hanya menggelang, karena memang sulit dijelaskan alasan orang mau memburu Anthurium dengan memberikan harga ratusan juta rupiah. Alasan klasik yang sering saya dengar adalah karena alasan gengsi seseorang, kelangkaan dari jenis tanaman itu sendiri atau untuk alasan investasi karena harga jualnya dari hari ke hari selalu naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INVESTASI&lt;br /&gt;Tabir dari prinsip investasi dengan spekulasi ibarat sebatas rambut, sangat tipis dua kegiatan itu hanya dibedakan dari niat orang yang melakukan transaksi. Satu sisi dianjurkan sedang sisi lainya harus dihindari bahkan diharamkan. Kita dianjurkan untuk malakukan kegiatan investasi baik untuk menjaga ketidak-pastian maupun untuk menyimpan kelebihan kekayaan yang kita peroleh (saving). Tetapi kita akan menghadapi cercaan dan bahkan berbagai bentuk pelarangan manakala kita melakukan kegiatan spekulasi. Bisa cercaan dari keluarga maupun pelarangan dari sudut keyakinan.&lt;br /&gt;Betapa tipisnya perbedaan itu akan nampak nyata dalam melakukan transaksi jual beli surat berharga atau efek – utamanya jual beli saham. Apabila kita membeli saham dengan niat investasi, artinya kelebihan dari pendapatan dibelikan saham dengan niat mengusai saham tersebut dalam jangka waktu lama dan akan menjualnya manakala membutuhkan sejumlah dana yang ia perlukan, maka kegiatan ini dikategorikan sebagai kegiatan investasi. Tetapi apabila kita membeli saham dengan niat akan menjual secepatnya (short selling) untuk memperoleh keuntungan (margin), maka ini bisa dikategorikan sebagai kegiatan spekulasi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutnya short selling sebagai transaksi yang tidak memenuhi prinsip syariah (syar’i) karena transaksi semacam itu bersifat spekulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu berbeda jual beli saham dengan jual beli Anthurium atau paling tidak belum ada rujukan untuk mengkategorikan apakah melambungnya harga Anthurium sebagai dampak dari kegiatan spekulasi. Kalau selama ini hanya masalah gengsi seseorang yang dituduh sebagai penyebab utama tingginya harga Anthurium, mungkin sekarang kita perlu untuk tidak apriori terhadap sikap orang yang menggilai Anthurium. Bisa jadi beberapa teori ekonomi barangkali bisa menjelaskan atas perilaku para penghobi dan kolektor tanaman hias.&lt;br /&gt;Kita tentu ingat nama Abraham Maslow, dialah yang mengajukan “teori hirarki kebutuhan manuasia”. Bahwa kebutuhan manusia secara berjenjang terdiri dari kebutuhan dasar (basic needs), kebutuhan rasa aman (savety needs), kebutuhan interaksi sosial (social needs), kebutuhan akan pengakuan (actualization needs) dan yang terakhir dan merupakan puncak kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan keindahan (esteem needs).&lt;br /&gt;Perdagangan pada kenyataannya tersegmentasi pada hikaraki kebutuhan manusia. Sesuai dengan hirarki kebutuhan manusia tersebut, maka pasar paling besar pastilah pasar untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, baik berupa kebutuhan makan, sadang dan papan. Kemudian mengerucut pada kebutuhan yang berkaitan dengan keindahan yang ingin dinikmati manusia (esteem needs). Meskipun segmen disini lebih sempit jelas ada kelompok orang yang yang secara ekonomis perlu untuk dipuaskan kebutuhannya.&lt;br /&gt;Rupanya ceruk inilah yang dihuni Anthurium dan tanaman hias ekslusif lainnya. Perilaku orang pada tingkatan esteem needs jelas berbeda dengan perilaku orang dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Pada tahapan esteem needs, orang akan mengeluarkan segala upaya yang dia miliki untuk mendapatkan keindahan yang dia inginkan. Celakanya persepsi keindahan adalah sangat subyektif bahkan terkadang irrasional. Pada kasus Anthurium ini kita tidak bisa mencela para kolektor dan penghobi sebagai kelompok yang irrasional, kita juga tidak bisa menuduh mereka yang mengaguminya sebagai kelompok orang egois karena keindahan adalah hak subyektif individu.&lt;br /&gt;Kita juga tidak bisa protes kepada orang-orang yang seprofesi dengan Gunawan yang telah menjual Anthurium dengan harga selangit itu. Karena mereka mendapatkan rejekinya atas berlakunya mekanisme pasar, yaitu dimana ada permintaan maka akan ada penawaran. Paling banter kita mengingatkan kepada para kaum kolekdol itu bahwa dalam keuntungan yang dia terima dari penjualan Anthurium itu ada sebagian harta dari kaum fakir miskin sebesar 2,5%.&lt;br /&gt;Pagi para penghobi dan kolektor tanaman Anthurium kita persilakan mereka untuk mengagumi keindahan daun Anthurium dengan cara mereka sendiri, biarkan mereka menikmati hak subyektif individu sepenuhnya. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan dan perlu kita usik adalah bagaimana mereka berhitung atas rejeki yang dia terima. Apakah mereka  mendapatkan rejeki dijalan yang diridhoi, kemudian apakah mereka telah pandai membelanjakan harta yang dimiliki dengan cara-cara rasional.&lt;br /&gt;Kalau kita sangat fasih me-retensi haram dan halal-nya suatu makanan, kenapa kita tidak pandai memilah manakah rejeki yang haram dan manakah rejeki yang halal.  Atau lebih tepatnya kenapa tidak ada keberanian dari diri kita untuk menghisab rejiki sendiri. Di relung hati paling dalam akan nampak jelas haram dan halal-nya suatu perkara dan oleh karenanya upaya menyamarkan dua perkara itu sama saja membohongi diri sendiri. Katakan kepada istrimu (suamimu) dan anakmu berapa sebenarnya rejiki yang halal menjadi hakmu, agar dengan demikian mereka dapat menghisabmu sebelum kamu dihisab dihari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2349482136348773869?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2349482136348773869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2349482136348773869&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2349482136348773869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2349482136348773869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/10/anthurium-gunawan-oleh-djoko-karyono-fe.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RwZYCQdyk1I/AAAAAAAAAD0/Q7B4XO7kHMo/s72-c/joko-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7522460248473809674</id><published>2007-09-24T01:12:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:32.315-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rvdymgdyk0I/AAAAAAAAADs/WZmGg05HCHM/s1600-h/sepeda.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rvdymgdyk0I/AAAAAAAAADs/WZmGg05HCHM/s200/sepeda.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113681907777966914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id/koran.asp?kat_id=460"&gt;Naik Sepeda Onthel Berwisata ke Masa Lalu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban Senin dan Jumat, Chandra Meizir (44 tahun) bagai memutar jarum jam sejarah. Pada hari-hari itulah --seperti Scott Bakula dalam serial televisi Quantum Leap-- ia 'melesat' ke masa lampau, yakni ke Batavia tahun 1920-an. Dan, Chandra melakukannya lewat sepeda onthel. Inilah yang dilakoninya pada Senin dan Jumat pagi itu. Ia keluarkan sepeda onthel kesayangannya dari ruang tamu. Kemudian ia tanggalkan kemeja kantornya dan hanya memakai kaos oblong. Sebuah topi demang lantas ia pasangkan di kepala. Hmmm, mirip sudah ia dengan meneer-meneer zaman Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sepeda kuno itu pun mulai mengukur jalan. Dari rumahnya di bilangan Kuningan, Jaksel, Chandra pun meluncur hingga ke kantornya di daerah Pasar Minggu di atas sepeda Gazelle buatan Belanda tahun 1920. Begitulah cara ia 'berwisata' ke masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di tengah hiruk-pikuk kemacetan Ibu Kota, Chandra dan sepeda 'Oemar Bakri'-nya kontan menyajikan pemandangan yang kontras. Tak sedikit yang lantas mengacungkan jempol kepadanya. Chandra membalasnya dengan senyum. Kalau sudah begitu, kata Chandra,''Rasanya bangga banget.'' ''Kawas bule, euy (seperti orang bule). Meneer, meneer,'' begitu Ricky Hilmansyah Wijaya (31 tahun) menirukan sapaan orang-orang di jalan, setiap kali ia menggelosor di atas sepeda onthelnya di jalanan kota Bandung. Ricky memakai baju khas demang saat itu. Lengkap dengan jasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya, ia memiliki tujuh unit sepeda lawas itu. Salah satunya adalah merek Veeno keluaran tahun 1836 buatan Belanda. Ia juga memarkirkan Gazelle, Philip, Cicloid, Hercules, Magneet, atau Simplex. Inilah sepeda-sepeda generasi pertama yang masuk ke Indonesia. Sejak dibuat kali pertama pada 1971 di Prancis, sepeda bermigrasi ke Nusantara baru pada 1910-an. Pemerintah kolonial menamakannya Fiets. Namun, lidah orang Jawa menyebutnya pit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa dinamai onthel? Onthel adalah bahasa Belanda yang berarti mengayuh. Jadi, sepeda onthel adalah sepeda kayuh (sebab saat ditemukan di Eropa, sepeda belumlah memakai pedal dan berbahan kayu). Chandra dan Ricky adalah segelintir dari ribuan penggila sepeda onthel di negeri ini --para penggila masa lalu. Dan, Imam Hartoyo adalah salah satunya. Pria usia 50 tahun ini adalah salah satu pendiri Prima Onthel Club (POC), yakni sebuah perkumpulan sepeda onthel di Bekasi yang diawaki 70-an orang. Kebanyakan anggota POC adalah bapak-bapak paruh baya --dari pimpinan partai politik, manajer, lurah, hingga pengusaha yang supersibuk. Nah, kata Imam, alasan mereka berkecimpung di komunitas ini, cukup sederhana. ''Mereka ingin mendobrak kebosanan setelah bekerja dari Senin hingga Jumat,'' tuturnya. Lebih dari itu, mereka sesungguhnya mencoba keluar dari irama kehidupan modern yang sesak. Naik sepeda onthel, tambah Imam, ''Seolah membawa kita kembali ke kehidupan zaman dahulu yang tenteram, dan damai. Paling tidak, kita bisa tebar senyum, deh,'' ia tersenyum kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bapak ini lantas berwisata ke masa lalu dengan cara yang semarak. Tak hanya naik sepeda onthel, lusinan anggota POC sepakat untuk mengenakan pakaian para meneer atau demang zaman Belanda saat berkumpul. Atau memakai pakaian dinas upacara (PDU), yang lazim dipakai para pejabat pada masa kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pakaian, Chandra Meizir tak ketinggalan. Pendiri Komunitas Onthel Batavia (KOBA) ini tak pernah bosan mengenakan pakaian favoritnya saat ngumpul bareng dengan para 'onthelis' se-Jakarta. Pakaian favorit Chandra? Seragam kebesaran almarhum Bung Karno, plus peci di kepalanya. Chandra amat pas dalam pakaian itu. Ia sepintas amat mirip Bung Karno. Karena itulah ia sempat didapuk naik mobil Bung Karno betulan pada napak tilas HUT RI ke-60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung, para anggota Paguyuban Sepeda Baheula (PSB) juga berwisata ke masa lalu lewat pakaian 'jadul'. Saban hari Ahad mereka berkumpul di depan Gedung Sate, Bandung. Dari 70-an yang hadir, lebih dari separuhnya mengenakan pelbagai pakaian zaman baheula seperti seragam 'kompeni', tentara Jepang, pakaian meneer Belanda, atau pakaian kampret khas Priangan. Alhasil, ''Orang-orang pernah berebut sekadar ingin foto-foto dengan kita,'' kata Ricky Hilmansyah, pimpinan PSB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Bersama dengan Truk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan penggemar sepeda onthel di negeri ini. Mereka tergabung di puluhan klub sepeda onthel yang tertebar dari Jakarta hingga Pasuruan. Saat peringatan Bandung Lautan Api (BLA) pada Maret 2007 silam menjadi hajatan besar para penggemar sepeda onthel Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris seribu 'onthelis' dari Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Lombok, berkumpul di lapangan Tegalega, Bandung. Mereka melakukan pawai hingga ke Kota Parahyangan, Padalarang, dalam aneka pakaian 'jadul'. ''Heboh banget,'' kata Ricky. ''Jalanan sampai macet.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai di Yogyakarta, dan mulai menjamur pada 2000-an, komunitas sepeda onthel kini telah menjadi kekuatan yang terorganisasi rapi. Di tingkat nasional, puluhan klub sepeda onthel ini tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesa (KOSTI). Persaudaraan antarklub lumayan kuat. Ini misalnya ditunjukkan oleh tur-tur bersama yang diikuti berbagai klub seperti peringatan BLA 2007 atau Jambore Nasional yang diadakan di Surabaya beberapa waktu lalu, meski hanya diikuti sedikit peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kesamaan di antara komunitas yang jumlahnya puluhan ini. Nyaris dipastikan mereka selalu menggelar acara kumpul rutin saban akhir pekan. KOBA, misalnya, yang beranggotakan 265 orang, getol menghelat kongkow-kongkow di sekitar bundaran Hotel Indonesia setiap hari Ahad pukul 07.00 hingga 08.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saja anggota yang mengenakan seragam 'kompeni'. Atau kostum daerah yang nyentrik seperti pakaian Madura, blangkon, hingga koteka. Sepanjang 1,5 hingga 1 jam mereka lantas mengarahkan setirnya ke tempat-tempat bersejarah, dari Monas hingga ke Gedung Arsip Nasional. Di Bandung, PSB rutin ngumpul di Gedung Sate pada Ahad sejak pukul 08.00 pagi. Juga dengan kostum 'jadul'. Mulai pukul 10.00-an, kata Ricky, sekitar 80-an sepeda onthel mulai bergerak meramaikan kota Bandung yang asri. Yang dilakoni para 'onthelis' PSB ini cukup unik: Sembari konvoi, mereka mencabuti poster-poster di sepanjang jalan. Poster-poster ini kerap menjadi pemandangan yang mengotori tembok kota. ''Kita juga menurunkan spanduk-spanduk yang sudah habis masa berlakunya,'' ujar Ricky. ''Ini kegiatan positif. Hitung-hitung membantu pemda.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesenjangan sosial yang menganga, sepeda onthel menjadi sarana mengembalikan para penggemarnya ke titik nol. Persamaan dan persaudaraan menjadi kata kunci. Ketika seseorang sudah naik sepeda onthel,''Maka semua status dan jabatan di kantor ditanggalkan,'' kata Imam Hartoyo. ''Kita semua sama. Kita ingin senang-senang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota komunitas sepeda onthel ini memang berasal dari beragam profesi dan usia. KOBA, misalnya, diawaki oleh pengacara, dokter, hingga tukang teh botol. Sementara POC dianggotai calon wali kota hingga ibu-ibu rumah tangga. PSB, klub yang beranggotakan 240 orang ini, bahkan diawaki 'onthelis' usia 8 tahun hingga 87 tahun. Meski beranggotakan orang dengan pelbagai status sosial,''Kita selalu kompak. Sehabis tur, kita harus pulang bersama. Naik truk!'' begitu kata Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah 'Penggali Kuburan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menikah beberapa tahun lalu, Ricky Hilmansyah kini masih tinggal bersama mertuanya di pusat kota Bandung. Alih-alih menabung untuk membeli rumah sendiri, Ricky lebih rela menggelontorkan duit hingga Rp 45 juta untuk memborong tujuh sepeda onthel. ''Istri saya mendukung kok,'' kata dia sembari tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi memang selalu memiliki logikanya sendiri. Alasan Chandra Meizir kesengsem sepeda onthel terwakili pada empat kata --nilai historis yang tinggi. ''Coba hitung, berapa ribu kilometer yang sudah ditempuh sepeda ini. Atau berapa puluh orang yang naik di atas sadelnya. Buat saya, ini memberikan sensasi tersendiri,'' tutur dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh hati pada onthel pada 2004, Chandra kini memiliki 16 koleksi sepeda onthel. Saking sayangnya, Chandra memarkirkan tiga unit sepeda onthelnya di ruang tamu. Para tamu yang bersambang ke rumah Chandra di bilangan Kuningan, Jaksel, karenanya, sekaligus disuguhkan 'pameran' sepeda-sepeda 'jadul'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, kenikmatan berkecimpung di hobi sepeda onthel telah dimulai bahkan sejak masa perburuan barang-barang lawas itu. Nah, Chandra punya cerita unik soal itu. Ia pernah 'membongkar kuburan' sebuah sepeda onthel! Ceritanya begini. Seorang informan memberitahu soal keberadaan sebuah onthel kuno di bilangan Mampang, Jaksel. Sayangnya, sepeda klasik ini sudah terkubur di dalam tanah selama puluhan tahun. Chandra penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disambangi, sang empunya sepeda setuju membongkar kuburan sepedanya. Dengan satu syarat. ''Sepeda ini dihargai satu juta rupiah,'' ia menirukan. Maka penggalian pun dimulai. Akhir cerita, sepeda berhasil diangkat dari kedalaman dua atau tiga meter. Yang muncul adalah sepeda Gazelle buatan Belanda tahun 1927. ''Kabarnya, sepeda ini sudah tertimbun tanah selama lima kali musim banjir!,'' kata dia antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kalau mau jujur, sepeda-sepeda itu tak lebih batangan besi tua. Umurnya sekitar 80 tahunan hingga 100-an tahun. Tetapi, sebagai besi tua,''Ini bukan sembarang besi. Kualitasnya yahud,'' kata Imam Hartoyo. Orang Eropa zaman dahulu, kata Imam, betul-betul apik dalam membuat sepeda. Sepeda-sepeda itu, sudah dipersiapkan untuk hidup selama puluhan tahun. ''Coba saja. Sepeda saya ini usianya sudah lebih dari setengah abad, tapi amat nyaman saat dipakai,'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keajaiban sepeda onthel. Meski ia adalah kumpulan batangan besi, bahkan beratnya mencapai 25 hingga 30 kilogram, ''Ketika dinaiki kok rasanya ringan dan nyaman,'' kata Ricky. Ia membuktikannya dengan bersepeda onthel dari Bandung ke Cirebon selama 13 jam bersama 23 anggota PSB lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, logika tak selamanya punya tempat dalam urusan hobi. Segepok duit tak mampu meluluhkan kecintaan Ricky pada sepeda Veeno miliknya. Padahal, tak sedikit yang membujuk Ricky untuk melepas sepeda buatan Belanda tahun 1836 itu. Terakhir ada yang menawar Rp 10 juta. Tapi, Ricky tetap emoh, meski ia cuma merogoh beberapa ratus ribu saja saat membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah, Ricky mengaku tak kepikiran melego satu pun dari tujuh koleksi sepedanya itu. Maklum, ketujuh sepedanya adalah hasil mengobok-obok ke berbagai kota. Bahkan hingga ke Surabaya, Malang, atau Pekalongan. ''Saya sampai pernah menggedor toko orang di Pekalongan untuk cari onderdil, ha ha.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7522460248473809674?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7522460248473809674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7522460248473809674&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7522460248473809674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7522460248473809674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/09/naik-sepeda-onthel-berwisata-ke-masa.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rvdymgdyk0I/AAAAAAAAADs/WZmGg05HCHM/s72-c/sepeda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7865342125714638828</id><published>2007-09-20T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:32.471-08:00</updated><title type='text'>Artikel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RvSZgQdykzI/AAAAAAAAADk/f2tluI80THU/s1600-h/afotoku.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RvSZgQdykzI/AAAAAAAAADk/f2tluI80THU/s200/afotoku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112880256427135794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;EKONOMI BERBASIS KEPERCAYAAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh : Djoko Karyono (Angkatan ’79)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nobel Perdamian tahun 2006 jatuh ketangan Muhammad Yunus – pendiri Grameen Bank di Bangladesh. Baru kali ini nobel perdaimaian diberikan bukan kepada orang yang melakukan perjuangan politik, tetapi nobel tahun ini diberikan kepada seorang yang memperjuangkan pengentasan kemiskinan di negaranya – Bangladesh.&lt;br /&gt;Pemberian nobel perdamaian kepada Muhammad Yunus ini dapat dimaknai sebagai pengakuan dunia atas keyakinan bahwa kaum miskin bukan kelompok orang terbuang, tetapi kaum miskin tidak lebih dari kelompok yang termarjinalkan oleh suatu sistem keuangan yang bersandar pada sistem kapitalistik, dimana hanya orang kaya yang diyakini mempunyai kemampuan mengelola kredit yang diberikan oleh bank.&lt;br /&gt;Melalui prestasi yang dicapai oleh Grameen Bank, Muhammad Yunus telah membuktikan bahwa kaum miskin (kaum dhu’afa) dapat memegang amanah dalam pengelolaan keuangan. Dapat dipercaya atau memegang amanah merupakan dasar utama dalam sistem pinjam- meminjam uang. Hal ini terungkap dalam wawancara Muhammad Yunus di sebuah stasiun televisi di Indonesia, dimana beliau mengatakan bahwa tingkat kredit bermasalah (NPL/ non performing loan) di Grameen Bank hanya sebesar 1% dari total kredit yang disalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan atas keberhasilan pemberian kredit kepada kaum dhu’afa ini diperkuat dengan kenyataan bahwa protofolio kredit mikro di Indonesia mempunyai NPL yang lebih kecil dibanding dengan kredit korporasi maupun kredit menengah, yaitu NPL kredit mikro posisi Desember 2006 sebesar 4,01% dari total kredit yang disalurkan atau masih dibawah maksimal NPL yang disyaratkan Bank Indonesia, yaitu sebesar 5%.&lt;br /&gt;Tentu saja bukan hal yang mudah bagi Muhammad Yunus untuk mencapai prestasi tadi. Perlu perjuangan berupa kerja keras dan kesabaran yang luar biasa dan yang jelas butuh waktu lebih dari 25 tahun agar dunia percaya bahwa si miskin adalah kelompok yang mau dan mampu mengembangkan usaha dan terlebih lagi si miskin adalah si terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPERCAYAAN&lt;br /&gt;Sistem perbankan umum mengenal 5 C’s of credit, yaitu suatu tahapan anlisis untuk menentukan layak dan tidaknya calon nasabah diberikan kredit. Dan C yang pertama adalah Character, yaitu suatu pendekatan analisis untuk mengetahui waktak calon nasabah. Inti dari analisis ini adalah untuk mengetahui apakah calon nasabah tidak mempunyai catatan buruk dalam kehidupan pribadi maupun bidang usahanya sehingga dapat diambil suatu kesimpulan apakah calon nasabah mempunyai tekad atau kemauan yang kuat untuk mengembalikan kredit yang diberikan.&lt;br /&gt;Penyebutan C pertama mengenai karakter bukan tanpa alasan, jsutru sebaliknya karena aspek karakter mempunyai fungsi strategis dalam melakukan analisis suatu permohonan kredit, yaitu apabila hasil analisi karakter menunjukan hasil negatif, artinya calon nasabah mempunyai karater jelek, maka analisis 4 C lainnya (Capacity, Capital, Condition dan Collateral) tidak perlu dilakukan lagi. Dengan kata lain apabila karakter calon nasabah jelak sudah dipastikan bank tidak akan menyetujui permohonan kredit calon nasabah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRUSTED ECONOMICS&lt;br /&gt;Kembali ke Grameen Bank, keberhasilan Muhammad Yunus dimulai dari upaya untuk meyakinkan kaum dhu’afa bahwa yang mampu mengubah wajah kemiskinan mereka adalah kelompok mereka sendiri. Oleh karena itu mereka harus membina hubungan baik diantara mereka sendiri. Hasil dari upaya ini adalah tumbuhnya usaha bersama dan berkembangnya sikap untuk dapat dipercaya dan saling mempercayai diantara anggota kelompok. Dalam kondisi dimana tumbuh sikap dapat dipercaya, maka hakekad dari kredit bank hanyalah stimulan dari bergeraknya roda usaha.&lt;br /&gt;Bisa jadi institusi keuangan adalah milik mereka sendiri, mereka mampu mengelolanya sendiri bahkan mereka bisa saja menerapkan sistem sendiri. Kontra prestasi tidak perlu lagi dirumuskan dalam hitungan yang kaku tetapi diformulakan dalam rumusan yang rasional dan manusiawi.&lt;br /&gt;Fenomena Grameen Bank sudah tidak terbantahkan lagi bahwa sebenarnya masyarakat – utamanya kaum miskin dapat diberdayakan. Tidak bisa disangkal lagi bahwa masyarakat bisa tumbuh dalam tatanan kehidupan saling mempercayai. Upaya untuk memperoleh pendapatan atau hasil dari suatu skala economi lebih ditentukan dari sifat dapat dipercaya yang dimilki dan didukung oleh kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dan akhirnya dapat diakui bahwa kepercayaan bukan identik dengan kekayaan (baca : uang) tetapi kepercayaan adalah keyakinan akan sikap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIT AND LOSS SHARING&lt;br /&gt;Sistem keuangan yang berdasarkan sistem profit and loss sharing (sistem bagi hasil) merupakan kelanjutan dari trusted Economic. Apabila dalam masyarakat sudah tumbuh dan berkembang sikap dapat dipercaya, maka tidak perlu lagi sekat-sekat kehidupan berusaha baik secara skala ekonomi (econominc of scale) maupun sekat kehidupan berdasarkan gender. Mereka yang memilki skala ekonomi besar merasa perlu bekerja sama dengan mereka yang mempunyai skala ekonomi menengah dan mikro demikian juga sebaliknya. Demikian pula masing-masing pihak akan secara terbuka atau transparan untuk menghitung berapa jumlah kewajiban masing-masing.&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat sudah terbiasa menghitung kewajiban pajak yang menjadi tanggungannya masing-masing. Bahkan bagi umat Islam sudah terbiasa menghitung zakat-nya sendiri, demikian pula umat non muslim juga terbiasa menghitung kewajibannya masing-masing. Yang perlu dikembangkan adalah keikhlasan dari peminjam untuk menghitung hasil usahanya sendiri secara transparan untuk diketahui oleh pemberi pinjaman dan serta merta diikuti dengan langkah keikhlasan untuk memberikan bagian yang menjadi hak dari pemberi pinjaman. Keikhlasan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya tertib atas pencatatan keuangan yang dimiliki. Untuk memiliki catatan yang baik yang diperlukan adalah disiplin untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi setiap hari.&lt;br /&gt;Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa ujung dari kepercayaan adalah adanya catatan transaksi keuangan. Oleh karena itu tanpa adanya catatan yang baik atas transaksi keuangan berarti trusted ecomomic masih jauh dari harapan, apalagi untuk mewujudkan sistem keuangan yang berdasarkan sistem profit and loss sharing rupanya masih harus menempuh perjalanan panjang. Namun bukan berarti harapan trusted economic dan sistem profit and loss sharing tidak bisa diwujudkan, karena awal langkahnya sudah jelas, yaitu cukup satu kata “C A T A T” -----o0o-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7865342125714638828?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7865342125714638828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7865342125714638828&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7865342125714638828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7865342125714638828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/09/tulisan-mas-joko-karyono.html' title='Artikel'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RvSZgQdykzI/AAAAAAAAADk/f2tluI80THU/s72-c/afotoku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7427718356550618687</id><published>2007-08-14T22:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-14T22:24:23.386-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Senin, 13 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=172724&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=283"&gt;Greemen Bank dan Bank Syariah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Akhyar Adnan&lt;br /&gt;Dosen UII Yogyakarta, Associate Professor di International Islamic University, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, atas undangan resmi Pemerintah RI, Muhammad Yunus, pendiri dan sekaligus Managing Director Grameen Bank dari Bangladesh sampai juga di Indonesia. Grameen Bank yang tidak bisa dilepaskan dari sosok M Yunus, memang sudah sangat terkenal. Selain sudah cukup lama berdiri (sekitar 24 tahun), bank ini dikenal dengan segala keunikannya yang kadang-kadang 'berbeda' diametral dengan industri perbankan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu puncak pencapaian Grameen Bank adalah ketika sang pendiri dan pemimpin tertingginya, M Yunus mendapat anugerah Nobel pada tahun 2006 yang lalu. Ini semua membuat nama Grameen Bank semakin menjulang, baik di Barat maupun di Timur. Makin banyak ia dirujuk, dicontoh, dan diteladani. Setidaknya makin sering sang pendiri dan manajer puncaknya diundang untuk berceramah menceritakan keberhasilannya di berbagai kota di dunia. Uniknya lagi, timbul juga persepsi bahwa Grameen Bank adalah bank yang lebih 'Islami' dibandingkan bank syariah, sebuah ungkapan yang dilontarkan oleh seorang tokoh perbankan syariah nasional belum lama ini ketika beliau berkunjung ke International Islamic University, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu sangat menghargai segala pencapaian Grameen Bank tersebut. Namun, semestinya tidak pula boleh silau dengan segala prestasi tersebut. Mengapa? Karena, di balik 'keberhasilan' Grameen Bank, ada beberapa catatan penting yang harus juga diketahui siapapun, sehingga dapat melihat bank tersebut secara lebih berimbang, dan tidak terjebak pada proses pencontohan taqlid (buta), yang kemudian tidak memberikan hasil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, tulisan ini diilhami oleh dan merujuk pada dua makalah berbeda. Pertama, karya Prof MA Mannan, Alternative Credit Models in Bangladesh: A Comparative Analysis Between Grameen Bank and Social Investment Ltd: Myths and Realities. Makalah ini dipresentasikan dalam First International Islamic Conference on Inclusive Islamic Financial Sector Development pada 17-19 April 2007 yang lalu di Brunei Darussalam. Kedua, presentasi Prof Rodney Wilson, yang bertajuk Making Development Assistance Sustainable through Islamic Microfinance dalam IIUM International Conference on Islamic Banking and Finance, 23-25 April 2007 di Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting&lt;br /&gt;Di antara hal-hal penting dari sisi lain Grameen Bank yang perlu, namun tak banyak diketahui adalah sebagai berikut. Pertama, Grameen Bank sama sekali tidak beroperasi berdasarkan hukum syariah Islam. Ini berarti bunga yang diakui oleh banyak ulama modern dunia sebagai sesuatu yang diharamkan (riba), tetap menjadi instrumen penting bagi operasi Grameen bank. Tidak hanya hanya itu, menurut Prof Mannan, tingkat bunga pinjaman di Grameen Bank adalah 54 persen. Sebuah angka yang sesungguhnya luar biasa mencekik. Lebih parah lagi, bila hidden costs (biaya-biaya tersembunyi, seperti biaya keanggotaan, dokumentasi, kewajiban provisi atas jumlah dana yang diblok dan lain sebagainya) diperhitungkan. Maka sesungguhnya tingkat bunganya mencapai 86 persen, sebuah angka yang sangat jauh dibandingkan bank konvensional pada umumnya, dan tentunya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan bank syariah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, model kredit mikro Grameen Bank merupakan versi baru dari ekonomi feodal dalam konteks hubungan peminjam dan pemberi pinjaman. Ketiga, model operasi kredit mikro Grameen Bank didasari asumsi implisit konflik kelompok dan paradigma neoklasik ortodoks Barat tentang ekonomi bebas nilai, yang cenderung pada upaya pemberdayaan wanita [saja], karena 95 persen nasabahnya adalah wanita. Konsekuensinya, seperti juga ditegaskan Rodney Wilson, banyak keluarga (nasabah) yang berantakan akibat perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Grameen Bank berdiri atas landasan hukum yang berbeda dibandingkan usaha perbankan pada umumnya. Mungkin karena faktor ini, atau faktor lainnya, bank ini terbebas dari proses audit, baik oleh bank sentral, maupun audit eksternal lainnya. Tanpa bermaksud berprasangka negatif, ini tentunya mempunyai konsekuensi signifikan akan laporan pencapaian prestasinya. Setidaknya transparansi laporannya tidak memenuhi syarat standar good corporate governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, boleh jadi terkait ataupun tidak dengan faktor keempat, ternyata Grameen Bank juga mendapat fasilitas bebas pajak sama sekali. Ini merupakan hak istimewa luar biasa yang dimiliki Grameen Bank, di balik kemajuan pesat dan tentunya laba besar yang didapatkan dari tingginya tingkat bunga yang diterapkan kepada para nasabahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik juga mengutip sebagian data dari tulisan Prof Mannan yang disarikan dari sebuah harian Bengali bernama Shomokal, yang terbit pada 19 Februari 2007. Harian ini menceritakan kondisi sebuah desa bernama Hillary Palli yang selalu menjadi desa kebanggaan (show-piece village) Grameen Bank. Dilaporkan bahwa kondisi desa ini memburuk, sehingga masyarakatnya tidak bisa keluar dari lilitan utang kepada Grameen Bank setelah 12 tahun. Banyak dari penduduk desa ini yang kemudian 'terpaksa' menjual tanah mereka, sehingga mereka menjadi orang yang tak punya tanah dalam arti sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disajikan ini, bila dibandingkan dengan filosofi dan orientasi bank syariah pada umumnya tentu sangat berbeda, untuk tidak mengatakan bertolak belakang sama sekali. Oleh karena itu, bila saja sejumlah bank atau usaha kredit mikro di Indonesia (khususnya yang berasas syariah) selama ini kagum pada Grameen Bank dan ingin mencontoh 'keberhasilannya', seyogianya (bank tersebut melakukannya) bukan tanpa reserve. Beberapa persoalan yang dibahas di awal tulisan ini haruslah menjadi perhatian semua pihak, agar tidak terjadi proses salah contoh, sehingga semakin menjauhkan bank syariah dari asasnya. Begitu pula, para pakar perlu lebih berhati-hati dalam memberikan ulasan, sehingga tidak terjadi proses 'memuji' yang salah, dan 'mencibir' yang benar, betapapun yang disebut terakhir mungkin belum sempurna dalam proses dan atau pencapaian tujuan-tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7427718356550618687?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7427718356550618687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7427718356550618687&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7427718356550618687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7427718356550618687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/08/senin-13-agustus-2007-greemen-bank-dan.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4950249937581502081</id><published>2007-08-14T22:18:00.000-07:00</published><updated>2007-08-14T22:21:15.919-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Jumat, 17 September 2004&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=172724&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=283"&gt;Humor Sufi&lt;br /&gt;Binatang yang Bekerja Itu Besar &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, Nashruddin lewat di sebuah gang di kota Qauniyyah. Tiba-tiba, dia melihat sebuah rumah besar nan indah. Karena kagum akan kebesaran dan keindahan bangunannya, Nashruddin memandanginya lama sekali. Seorang pelayan berdiri di hadapan Nashruddin dan berkata, ''Mengapa kamu begitu memperhatikan rumah ini?''&lt;br /&gt;Nashruddin menjawab, ''Aku sedang mengagumi bangunan yang besar ini.''&lt;br /&gt;Begitu pembantu itu melihat Nashruddin mengenakan pakaian kusut dan lusuh, dia berkata dengan canda, ''Ini tempat penggilingan tepung.'' Nashruddin lalu menjawab, ''Tentu binatang-binatang yang bekerja di dalamnya juga besar-besar.''&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membuka Mulut Hingga Hampir Robek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang pembual duduk mengobrol di sebuah majlis. Mereka membincangkan cerita-cerita bohong. Nashruddin duduk diam di pojok sambil mendengarkan bualan-bualan mereka.&lt;br /&gt;Menjelang akhir pertemuan, salah seorang di antara mereka menoleh pada Nashruddin dan berkata padanya dengan maksud bergurau. ''Hai, mengapa kamu sedari tadi hanya diam saja dan tidak berbicara?'' Sebenarnya, Nashruddin sudah jenuh berdiam diri cukup lama, lalu berkata, ''Apa yang kau katakan? Sejak tadi aku telah membuka mulutku dan hampir saja robek ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Orang Miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nashruddin sedang mengunyah sebuah makanan yang terasa pahit, di sebuah tempat. Lalu, orang-orang mengajaknya makan. Ketika masuk ruang makan, Nashruddin mengeluarkan sepotong makanan itu dari mulutnya dan menempelkannya pada hidungnya. Orang-orang pun bertanya padanya. ''Apa yang sedang Anda lakukan?''&lt;br /&gt;Nashruddin menjawab, ''Harta orang miskin harus tetap kelihatan di hadapan kedua matanya ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti akan Diketahui Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, Nashruddin tidur di atas atap. Ketika bangun dan hendak turun untuk pindah ke kamar, dia merasa seolah-olah bertengkar dengan istrinya. Tanpa sadar, dia bangun lalu berjalan, karena mengira bahwa dia sedang berada di dalam rumah. Akibatnya, dia jatuh dari atap dan menimpa kepala tetangganya.&lt;br /&gt;Mereka pun bingung lalu mengerumuni Nashruddin seraya bertanya, ''Ada apa ini?''&lt;br /&gt;Nashruddin bangun dan menjawab singkat, ''Barangsiapa bertengkar dengan istrinya di atas atap, dia akan tahu mengapa aku jatuh ke sini.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Membedakan Wanita dan Pria?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Nashruddin duduk di sebuah tempat. Tiba-tiba, orang-orang memberi tahu kepadanya bahwa baru saja tiba beberapa wisatawan dari negeri Arab. Mereka lalu bertanya pada Nashruddin. ''Karena cuacanya sangat panas, apakah penduduk negeri itu selalu tidak berpakaian?'' Nashruddin pun menjawab, ''Jika tidak, bagaimana cara membedakan antara pria dan wanitanya?''&lt;br /&gt;Dikutip dari Canda ala Sufi, penerbit Cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4950249937581502081?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4950249937581502081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4950249937581502081&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4950249937581502081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4950249937581502081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/08/jumat-17-september-2004-humor-sufi.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3699636119789295062</id><published>2007-08-08T18:33:00.000-07:00</published><updated>2007-08-08T18:35:00.335-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="10" cellpadding="3" height="135" width="195" bgcolor="#b1c3d9" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" direction="up" width="192" height="132" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/PENARI.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/Picture005.jpg" height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/4.jpg"height="130" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3699636119789295062?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3699636119789295062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3699636119789295062&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3699636119789295062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3699636119789295062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/08/blog-post.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-3916421531648568482</id><published>2007-08-08T06:34:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:32.589-08:00</updated><title type='text'>Muhamad Yunus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RrnH9hvcO5I/AAAAAAAAAC8/DkGfX7r4S4c/s1600-h/myunus.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RrnH9hvcO5I/AAAAAAAAAC8/DkGfX7r4S4c/s200/myunus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096324313189727122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=302763&amp;kat_id=3"&gt;Koran Republika » Berita Utama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 08 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah Bersahaja Muhammad Yunus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kedatangan tamu istimewa. Pendiri sekaligus Managing Director Grameen Bank, Bangladesh, Muhammad Yunus, kemarin siang datang ke Istana Negara, Jakarta. Tak sekadar datang, penerima Nobel Perdamaian itu juga memberikan kuliah umum di hadapan Presiden SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan pakaian adat negaranya berwarna biru, pria yang senantiasa berpenampilan sederhana itu, selama sekitar 40 menit, memaparkan pengalamannya mengembangkan Grameen Bank. Dengan nada bicaranya yang tenang, mantan dosen di sebuah perguruan tinggi di Bangladesh itu secara runtut menyajikan makalah tidak tertulisnya yang diberi judul We Can Put Poverty into Museums.&lt;br /&gt;Selama enam hari, Yunus direncanakan akan berada di Indonesia untuk mengikuti sejumlah acara. Ia datang ke Indonesia atas undangan langsung Presiden SBY yang dilayangkan sejak Februari 2007. Selain di Jakarta, pria yang mengawali usaha bank dengan meminjamkan uang pribadinya sebesar 27 dolar AS ini, akan menggelar sejumlah kuliah lainnya di Universitas Padjadjaran, Bandung, dan Sampoerna School of Business Management. Bertemu Menteri Pertanian dan direksi Bank Mandiri juga direncanakan dalam agendanya.&lt;br /&gt;Dalam paparannya di hadapan para petinggi pemerintah, Yunus mengingatkan pentingnya peranan bank untuk mengentaskan rakyat miskin. Belajar dari pengalamannya, diperlukan langkah berani untuk memihak kepada kalangan rakyat miskin. Ia sendiri tergugah untuk mendirikan Grameen Bank yang dikenal sebagai bank bagi rakyat miskin di pedesaan setelah mengetahui bank konvensional tak mau membantu rakyat miskin. ''Bank tidak bisa memberikan pinjaman kepada rakyat miskin karena (mereka) tidak mungkin mengembalikan uangnya,'' ujar dia di bagian awal kuliahnya.&lt;br /&gt;Menurut Yunus, bank konvensional hanya terpaku pada prinsip-prinsip standar. Bank hanya mau memberi pinjaman berdasarkan kekayaan yang dimiliki nasabahnya. Sementara, rakyat miskin tidak memiliki apa pun yang bisa dijaminkan di bank. Karena itulah, ia berani mendirikan Grameen Bank dengan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dengan bank konvensional. Kalau bank konvensional membidik nasabah laki-laki, maka dia menarget nasabah wanita.&lt;br /&gt;Selain itu, bila bank konvensional hanya memfokuskan usahanya bagi nasabah di perkotaan, Yunus justru mengarah ke pedesaan. Jika bank mensyaratkan jaminan kepada nasabah, ia sama sekali tak memerlukannya. Bank yang dipimpinnya juga tidak membutuhkan kertas-kertas kontrak pemberian pinjaman. ''Bank konvensional hanya mendasarkan pinjamannya pada orang-orang kaya, sedangkan Grameen Bank pada rakyat miskin di pedesaan,'' tutur dia.&lt;br /&gt;Yunus juga mengkritik bank konvensional yang hanya mau mengumpulkan uang dari pedesaan tanpa mau menyalurkan kembali. Melalui kantor cabangnya, bank mengumpulkan uang nasabah di pedesaan untuk dikumpulkan di kota-kota besar sehingga hanya orang di perkotaan yang menikmatinya. Praktik tersebut jelas berbeda dengan Grameen Bank yang mengumpulkan uang nasabah di pedesaan untuk kepentingan kegiatan ekonomi di pedesaan juga. Uang yang dimobilisasi Grameen Bank selalu disalurkan untuk penduduk miskin, terutama wanita, di pedesaan setempat.&lt;br /&gt;Yang membuat Grameen Bank menjadi lebih berbeda, menurut Yunus, adalah kesediaannya memberi pelayanan kepada kalangan pengemis. Diakuinya, sebagian orang dari jutaan nasabahnya berasal dari kalangan yang kurang beruntung ini. Baginya, pengemis juga merupakan bagian dari wirausaha (entrepreuner) mikro yang perlu dibantu agar sanggup keluar dari belenggu kemiskinan. Sebuah langkah yang sangat sulit dilakukan oleh bank konvensional di manapun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yunus menganggap bahwa pengemis juga merupakan seorang wirausaha yang perlu dibantu. Persepsi seperti ini sangatlah berbeda dengan pandangan yang umumnya berkembang di Indonesia. Pengemis dianggap sebagai kalangan yang tidak masuk kategori sebagai nasabah bank. Para anggota kabinet yang datang dengan mengenakan pakaian resmi berupa jas lengkap dengan dasinya, tampak antusias mendengarkan kuliah yang diberikan Yunus. Para menteri itu serius mendengarkan paparan pria yang namanya sudah mendunia itu. Bahkan, ada di antara para pejabat negara itu yang mencatat isi kuliah di notesnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayangnya saat sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie itu berlangsung, acara kuliah umum tersebut menjadi tertutup bagi wartawan. Presiden SBY dalam sambutannya yang dibacakan sebelum kuliah Yunus, mengakui akses pendanaan masih menjadi kendala bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia. Karena itu, pemerintah terus berkomitmen membantu UMKM baik dari aspek akses pendanaan, maupun memperluas akses pasarnya. ''Masih banyak UMKM yang belum mendapatkan akses modal. Padahal, akses ini sangat penting untuk mengurangi kemiskinan,'' ungkap SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pria kelahiran Pacitan ini, Indonesia sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan kredit bagi UMKM. Di negeri ini sudah dikenal peranan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sejak berdiri selalu fokus menyalurkan kreditnya bagi UMKM. Hanya, karena jumlahnya yang mencapai jutaan, diakuinya masih banyak UMKM yang belum mendapatkan akses ke perbankan. djo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-3916421531648568482?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/3916421531648568482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=3916421531648568482&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3916421531648568482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/3916421531648568482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/08/koran-republika-berita-utama-rabu-08.html' title='Muhamad Yunus'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RrnH9hvcO5I/AAAAAAAAAC8/DkGfX7r4S4c/s72-c/myunus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2118746137193963812</id><published>2007-07-04T20:13:00.000-07:00</published><updated>2007-07-04T20:17:47.242-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sumber : &lt;a href="http://agussyafii.blogspot.com"&gt;Agussyafii.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pencuri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at 7:47 PM  | No Comment   &lt;br /&gt;Ketika saya sedang mengajar, salahsatu cerita pengantar yang saya paling suka adalah cerita Nasrudin Hoja yang berjudul pencuri. Konon Nasrudin kedatangan seorang pencuri. Nasrudin ketakutan dan bersembunyi kedalam peti besar. Sang pencuri keheranan kenapa dia bersembunyi. Kata Nasrudin, dirinya malu sebab didalam rumahnya tidak ada yang bisa diambil oleh pencuri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dalam kehidupan kita sehari-hari. Seringkali kita membiarkan pencuri dari luar untuk mengambil dari dalam diri kita yang berharga yaitu rasanya malu. Bahkan kita juga malu ketika masih memiliki rasa malu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah lajunya bis kota, segerombolan anak muda berteriak-teriak lapar, mau makan tidak punya uang. Berharap belas kasihan orang dengan cara membentak-bentak orang, sudah menjadi tontonan tiap hari dalam bis kota. Juga tak mau kalah seorang tokoh ormas yang sibuk mempertontonkan libido kekuasaannya padahal pemilu masih juga lama. Sementara dirinya diam seribu bahasa ada masyarakat yang terendam lumpur panas. Dan tak kalah dahsyatnya bagaimana televisi kita mengajarkan anak-anak SD untuk tidak malu-malu lagi untuk berpacaran. Seolah berkata, Ayo anak-anak buang jauh-jauh malu kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian seringkali mendidik diri sendiri dengan mematikan mesin keinginan agar tidak mengundang pencuri diluar diri merampas sesuatu yang sangat berharga yaitu rasa malu, tentunya sangat sulit dan tidak mudah. Namun juga harus dilakukan sebab dengan rasanya malu itulah yang membentengi diri kita menuju hidup dilembah nistapa bagai hidup didalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by :agussyafii&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2118746137193963812?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2118746137193963812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2118746137193963812&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2118746137193963812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2118746137193963812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/07/sumber-agussyafii.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7111713877412052650</id><published>2007-06-17T07:05:00.000-07:00</published><updated>2007-07-04T19:01:28.502-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kami Keluarga Alumni FE UNS Mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Selamat dan Sukses &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ahmad Iskandar Zulkarnain (82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;telah mendapat amanah sebagai Direktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://members.bumn-ri.com/balaipustaka/"&gt;&lt;span&gt;PT Balai Pustaka (Persero)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Semoga senantiasa membawa Barokah, amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7111713877412052650?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7111713877412052650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7111713877412052650&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7111713877412052650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7111713877412052650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/06/kami-keluarga-alumni-fe-uns-mengucapkan.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4065002412542889428</id><published>2007-06-06T02:40:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T02:55:23.620-07:00</updated><title type='text'>Iskandar (82)</title><content type='html'>&lt;a target="blank" href="http://www.fe-82.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/398030/gse_multipart28340.jpg" &lt;br /&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://://republika.co.id/koran_detail.asp?id=295505&amp;kat_id=256"&gt;Republika online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pentingnya Potensi Bisnis Pesantren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan pesantren saat ini tidak sekedar mendidik siswa menjadi santri yang mampu mengamalkan ajaran agama saja. Namun, telah berkembang menjadi salah satu tempat mensosialisasikan ajaran ekonomi syariah agar para santri memahami praktik ekonomi syariah secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu peran umat, khususnya mereka yang berada di pondok-pondok pesantren sangat besar bagi bank syariah. ''Hal yang mendesak dan strategis adalah menyatukan bank syariah dengan umat,'' kata Ketua Forum Umat Islam Surakarta (FUIS) A. Iskandar Zulkarnain pada acara Direct Selling Perbankan Syariah dalam rangka Program Akselerasi Bank Syariah 2007 yang digelar di Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakarta, Ahad pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara yang diadakan FUIS itu didukung Bank Indonesia dan bank-bank syariah se-Surakarta, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Danamon Syariah , BRI Syariah, BNI Syariah dan BTN Syariah. Acara itu dihadiri perwakilan MUI Surakarta, para alim ulama, tokoh masyarakat, pimpinan 30 pondok pesantren se-Surakarta Syamsul Anwar, Selaku Ketua Majlis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Harisman, staf Ahli Dewan Gubernur BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandar menambahkan, berjamaahnya bank syariah menyatu dengan umat akan sangat membantu akselerasi perbankan syariah. ''Insya Allah, kalau ban-bank syariah menyatu dengan umat, target pangsa pasar perbankan syariah sebesar lima persen pada tahun 2008 akan tercapai,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, bank-bank syariah sebagai entitas bisnis tentu mempunyai goals dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaannya, namun tidak berarti harus menjadikan bank syariah yang lain menjadi pesaingnya. ''Jadi, yang harus kita kembangkan adalah fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam nafas berkompetisi antarbank syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjamaahnya bank syariah juga harus memberikan maslahat bagi umat, sehingga bank syariah akan menyatu dan menjadi bagian dari umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Badru Tammam, dari PP Isykarima mengatakan, selama masyarakat masih menggunakan sistem ribawi, maka Allah dan Rasul-Nya melancarkan peperangan terhadap manusia (QS Al-Baqarah: 278-279). ''Yang terjadi adalah, harga barang melangit, biaya hidup semakin tinggi, sebagai bentuk penyerangan Allah. Bangkrutnya banyak perusahaan, merebaknya macam-macam tindak kesehatan, munculnya saling curiga, benci dan permusuhan, meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran serta tidak adanya berkah,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi terhadap persoalan tersebut sudah jelas, yakni berhijrah ke bank syariah. ''Solusinya adalah memilih bank syariah, karena bank tersebut sesuai dengan syariat Islam dan benar,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badru Tammam juga menambahkan, bank-bank syariah mengikat Muslim dengan aqidahnya, sehingga Muslim melakukan apa yang dihalalkan Allah dan menghindari apa yang diharamkan-Nya. ''Bank-bank syariah mengambil prinsip toleransi, kasih sayang dan kemudahan dalam bertransaksi. Bank-bank Syariah mengambil tangan orang muslim untuk menyelamatkan kesulitan umatnya dalam bermuamalah secara syariah,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar gaung acara direct selling tersebut makin terasa, maka harus diikuti dengan langkah nyata. Antara lain pembukaan rekening oleh bank-bank syariah untuk 30 pondok pesantren, 18 Linkage Program penguatan ekonomi mikro, 35 Qordul Hasan kepada Kopontren dan pengusaha di sekitar bank-bank syariah, serta beasiswa kepada santri-santri pondok pesantren.&lt;br /&gt;(ika )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4065002412542889428?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4065002412542889428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4065002412542889428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4065002412542889428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4065002412542889428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/06/iskandar-82.html' title='Iskandar (82)'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6087255616185954564</id><published>2007-05-29T07:50:00.000-07:00</published><updated>2007-05-29T07:53:00.167-07:00</updated><title type='text'>Lowongan Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Informasi Lowongan Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PT. TIGA SERANGKAI INTERNATIONAL&lt;br /&gt;JL. DR. SUPOMO 23 SOLO, membutuhkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:130%;" &gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;STAFF AUDITOR.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Persyaratan/Kualifikasi :&lt;br /&gt;·        Laki-laki maks. 30 tahun&lt;br /&gt;·        Lulusan S1 Akuntansi/Manajemen&lt;br /&gt;·        Berpengalaman dalam Internal Audit &amp; System Development pada perusahaan distributor min. 2 tahun&lt;br /&gt;·        Mengerti dan memahami budgeting&lt;br /&gt;·        Bersedia melakukan perjalanan ke cabang di seluruh wilayah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Kirim Lamaran lengkap ke :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;HRD PT. TIGA SERANGKAI INTERNATIONAL&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;JL. DR. SUPOMO 23 SOLO&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank" href="http://tsi.tigaserangkai.co.id/history.php"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/addesign-1.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6087255616185954564?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6087255616185954564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6087255616185954564&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6087255616185954564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6087255616185954564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/lowongan-pekerjaan.html' title='Lowongan Pekerjaan'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8496758615672583422</id><published>2007-05-29T07:46:00.000-07:00</published><updated>2007-05-29T07:50:34.077-07:00</updated><title type='text'>Eko Trilaksono (83)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersyukurlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-Kata di atas merupakan wujud syukur.&lt;br /&gt;Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.&lt;br /&gt;Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram &amp;amp; bahagia.&lt;br /&gt;Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.&lt;br /&gt;Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan,bukan pada apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, jabatan dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.&lt;br /&gt;Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.&lt;br /&gt;Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''.&lt;br /&gt;Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki&lt;br /&gt;keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu,&lt;br /&gt;padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki,&lt;br /&gt;tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;Yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :&lt;br /&gt;Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan&lt;br /&gt;rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah.&lt;br /&gt;Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.&lt;br /&gt;Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.&lt;br /&gt;Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya.&lt;br /&gt;Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya.&lt;br /&gt;Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.&lt;br /&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.&lt;br /&gt;Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.''&lt;br /&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.''&lt;br /&gt;Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. '&lt;br /&gt;'Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?'' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.&lt;br /&gt;Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki.&lt;br /&gt;Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.&lt;br /&gt;Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan&lt;br /&gt;anak pertama saya di surga.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah !&lt;br /&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan....&lt;br /&gt;Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ... Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ... Di masa itulah kamu tumbuh ...&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga .&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...&lt;br /&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...&lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8496758615672583422?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8496758615672583422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8496758615672583422&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8496758615672583422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8496758615672583422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/eko-trilaksono-83.html' title='Eko Trilaksono (83)'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-1631000125948983865</id><published>2007-05-09T18:03:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:32.779-08:00</updated><title type='text'>Opini</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.fe-82.blogspot.com" alt="Informasi BMT Kahuripan"&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/aldarajun.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.fe-82.blogspot.com" alt="Informasi BMT Kahuripan"&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/bmt.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.fe-82.blogspot.com" alt="Informasi BMT Kahuripan"&gt;&lt;img src="http://i157.photobucket.com/albums/t43/mastok_63/joko.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkrxURHJEcI/AAAAAAAAACM/_nmfhYNyC1c/s1600-h/Joko.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkrxURHJEcI/AAAAAAAAACM/_nmfhYNyC1c/s200/Joko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065126061424579010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENCANA DI BUMI KITA&lt;br /&gt;Oleh : Djoko Karyono – Alumni FE UNS ‘79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat dalam ingatan kita peristiwa gempa bumi yang terjadi pada 27 Mei 2006 lalu di Jogjakarta. Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,9 skala richter itu mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya mengirim milis kepada beberapa kolega saya, seperti ini : hari ini kembali kita menangis menyaksikan puluhan ribu manusia tak berdaya menerima takdirnya. Tak kuasa saya menyaksikan gambaran kepedihan ini yang setiap hari terpampang di layar kaca. Betapa anak-anak kita yang sangat mungkin belum berdosa, ikut menjadi korban entah karena apa.&lt;br /&gt;Sangat mengusik nurani ketika pergantian tahun 2006 ke 2007 ini kecelakaan dan bencana kembali silih berganti menerpa kehidupan masyarakat Indonesia. Dan ditengah bencana yang belum nampak mereda ini, kembali kita mencoba merenungi makna bencana di bumi dan dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana dari Laut&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan kita ketika bencana terdasyat dekade ini meluluh lantakan daerah Aceh. Pada tanggal 26 Desember 2004 gempa bumi yang diikuti dengan terjadinya gelombang tsunami menerjang daratan Bumi Serambi Mekah. Ratusan ribu orang meniggal dunia menjadi korban  bencana dan tidak ternilai harta benda yang musnah akibat gelombang laut yang sangat dasyat yang disebut tsunami itu.&lt;br /&gt;Sepertinya lautan belum selesai menunjukan kemarahannya, dalam waktu yang berurutan kembali gelombang laut mengamuk menghancurkan Nias dan sekitarnya. Korban manusia dan harta benda kembali berhamburan.&lt;br /&gt;Pasca bencana yang bermuasal dari lautan itu, manusia dengan segala daya dan upaya mencoba merumuskan nalar gempa dengan berbagai cara. Semua tertuju pada upaya agar manusia bisa mendeteksi terjadinya tsunami. Dengan demikian diharapkan dampak negatif dari terjadinya tsunami dapat dikurangi. Para ahli dari berbagai negara yang mendedikasikan dirinya untuk memitigasi gempa dan bencana segera berkumpul. Mereka mengadakan seminar dan workshop, sekali lagi dengan satu tujuan mendeteksi terjadinya tsunami.&lt;br /&gt;Dua tahun sudah tsunami di Aceh dan Nias berlalu. Bahkan pada bulan Desember 2006 lalu orang  mengheningkan cipta untuk mengenang bencana tsunami di Aceh. Namun hingga saat ini keinginan untuk menciptakan alat pendeteksi tsunami belum juga terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana dari Darat&lt;br /&gt;Ibarat belum juga kering air mata menangisi warga Aceh yang menjadi korban bencana tsunami, kembali kita tersentak ketika tiba-tiba bumi Jogjakarta dan sekitarnya gonjang ganjing digoyang gempa bumi yang begitu mengerikan. Puluhan ribu manusia dalam waktu yang bersamaan meninggal menjadi korban.&lt;br /&gt;Sungguh diluar dugaan kita. Faktanya adalah sebelum terjadi gempa bumi yang berpusat di sekitar bantul Jogjakarta itu, justru gunung Merapi yang dikawatirkan akan menebarkan petaka. Ketika mata dunia tertuju pada kemarahan Merapi, ketika ratusan ribu orang lari mengungsi menghindari awan wedus gembel dan ketika mbah Marijan metekhung bersemedi untuk memohon agar merapi sirep dari kemarahannya, byar…bencana datang dengan bukan alang kepalang. Bukan dari Merapi seperti yang diperkirakan banyak orang, tetapi dari dalam kerak bumi dan kali ini bencana di daratan.&lt;br /&gt;Belum cukup cukup sampai disini, bencana demi bencana masih senantiasa menghantui kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya tsunami yang melanda pantai Pangandaran kemudian yang paling fenomenal adalah bencana Lumpur lapindo.&lt;br /&gt;Bencana ini ibarat kriwikan dadi grojogan, dari lubang kecil tempat pengeboran minyak/gas bumi menyembur lumpur panas yang tiada mau berhenti. Mulanya lubang itu hanya berdia meter 1 sampai 2 meter. Logika kitapun mengatakan apasih susahnya menutup lubang sekecil itu, tetapi ternyata sudah hampir 1 tahun semburan lumpur tersebut belum juga dapat diatasi. Ribuan rumah terendam lumpur, puluhan ribu orang kehilangan harta benda yang mereka miliki. Tim ahli silih berganti mencoba mengatasi, namun hingga saat ini belum ada hasilnya. Lumpur tetap menyembur bahkan semakin dasyat saja dan sekali lagi bencana ini terjadi di daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana dari Udara&lt;br /&gt;Dimuka kita sudah menyebut bencana yang berasal dari lautan kemudian bencana di daratan. Kini menjelang tahun 2006 berakhir tepatnya tanggal 29 Desember 2006 kembali kita ditimpa bencana. Kali ini dari udara, yaitu berupa cuaca buruk yang menengelamkan kapal Senopati Nusantara di perairan Mandalika sebelah utara Jepara. Tercatat dari enam ratusan penumpang sekitar dua ratus lebih penumpang hilang bersama kapal yang tenggelam.&lt;br /&gt;Semua daya upaya telah dikerahkan untuk menemukan bangkai kapal, namun sesuatu yang kelihatan sederhana ini ternyata berujung pada misteri karena hingga saat ini bangkai kapal belum juga diketemukan.&lt;br /&gt;Kemudian pada tanggal 1 Januari 2007 tragedi melanda penumpang Adam Air. Dua ratusan orang penumpang bersama awak pesawat hingga kini belum diketahui nasibnya.&lt;br /&gt;Untuk menunjukan keseriusan menanggulangi bencana, maka bantuan asing dengan terpaksa diterima. Tidak kurang dari negara super hebat, negara adidaya dalam segala hal yakni Amerika Serikat mengulurkan bantuan untuk mencari dan menemukan bangkai pesawat Adam Air, namun pesawat yang sudah tergolong canggih ini juga hilang menyisakan misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang tersisa.&lt;br /&gt;Ternyata yang tersisa adalah ketidak berdayaan manusia. Sekiranya memang manusia ini ada dan hidup dengan berbekal kemampuan untuk mengatasi segala marabahaya yang akan menimpanya, mestinya saat ini sudah dapat memperkirakan kapan dan dimana bakal terjadi gempa bumi, mestinya lubang lumpur lampindo cepat bisa ditutupi dan kapal Senopati Nusantara serta pesawat Adam Air tidak hilang menjadi mesteri.&lt;br /&gt;Pada waktu Hari Raya Haji tanggal 26 Desember 2006, seorang khotib di kampung saya meberikan khotbahnya mengenai bagaimana memaknai gempa. Dia bukanlah da’i kondang yang terpandang, bukan pula da’i ngetop yang sering muncul laksana bintang sinetron. Bahkan jamaah yang hadirpun tidak banyak yang mengenal nama khotib tadi. Gambaran yang memperkuat kesederhaannya adalah dalam berkotbahpun da’i ini menggunakan bahasa jawa seakan ia tidak lancar berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Katanya ada tiga sikap memaknai terjadinya gempa yang melanda Indonesia. Pertama, bagi orang yang tidak beriman, gempa dinilai sebagai hukuman. Dalam hal ini orang memandang apa yang terjadi adalah hukuman dari Tuhan. Pendapat ini mewakili pandangan bahwa karena manusia telah banyak berbuat dosa, maka Tuhan murka atas perbuatan dosa manusia dan oleh karenanya pastaslah Tuhan menjatuhkan hukuman kepada manusia dalam bentuk tragedi kecelakaan dan gempa.&lt;br /&gt;Kedua, bagi orang yang imannya kurang kuat, gempa yang terjadi adalah peringatan. Dengan peringatan itu diharapkan iman yang masih kurang kuat menjadi lebih kuat, tetapi bisa juga peringatan berupa gempa tadi berakibat keimanan manusia semakin menipis. Pandangan ini ditandai dengan penghujatan kenapa bukan orang yang berdosa saja yang jadi korban gempa dan bencana. Kenapa bayi-bayi yang belum punya dosa juga menanggung akibatnya.&lt;br /&gt;Ketiga, bagi orang yang beriman gempa adalah ujian atas keimanannya. Atas ujian itu maka semakin bertambah saja imannya, karena adanya kesadaran segala yang gempa yang menimpa dunia, juga kecelakaan yang menimpa manusia tidak lain adalah akibat dari kekurangan, keteledoran, kesalahan, kesombongan dan ketamakan manusia. Tidak ada keburukan yang datang dari Tuhan, segala keburukan pada hakekatnya tidak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Ketika seorang dengan suka rela menyerahkan serpihan  pesawat Adam Air yang ditemukannya, maka entah dengan nalar dan perhitungan apa diterakanlah orang tadi bak bahlawan. Dengan demikian syahlah kiranyanya kalau ia diberikan hadiah jutaan rupiah. Tapi kemudian terperangahlah dan tertunduk-lesulah kita, manakala televisi memunculkan berita bahwa banyak orang yang menemukan serpihan pesawat Adam Air tidak mau menyerahkan apa yang mereka temukan dengan alasan karena tidak mendapatkan imbalan uang.&lt;br /&gt;Memang sangat sedih mendengarnya, bahkan sangat-sangat memilukan. Tidak jerakah kita atas gempa dan bencana di bumi kita. Tidakkah terbukakah mata dan hati kita bahwa sudah datang bencana dari laut, dari darat dan dari udara sebagai pertanda bahwa kita tidak pandai dan tidak mau merawatnya. Sekiranya tiada lagi segumpal daging yang mampu memberikan makna, maka makluk macam apakah yang namanya manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----o0o-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-1631000125948983865?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/1631000125948983865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=1631000125948983865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1631000125948983865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/1631000125948983865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/bencana-di-bumi-kita-oleh-djoko-karyono.html' title='Opini'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkrxURHJEcI/AAAAAAAAACM/_nmfhYNyC1c/s72-c/Joko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5311362350305761042</id><published>2007-05-09T17:31:00.001-07:00</published><updated>2007-05-10T06:10:22.249-07:00</updated><title type='text'>Pembaca</title><content type='html'>Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas "dimulainya" media email sebagai alat komunikasi antar alumnai FE UNS. Semoga ini bias bermanfaat untuk hari-hari mendatang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urun rembuk. Saya tidak mempermasalahkan jurusan yang ada di FE UNS. Saya lebih concern dengan " BAGAIMANA MENINGKATKAN BRAND IMAGE FE UNS di real business. Sebagai info, ada peraturan tidak tertulis untuk tidak menerima alumni UNS di Bank Mandiri. Ini suatu ironi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mencoba mengadakan pendekatan langsung ke Kampus FE UNS di Kentingan; saya kirim email ke FE UNS; saya pernah berkirim surat ke Dekan FE UNS dengan tembusan ke Rektor UNS. Itu beberapa beberapa tahun lalu.. Tetapi hingga saat ini TIDAK ADA RESPONS. Saya tidak tahu apa permasalahannya. Ini bukan suatu keluhan lho...tapi ini fakta. Tadinya saya berkesimpulan : FE UNS tertutup. Dengan usia lebih 30 thn seharusnya sudah well organized. Mudah2an kesimpulan ini salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga di real business. Kita saling contact, ketemuan, setelah itu "nguap´tidak ada tindak lanjutnya alias layu sebelum berkembang. Ketemuan hanya memberi kesan "saya ini sudah sukses, kamu itu seperti apa??"  Ok...Mhs ..ini suatu awal yg baik, namun jangan hanya sebatas WACANA" alias NATO. Alumni UNS sudah banyak berkarya di berbagai bidang. Dan banyak yg cukup sukses di karir. Agar ada sharing pengalaman, FE UNS perlu mendayakan para alumnus untuk menjadi instruktur/ dosen outsourcing sehingga ada keseimbangan antara text book dengan praktek-praktek dilapangan (real life). Akhirnya, para alumnus FE UNS mendapat citra yang lebih baik di masyarakat luas. &lt;br /&gt;Maaf, jika email ini tidak berkenan. HIDUP FE UNS, MAJU TERUS, LAKUKAN BREAK THROUGH, MAKE IMPROVEMENT &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Maringan Aruan - Angkatan 76 jurusan EP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5311362350305761042?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5311362350305761042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5311362350305761042&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5311362350305761042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5311362350305761042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/dear-all-terima-kasih-atas-dimulainya.html' title='Pembaca'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-4550841467316505012</id><published>2007-05-09T17:28:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T02:02:36.959-07:00</updated><title type='text'>Inter Messo</title><content type='html'>Intermezzo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluklah aku, mainkanlah aku apa ayo?&lt;br /&gt;Ya, gitar donk ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah apa yang paling sopan?&lt;br /&gt;Mangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kucing, kalau dipegang ekornya selalu menoleh ke belakang ?&lt;br /&gt;Karena kucing gak punya kaca spion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutkan 2 nama ikan yang kalo kita mengucapkannya selalu diakhiri dengan mulut tertutup/mengatup..?&lt;br /&gt;Ikan kakap dan ikan masak kecap....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanta apa yang tidak bisa di minum ?&lt;br /&gt;Ya....fantasi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang berbulu yang namanya cuma 2 huruf?&lt;br /&gt;"P" AND "A"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa negara amerika cepet maju...?&lt;br /&gt;Ya jelas aja! gimana nggak maju, anak umur 5 tahun di sana sudah fasih bahasa inggris....^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa bahasa inggrisnya minyak angin?&lt;br /&gt;Wind Oil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan kaki seribu lewat di pinggir sampah kakinya tinggal berapa?&lt;br /&gt;998.Karena yg 2 buat nutup idung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jus apa yang menyakitkan?&lt;br /&gt;Jus a friend..ga bisa jadi pacar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oon Nusihono -1980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kucing, kalau dipegang ekornya selalu menoleh ke belakang ?&lt;br /&gt;Karena kucing gak punya kaca spion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutkan 2 nama ikan yang kalo kita mengucapkannya selalu diakhiri dengan mulut tertutup/mengatup..?&lt;br /&gt;Ikan kakap dan ikan masak kecap....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanta apa yang tidak bisa di minum ?&lt;br /&gt;Ya....fantasi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang berbulu yang namanya cuma 2 huruf?&lt;br /&gt;"P" AND "A"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa negara amerika cepet maju...?&lt;br /&gt;Ya jelas aja! gimana nggak maju, anak umur 5 tahun di sana sudah fasih bahasa inggris....^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa bahasa inggrisnya minyak angin?&lt;br /&gt;Wind Oil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan kaki seribu lewat di pinggir sampah kakinya tinggal berapa?&lt;br /&gt;998.Karena yg 2 buat nutup idung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jus apa yang menyakitkan?&lt;br /&gt;Jus a friend..ga bisa jadi pacar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oon Nusihono -1980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dengan huruf "T"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tukang tempe tertantang tukang tahu" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkala temperatur terik terbakar terus, tukang tempe tetap tabah, "Tempe-tempe", teriaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang tempe . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang tahu tidak terima,"Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat terkena tukang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!" tantang tukang tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang tahu terjerembab. "Tolong... tolong... tolong...!", teriaknya terdengar tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tanpa tunda tempo, tukang tempe teruskan teriakannya, " Tempe ... tempe .... tempe ...! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT &lt;br /&gt;Oon Nusihono -1980&lt;br /&gt;Kisah 1000 Hari Sabtu&lt;br /&gt;Shared by Fr. Rick of  Kingston , NY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng ke pada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan ke luargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus be kerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi ke butuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".  Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng- kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak ke luar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, ku ke luarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang orang yang kusayangi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli ke lereng." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip oleh:  Oon Nusihono -1980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-4550841467316505012?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/4550841467316505012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=4550841467316505012&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4550841467316505012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/4550841467316505012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/intermezzo-peluklah-aku-mainkanlah-aku.html' title='Inter Messo'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-2188417669837049052</id><published>2007-05-09T17:27:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:11:10.858-07:00</updated><title type='text'>From Redaksi</title><content type='html'>Pengantar Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volume I No 3 Bulletin JAFEK terbit untuk para alumni FE UNS Solo yang telah tersebar ke seluruh penjuru nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Redaksi mohon maaf bila pada penerbitan sebelumnya masih banyak kekurangan dan kami akan selalu meningkatkan diri meski dengan sarana yang sangat minimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mantan aktifis Senat Agus Heri Susanto dan Joko Karyono peduli dengan  penerbitan buletin kita ini yang dibuktikan dengan kiriman tulisannya yang kami pajang dalam edisi april 2007.  Tim Redaksi masih menunggu rekan-rekan lain untuk berpartisipasi dalam bentuk apapun demi keberlanjutan buletin yang sudah kita sepakati untuk terbit secara tri wulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim redaksi tentu mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan alumni yang telah berkenan untuk memasang iklan dengan kompensasi sesuai keikhlasan masing-masing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap Buletin Jafek  dapat menjadi wahana perekat komunikasi antar alumni FE UNS namun kami sadar bahwa untuk menjadi yang terbaik bagi kita semua diperlukan proses yang tentu saja juga umpan balik dari rekan-rekan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Redaksi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-2188417669837049052?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/2188417669837049052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=2188417669837049052&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2188417669837049052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/2188417669837049052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/pengantar-redaksi-volume-i-no-3.html' title='From Redaksi'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5121683602898409417</id><published>2007-05-09T17:24:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:11:45.811-07:00</updated><title type='text'>Nostalgia</title><content type='html'>Kenangan  tapi C EM A A A SSSS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan FE UNS khususnya  angkatan 1980 tentu tentu masih  ingat  ’tokoh-tokoh’ yang terpampang dalam foto kenangan ini.  Foto ini diliput  dalam suasana akrab di kos-kos- an sebagai ekspressi  menghilangkan kejenuhan dalam menghadapi ujian semester.  Namun semua tinggal kenangan karena mereka Sugeng Kabul telah meninggalkan diriku beberapa bulan yang lalu, Simon Kitabrahmana  telah meninggalkan diriku beberapa tahun yang lalu dan Widiatmo Isworo juga telah meninggalkan diriku beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Gusti paringono panjang umur pada diriku, aku masih ingin menikmati hobby-ku.  E temen-temen do’akan diriku ya    (AY Widodo – DEBLENG -1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5121683602898409417?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5121683602898409417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5121683602898409417&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5121683602898409417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5121683602898409417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/kenangan-tapi-c-em-a-ssss-rekan-rekan.html' title='Nostalgia'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5123883839620067153</id><published>2007-05-09T17:16:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:33.273-08:00</updated><title type='text'>Nostalgia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkLesJh1AAI/AAAAAAAAAAo/MWlXsRUQHs4/s1600-h/100_0910.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkLesJh1AAI/AAAAAAAAAAo/MWlXsRUQHs4/s200/100_0910.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062853781171273730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOSTALGILA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTOEL BIRU DI WARUNG MBAK JUM&lt;br /&gt;Hartono (1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun pertama di kampus baru Kentingan (sekitar tahun 1982) situasinya masih gersang, sepi, mengingat lokasi gedung fakultas ekonomi berada di ‘ halaman belakang ‘ . Hal ini memunculkan beberapa kesulitan, misalnya maslah transportasi maupun masalah langkanya warung makan. Waktu itu kantin fakultas belum optimal, maksudnya sudah ruangannya sempit ditambah variasi makanannya pun cuma beberapa jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untungnya setahun kemudian warung mbak Jum yang tadinya berlokasi dekat gedung pusat kemudian pindah ke belakang, persis ditengah-tengah kampus Ekonomi, Sospol, dan Hukum. Warung mbak Jum menyediakan berbagai menu makanan dan minuman yang sehat dan murah meriah, kalau nggak salah waktu itu sepiringnya Cuma Rp. 250,-. Tak pelak para mahasiswa , terutama anak kost yang kantongnya pas-pasan, menjadikannya sebagai depot logistik utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik adalah bahwa warung mbak Jum bekerja sama dengan vendor rokok Bentoel melakukan promo dimana 8 potongan kemasan BB (maksudnya bukan bau badan lho . . . tapi Bentoel Biru) bertanda khusus (kalau nggak salah tanda nomor 4) dapat ditukar dengan satu bungkus rokok BB di warung mbak Jum. Wah . . . tentu saja promo ini merangsang para BB mania untuk berburu potongan kemasan tadi, . . lumayan sih . . . bisa rodo ngirit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kost di Ngemplak Gang Mawar no. 11 termasuk yang rajin bergerilya tolah toleh mencari dan mengumpulkan potongan kemasan BB. Sampai-sampai direwangi kayak pemulung ! Lha gimana . . . wong kalau lihat bungkus nggletak dimanapun langsung diambil . . . ech siapa tahu ada tanda bernomor 4. Yaaach namanya perjuangan untuk mendapatkan sebungkus BB gratis buat nemani melekan belajar untuk ujian semesteran besok paginya.  Rupanya mbak Jum juga berempati (atau mungkin tepatnya melas ya . .?) terhadap gigihnya perjuangan para maniak BB ini sehingga meskipun potongan kemasan tadi sudah kumal , leteck, bahkan rodo suwek pun diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekeping nostalgila yang mewarnai perjalanan kita ketika ‘ transit ‘ di FE UNS. Salam buat para BB mania , dan juga eks Ngemplak Gang Mawar no 11 . Mari bersama kita uri-uri bulletin JAFEK  ini sebagai sarana komunikasi supaya kita tidak  kepaten obor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5123883839620067153?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5123883839620067153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5123883839620067153&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5123883839620067153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5123883839620067153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/nostalgila-bentoel-biru-di-warung-mbak.html' title='Nostalgia'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkLesJh1AAI/AAAAAAAAAAo/MWlXsRUQHs4/s72-c/100_0910.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-5880137223257119847</id><published>2007-05-09T17:14:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:12:30.381-07:00</updated><title type='text'>Seputar Kita</title><content type='html'>TURNAMENT GOLF  UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para alumni khususnya dari Fakultas Ekonomi UNS memiliki agenda tahunan  antara lain turnament golf.  Pada tanggal 18 Maret 2007 bertempat di Merapi Golf Course Cangkringan Yogyakarta  turnament golf yang telah memasuki tahun ke IV di gelar dengan mengambil thema ”SEBELAS MARET INVITANIONAL GOLF TURNAMENT” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Turnament golf yang dimotori oleh  Djoko Adhi Saputro (Putra) dan Musyofi yang akrab disapa Bang Mus ini katane dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret  Surakarta yang ke 31.  Putra dan Bang Mus dibantu oleh beberapa teman penggembira Gunawan Sakti, Yan Ardianto, AY Debleng, Sugeng Mulyanto lebih lebih pengelola padang golf Sukirman angkatan 1979 FE sehingga turnamen berjalan lancar.  Turnament dibuka oleh Gubernur Jateng Bapak Mardiyanto dan dihadiri pejabat UNS PR III  serta beberapa tamu undangan.  Sinung Drajad mewakili alumni turut memberikan sambutan pada acara pembukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama open  turnament tahunan adalah sebagai sarana olah raga dan juga temu kangen para alumni sambil main golf di lapangan dan tidak kalah pentingnya juga untuk menjembatani komunitas golf di lingkungan alumni Universitas Sebelas Maret dalam suatu wadah kekeluargaan.  Diharapkan perkumpulan golf Sebelas Maret dapat menjadi tempat menggali dan mengenang masa lalu ketika masih menjadi mahasiswa serta sebagai wahana tali silaturahmi antar alumni UNS di lapangan golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke play diikuti oleh sekitar 150 pegolf terdiri dari para alumni dan umum.  Selain hadiah-hadiah hiburan panitia menyediakan  hadiah Hole In One berupa mobil Toyota Yariss, Toyota Russ serta hadiah uang dalam bentuk tabungan dan deposito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-5880137223257119847?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/5880137223257119847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=5880137223257119847&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5880137223257119847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/5880137223257119847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/turnament-golf-uns-para-alumni.html' title='Seputar Kita'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7513634810729262713</id><published>2007-05-09T17:11:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:13:34.250-07:00</updated><title type='text'>Dinamika Kampus</title><content type='html'>Surat Terbuka untuk Alumni FE UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hasil pertemuan perwakilan alumni FE UNS pada tgl 28 Oktober 2006 di FE UNS antara lain disepakati untuk  memberikan sumbangan buku perpustakaan secara individu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Judul buku yang diharapkan lengkap dengan penerbit dan info taksiran harga telah termuat dalam Buletin Jafek Vol I no 2 edisi Januari 2007.  Nah rekan-rekan sekiranya ada yang ingin menyumbangkan buku dan belum jelas dapat kontak rekan kita alumni FE yang sekaligus menjadi Pemangku Tata Usaha FE UNS yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharani jEndul&lt;br /&gt;HP 085 2294 54300&lt;br /&gt;Salam Kompak dari Redaksi Jafek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7513634810729262713?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7513634810729262713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7513634810729262713&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7513634810729262713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7513634810729262713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/surat-terbuka-untuk-alumni-fe-uns.html' title='Dinamika Kampus'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6987399639797907158</id><published>2007-05-09T17:09:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:14:17.909-07:00</updated><title type='text'>Dinamika Kampus</title><content type='html'>Sarasehan keluarga besar FE UNS tahun 2007&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bapak Drs. Sutomo, MS selaku ketua tracer study Jurusan EP FE UNS dan sekaligus ketua panitya sarasehan, menuturkan  bahwa sarasehan yang dilaksanakan pada  tanggal 8 maret 2007 telah berlangsung secara khitmat dihadiri oleh sesepuh FE UNS seperti Prof Soeharno, Pak Soehardi, Pak Darustam, Pak Tjilik suwito, Pak Sutantyo, Pak Hartono, Pak Bambang Saroso, Pak Heru Agustanto, Pak Supriyono, Pak Nurmadi, Pak Lukman, Pak Bhimo beserta dosen FE UNS lainnya, semua karyawan,  perwakilan dari Jakarta, perwakilan dari semarang (Aris Sunindyo), dan tamu undangan lain, serta Kepala Dinas Dikspora Solo sebagai tokoh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Kesimpulnya antara lain bahwa: FE UNS perlu berbenah diri agar dapat memberikan manfaat nyata terhadap masyarakat melalui penelitian, kajian, dan pengabdian. Disamping itu perlu membangun image, meningkatkan umpan balik pada para alumni, dan meningkatkan lagi kinerja agar produktivitas di segala bidang dapat meningkat. Selanjutnya, kita semua perlu instropeksi dan perlu refleksi agar dapat dicapai keseimbangan antara bekerja, bermasyarakat dalam lingkup sosial kemasyarakatan, baik di lembaga sendiri maupun di luar lembaga yang tercinta FE UNS.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya semuanya ajakan baik, semoga kita semua para stakeholder dapat mengambil  hikmah dari acara sarasehan. OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6987399639797907158?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6987399639797907158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6987399639797907158&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6987399639797907158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6987399639797907158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/sarasehan-keluarga-besar-fe-uns-tahun.html' title='Dinamika Kampus'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-6274946894890214571</id><published>2007-05-09T17:03:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T06:15:17.762-07:00</updated><title type='text'>Dinamika Kapmus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HASIL TRACE STUDY 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saran Alumni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(disarikan oleh: Sutomo dan Bhimo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil Trace Study 2007, bersumber pada form penelusuran alumni yang diterima melalui surat dan E-mail, selengkapnya dapat diketahui beberapa hal tentang saran dan masukkan dari alumni. Identifikasi semua saran yang masuk tersebut, dapat  dikelompokkan menjadi empat kriteria saran, yaitu :&lt;br /&gt;• Berhubungan dengan proses belajar mengajar (PBM)&lt;br /&gt;• Berhubungan dengan sarana dan prasarana kampus&lt;br /&gt;• Berhubungan dengan bidang kemahasiswaan, alumni dan kehumasan&lt;br /&gt;• Lain-lain yang relevan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;Pada dasarnya, para alumni memberikan saran yang tertuju pada proses PBM diantaranya adalah :&lt;br /&gt;• Perubahan kurikulum sesuai kebutuhan pasar&lt;br /&gt;• Studi lanjut para dosen perlu segera dilaksanakan&lt;br /&gt;• Perlu pemagangan agar mahasiswa setelah lulus mempunyai pengetahuan luas&lt;br /&gt;• Adakan kuliah dengan dosen tamu agar terjadi transfer pengetahuan&lt;br /&gt;• Materi kuliah untuk matakuliah lanjutan jangan text book orientasi tetapi perlu adanya aplikatif&lt;br /&gt;• Perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan moral maupun verbal yang bagus&lt;br /&gt;Khusus dari alumni yang bekerja di Bank Indonesia dan Bank Pemerintah, disamping saran tersebut, mereka lebih fokus lagi pada :&lt;br /&gt;• Kemungkinan menjalin afiliasi dengan perguruan tinggi luar negeri ternama, buka kelas internasional, perbanyak praktisi perbankan memberikan kuliah (Alumni EP sudah banyak yang sekarang punya posisi strategis di perbankan dan pemerintahan undang dan libatkan !)&lt;br /&gt;• Perlu matakuliah : kebanksentralan dan studi ekonomi Islam&lt;br /&gt;• Perbanyak publikasi jurnal ilmiah&lt;br /&gt;• Dosen hendaknya banyak melakukan penelitian berkualitas dan sering menulis artikel.&lt;br /&gt;Dari alumni yang saat ini menjadi staf pengajar memberikan saran agar dibuat  standar minimal Proses Belajar Mengajar menurut sistem SKS : tatap muka, terstruktur dan mandiri serta semua stakeholder hendaknya menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab.&lt;br /&gt;Selengkapnya saran alumni yang berhubungan dengan PBM dapat dilihat pada tabel saran alumni, tabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sarana dan Prasarana Pendukung&lt;br /&gt;Sebagian alumni memberikan saran bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja jurusan, maka diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung :&lt;br /&gt;• Prasarana untuk komunikasi dengan komunitas luar kampus termasuk alumni, buat website dan selalu perbarui datanya, fungsikan E-mail jurusan maupun individu staf pengajar untuk menjalin kerjasama umpan balik pendidikan dan pembelajaran.&lt;br /&gt;• Kantor kesekretariatan alumni perlu diadakan dan didukung oleh sumber daya manusia yang memadai, dengan tujuan meningkatkan komunikasi maupun umpan balik informasi dengan para alumni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kemahasiswaan, Alumni dan Kehumasan&lt;br /&gt;Bagi alumni FE jurusan EP/IESP, mohon adanya hubungan atau informasi antar sesama alumni dan bagi alumni yang sudah bekerja, dimohon dapat memberikan informasi tentang pekerjaan di instansi/perusahaan kepada para alumni yang masih nganggur/belum bekerja. Fasilitas komunikasi (terutama email) lebih disosialisasikan dan perlu updating nama-nama alumni jurusan EP/IESP. Dimungkinkan Jurusan  EP mempunyai website sendiri agar memudahkan para alumni dalam mencari informasi. Segala informasi bisa disampaikan melalui email atau no. HP yang sudah ada. Ikatan alumni harus lebih aktif dalam ikut mengembangkan kegiatan kampus, sering diadakan temu alumni dan mahasiswa guna membangun image dan umpan balik serta transfer pengetahuan, agar tidak terjadi image negatif pada almamater, dan silau pada keberadaan perguruan tinggi lain di luar kampus sendiri. Dalam jangka pendek, perlu diintensifkan peran silaturahmi para alumni melalui keberadaan Buletin Jaringan  Alumni Fakultas Ekonomi UNS (Email : buletinJafek@Yahoo.com ) sebagai embrio sarana komunikasi jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lain-Lain&lt;br /&gt;Berdasarkan saran yang masuk dari berbagai angkatan, selain yang telah disebutkan diatas, ada permintaan bahwa guna mewadahi semua kepentingan yang berhubungan keberadaan alumni maka sangat diperlukan adanya Forum Bersama Alumni dalam bentuk rapat akbar alumni, temu alumni maupun sarasehan bersama alumni.&lt;br /&gt;Dari forum bersama tersebut dapat diharapkan muncul pemikiran baru, atau saran pertimbangan guna mewujudkan kebersamaan diantara alumni Ekonomi Pembangunan dalam wadah yang dapat dipakai sebagai ajang silaturahmi, guna membangun komitment sebagai putra almamater yang penuh tanggungjawab dan selalu menjunjung tinggi kebesaran nama almamaternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-6274946894890214571?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/6274946894890214571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=6274946894890214571&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6274946894890214571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/6274946894890214571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/hasil-trace-study-2007-saran-alumni.html' title='Dinamika Kapmus'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-8370258296030056456</id><published>2007-05-08T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:33.504-08:00</updated><title type='text'>Tokoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkMb3Zh1ABI/AAAAAAAAAA0/4jrh8367bZw/s1600-h/fe_uns_1978.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkMb3Zh1ABI/AAAAAAAAAA0/4jrh8367bZw/s200/fe_uns_1978.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062921044654096402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua terbitan sebelumnya Buletin Jafek menokohkan alumni terbaiknya dari Kota Solo dan Semarang, pada terbitan Volume 1 No 3 Edisi April 2007 ini alumni FE UNS yang dinobatkan sebagai tokoh bulletin Jafek adalah Drs. Agus Heri Susanto, MM yang sementara ini tinggal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mas Agus  panggilan akrab ketika masih menjadi asisten Dosen ini masuk UNS tahun 1978.  Beberapa rekan alumni yang mengenang beliau ini  lebih terkesan ketika memberi asistensi dengan menenteng tas resmi layaknya Dosen Senior -  tidak seperti mahasiswa lainnya yang membawa tas kuliah atau bahkan tidak bawa apapun kecuali buku skrip. Saat ini Pak Agus menekuni pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Bapepam dan Lembaga Keuangan Departemen Keuangan RI sejak tahun 1984.  Pria kelahiran Sukoharjo, 20 Agustus 1958 ini telah dikaruniai  3 (tiga) anak, yaitu Fatika Dian Wibawasih yang  kuliah di FISIP-Fikom UPI YAI,   Galih Mukti Annas Wibisono masih sekolah di SMA N 1 Jakarta dan Herni Indira Anisa Falah yang duduk di bangku SMP 2 Bani Saleh Bekasi  merupakan buah perkawinannya  dengan  Sri Trisniyati yang menekuni profesi sebagai Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa FE  periode 1981 – 1983 ini menuturkan mulai bekerja di Departemen Keuangan pada September 1984 di Direktorat Lembaga Keuangan dan Akuntansi, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri. Dengan adanya perkembangan dan perubahan organisasi dan nomenklatur di Departemen Keuangan beberapa kali terjadi pada Jajaran Eselon I, sehingga pada akhirnya mulai akhir 2005 berubah dan bergabung dalam Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Departemen Keuangan, khususnya pada Biro Pembiayaan dan Penjaminan.  Pengalaman yang paling mengesankan dalam pekerjaan antara lain apabila dapat berkontribusi maksimal terhadap pekerjaan tersebut yang setiap waktu berubah sesuai dengan perkembangan dan dinamika. Contohnya, dapat berkontibusi terhadap penyusunan suatu Undang-undang di DPR merupakan pengalaman yang mengesankan.  Menurut pengalaman Pak Agus, sukses bukan semata-mata karena faktor internal dan upaya sendiri, namun ada invisible hand yang ikut andil dalam kesuksesan. Setiap perjalanan yang ditempuh mempunyai hambatan dan tantangan yang berbeda setiap saat sesuai dengan perkembangan dan dinamikanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Umum Ikatan Alumni FE Sebelas Maret (IAFS) sejak tahun 2001 hingga sekarang ini, philosofi hidupnya sederhana,  menjalani kehidupan dengan apa adanya dan simple.  Putihnya padi tidak karena kuatnya tekanan tumbukan tetapi karena gesekan antara butir padi satu dan butir padi lainnya.  Setiap kegiatan/usaha yang baik dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan ada manfaatnya walaupun tidak tahu kapan akan merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tim redaksi mengkonfirmasi keberadaan Jafek melalui koresponden Oon Nusihono dan Raji Herwanto, beliau memberi tanggapan  katanya Jaringan Alumni FE sangat bagus dan sangat diperlukan mudah-mudahan dapat berkembang dan menjangkau alumni FE seluruh angkatan. Angkatan 80 diharapkan dapat menjadi unsur penggerak bagi Jaringan Alumni FE secara menyeluruh.  Ketika menghadiri acara temu alumni FE  dalam acara halal bi halal keluarga besar FE pada lebaran tahun 2006, Pak Agus yang masih aktif menjadi Ketua IAFES telah menyepakati beberapa hal. Katanya, mengingatkan kita semua  bahwa pada akhir tahun 2007 ini, telah disepakati dan diusulkan akan dibuat acara silaturahmi halal bi halal dan reuni akbar di Solo pada lebaran hari ke 3 serta sekaligus Musyawarah Alumni untuk penyusunan program pergantian kepengurusan Alumni FE hasil musyawarah Tahun 2001. Anggkatan 1980 disepakati sebagai panitia penyelengaraan kegiatan tersebut di bantu dengan beberapa oarng Tim pengarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Agus yang sekarang tinggal di Jl, Losari I No. 176, Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu, Bekasi dan memiliki hoby Organisasi, Joging dan Tennis  ini menuturkan kesannya ketika kuliah dulu, menurutnya Kuliah, Kerja Kelompok, Asistensi Dosen dan ngurusi Senat Mahasiswa serta olahraga/rekreasi merupakan perpaduan kegiatan yang asyik dan menyenangkan.  Karenanya jabatan Ketua Umum IAFES gak usah diganti dulu Pak biar jalan terus kan sambil menyalurkan hoby berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-8370258296030056456?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/8370258296030056456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=8370258296030056456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8370258296030056456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/8370258296030056456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/setelah-dua-terbitan-sebelumnya-buletin.html' title='Tokoh'/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/RkMb3Zh1ABI/AAAAAAAAAA0/4jrh8367bZw/s72-c/fe_uns_1978.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3591257153491553511.post-7760748084579484453</id><published>2007-05-07T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T03:23:33.514-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rj_LZ5h0_9I/AAAAAAAAAAM/31fP0u29l2A/s1600-h/jafek-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rj_LZ5h0_9I/AAAAAAAAAAM/31fP0u29l2A/s320/jafek-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061988151987601362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3591257153491553511-7760748084579484453?l=jafek-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jafek-online.blogspot.com/feeds/7760748084579484453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3591257153491553511&amp;postID=7760748084579484453&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7760748084579484453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3591257153491553511/posts/default/7760748084579484453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jafek-online.blogspot.com/2007/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Jafek-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03317199945214056782</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://photos1.blogger.com/x/blogger2/830/793662895987811/180/z/447104/gse_multipart8685.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0edlpAsWs0/Rj_LZ5h0_9I/AAAAAAAAAAM/31fP0u29l2A/s72-c/jafek-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
